SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
​P94 - Gunung Suci


__ADS_3

Mendengar hal itu, Fang Chen sangat bahagia bukan hanya di kehidupannya yang dulu, sekarang pun kekasih tercintanya masih memiliki sifat yang sama seperti dulu.


Tangis bahagia pecah dari kedua orang tersebut, mereka berdua saling berpelukan, setelah sekian lama, wajah mereka saling berhadapan.


Tanpa banyak bicara, Fang Chen mencoba untuk mencium bibir indah milik Li Huanran, Li Huanran tidak menolak, karena selama ini dia telah menunggu kekasih sejatinya ini.


Sambil berciuman, mereka berdua mengeratkan pelukan masing-masing, Li Huanran terus melingkarkan tangannya di daerah perut Fang Chen.


Sedangkan Fang Chen menempatkan tangannya di bawah pinggang Li Huanran, dia bola bulat besar yang sangat menawan.


Ciuman itu semakin panas, Fang Chen juga sudah mulai meremas area bawah pinggang bagian belakang tubuh milik Li Huanran.


Li Huanran sedikit mengeluarkan suara yang sangat imut, “Ah.” Hal itu tidak dibiarkan terlalu lama oleh Fang Chen, dia kemudian memberikan tawaran.

__ADS_1


“Bolehkan aku melanjutkannya di kamar sayang?” Fang Chen bertanya dengan lembut, Li Huanran menjawab dengan anggukan dan menunjuk kamarnya.


“Baiklah kalau begitu kita lanjutkan di kamar saja, aku akan menggendongmu.” Fang Chen langsung menggendong Li Huanran dengan kedua tangannya, dia membawa kekasihnya memasuki kamar dan menempatkannya di kasur yang super empuk itu.


Tidak lupa Fang Chen menutup pintu kamar dan menguncinya, dia juga menggunakan alat peredam suara miliknya yang dibeli dari sistem, agar orang-orang diluar tidak bisa mendengarkan ******* mereka berdua.


Setelah memastikan semuanya siap, Fang Chen langsung saja mendekati Li Huanran yang terbaring dengan pose tante-tante yang sangat menggoda.


Fang Chen mulai lagi dengan mencium bibir Li Huanran yang sudah basah, setelah dirasa cukup Fang Chen mengarahkan bibirnya untuk menyusuri area leher dan area telinga Li Huanran.


Li Huanran hanya pasrah saja, peristiwa ini baru pertama kali dia rasakan saat ini, jadi dia tidak mahir untuk memimpin permainan dan memasrahkan semua kepada Fang Chen.


Nafas Li Huanran sudah mulai tidak teratur karena servis yang dilakukan Fang Chen, tapi Fang Chen tidak memedulikan hal itu.

__ADS_1


Dia terus menyusuri setiap lekuk tubuh Li Huanran sampai bertemulah dengan Dua Gunung Suci yang masih terbungkus dengan kain baju.


Dengan lincahnya Fang Chen membuka kain baju itu, tangannya berusaha dengan maksimal untuk menyingkap semua kain yang ada di bagian atas tubuh Li Huanran.


Selama proses itu, Fang Chen tidak membiarkan momentum yang telah dibangunnya menghilang meskipun hanya sesaat, dia tetap menggunakan mulutnya untuk melakukan satu dua ciuman panas dengan bibir Li Huanran.


Beberapa detik kemudian perjuangannya membuka baju bagian atas itu berhasil, Fang Chen membuang baju itu ke segala arah, dia tidak memperdulikan lagi kamar ini bakalan berantakan atau apalah itu.


Yang ada dipikirannya sekarang adalah betapa indahnya Dua Gunung Suci yang terlihat sangat kenyal dan ingin sekali rasanya dia meremasnya sampai kapanpun.


“Bolehkah?” Sebelum Fang Chen melakukan itu, dia bertanya terlebih dulu kepada Li Huanran.


Li Huanran dengan malu-malu mengizinkan Fang Chen, Li Huanran sudah hampir kehilangan akal setelah Fang Chen dengan ganas meremas dan menggigit Kedua Gunung Sucinya itu.

__ADS_1


Fang Chen terus saja menggunakan mulut dan tangannya untuk memanjakan Gunung Suci Li Huanran, karena tangan kirinya masih belum bekerja, lalu dia mengarahkan tangan kirinya itu terus ke bagian bawah.


__ADS_2