
"Nak meskipun kita tidak satu pemikiran, tapi kali ini kamu sudah melakukan sebuah kesalahan fatal, aku bersama mereka akan pergi dulu, semoga kamu berhasil…" Li Fu kemudian langsung menuju taman dengan cepat.
"Tuan muda kami juga izin untuk keluar dulu, semoga kita masih bisa bertemu dengan anda." Kong Li dkk mengikuti Li Fu dari belakang.
"Kenapa dengan mereka semua, padahal aku hanya makan dan bertanya mengena…i" Fang Chen baru sadar kesalahannya ketika melihat Matriark Li dan yang lainnya sudah pada keluar.
Karena Fang Chen sudah sadar, dia juga mencoba untuk berdiri dan ikut kabur bersama yang lainnya, tapi…
"Duduk, jangan berpikiran untuk kabur, atau aku akan menyiksamu lebih parah lagi." Matriark Li sudah benar-benar marah kali ini.
"Glek." Fang Chen menelan ludah.
'Aku harus mengambil inisiatif agar tidak jadi dimarahi.' Pikir Fang Chen.
“Kamu boleh memarahiku tapi kamu harus membuka cadarmu, agar setidaknya aku bisa melihat keindahan dalam setiap amarahmu.” Fang Chen.
__ADS_1
“Untuk apa aku melakukan itu?” Matriark Li.
“Oh kamu ternyata orang yang tidak berani ditantang, memalukan sekali…” Ejek Fang Chen.
“Siapa bilang, kalau begitu ini, kamu lihatlah sepuasnya, setelah ini aku akan menghukummu sampai kamu memohon ampun.” Matriark Li menyingkap cadarnya, wajah cantik yang memiliki kulit seputih susu dan selembut sutra itu sangat proporsional sekali untuknya.
“Li… Li Huanran, jadi kamu benar-benar Li Huanran, itu kenapa aku sejak bertemu denganmu di arena sedikit familiar dengan cara berpakaianmu, ternyata kamu benar-benar Li Huanran…” Fang Chen.
Tidak ada angin tidak ada hujan, Fang Chen meneteskan air mata kemudian tanpa sadar dia langsung memeluk wanita cantik yang ada di depannya itu.
Li Huanran tidak tahu darimana dan mengapa dia ikut menangis, tubuhnya juga tidak menolak ketika Fang Chen memeluknya.
Padahal selama ini sudah ratusan pria yang mencoba untuk bersentuhan dengannya, tapi jangankan untuk bersentuhan, melihat wajahnya saja tidak bisa.
Tapi semua itu runtuh seketika di hadapan pemuda bernama Fang Chen ini, dia merasa seperti dipertemukan dengan seorang yang sangat penting dalam hidupnya.
__ADS_1
Memang aneh, ini adalah pertemuan mereka, terus dari mana datangnya perasaan sedih dan haru yang bercampur aduk ini.
Akhirnya dia memutuskan untuk membiarkan Fang Chen memeluknya sampai Fang Chen bisa sedikit tenang.
Setelah beberapa menit kemudian, Fang Chen sudah cukup tenang dan melepaskan tubuhnya dari pelukan Li Huanran.
Setelah mereka berdua kembali ke posisi duduk normal, Li Huanran kemudian bertanya, “Dari mana kamu tahu nama asliku, padahal yang tahu nama itu hanya segelintir dari keluarga inti saja.” Heran Liu Huanran.
“Jika aku bilang bahwa kita pernah menjadi kekasih apakah kamu akan percaya?” Fang Chen bertanya balik.
“Tidak mungkin, bagaimana mungkin pemuda yang masih berumur 20 tahun sepertimu memiliki kekasih berumur 35 tahun sepertiku? Apakah kamu sekarang sedang halu?” Tanya Li Huanran.
“Aku tidak berbohong, mungkin akan sedikit lama jika menceritakannya.” Fang Chen mulai bercerita.
“Tidak masalah, aku memiliki banyak waktu untuk mendengarkan ceritamu…” Senyum manis Li Huanran.
__ADS_1