SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P141 - Membalikkan Keadaan


__ADS_3

"Boooooom…!"


Terdengar suara bom molotov meledak, bom itu dilemparkan dari berbagai arah menuju ke gerombolan Belati Tuhan yang baru saja menyadari bahwa itu adalah jebakan.


Namun, Belati Tuhan sempat untuk menjalankan Rencana B, sesuai dengan apa diperintahkan Fang Chen. Rencana B yang dimaksud adalah semua Belati Tuhan boleh menggunakan kekuatan dan jurus asli mereka, tidak harus berakting menjadi Keluarga Huang, yang terpenting adalah semuanya bisa menghindari serangan musuh.


"Kalian yang meminta ini, maka aku tidak akan bersikap lembut," geram Fang Chen.


"Belati Darah : Belati Raksasa," ucap Fang Chen, dia kemudian mengalirkan energi qi menuju ke tiap ruas dari belati miliknya, belati itu berubah ukuran menjadi belati raksasa yang memancarkan energi yang kuat.


"Belati Darah : Menarilah!" Fang Chen menggerakkan sepuluh Belati Raksasa itu menggunakan energi qi tipis yang terhubung ke setiap jarinya, dia memainkan belati itu dengan sangat luwes, dia seperti menari dengan sepuluh belatinya.


Tapi tarian jari Fang Chen itu merupakan mimpi buruk untuk semua musuhnya, karena jika dia sudah menggunakan salah satu keterampilan terkuatnya ini, maka semua musuh sudah diputuskan bahwa mereka sebentar lagi hanya akan menjadi mayat yang terbujur kaku di tanah.


Sepuluh Belati Terbang Raksasa itu menerjang musuh tanpa belas kasihan, belati itu terbang dengan kecepatan suara, dalam satu tariannya saja, belati itu sudah membunuh 10 musuh dalam satu gerakan.


[Selamat, Master mendapatkan … EXP & … SP]


Sepuluh belati itu terus menari dan mengurangi jumlah musuh yang kebanyakan menggunakan senapan otomatis dan beberapa bom molotov ringan dengan cepat.


Jumlah musuh yang seharusnya sekitar 900 orang dengan rata-rata kultivasi General level 3, sudah berkurang hingga tersisa 600 orang saja, malam itu pembantaian besar-besaran terjadi lagi.

__ADS_1


[Selamat, Master mendapatkan … EXP & … SP]


Para Belati Tuhan juga tidak kalah ganas, mereka semua juga mengandalkan serangan pamungkas masing-masing, alhasil mereka bisa membantu Fang Chen untuk membalikkan keadaan dan malah membantai musuh hingga hanya tersisa sekitar 200 orang saja.


"Mustahil, bagaimana bisa mereka sangat kuat, bukankah menurut informasi mereka hanya menggunakan pedang pendek, kenapa sekarang mereka mampu mengeluarkan jurus tingkat tinggi semua?" Ketua Kelompok Merak Hitam 9 bertanya kepada diri sendiri.


"Mereka juga memiliki kultivasi sangat tinggi, meskipun tadi kita berhasil untuk menjebak mereka, tapi mereka bisa membalikkan keadaan dan malah membantai semua anggota kelompokku," takut Ketua Kelompok Merak Hitam 9, tubuhnya bergetar karena musuh bisa membalikkan keadaan dengan cepat.


"Kita tidak bisa menghadapi mereka, semuanya mundur, selamatkan hidup kalian masing-masing, mereka terlalu kuat, lariiii!" Ketua Kelompok Merak Hitam 9 lari tunggang langgang, ternyata dia lebih pengecut dari ketua kelompok yang pernah Fang Chen bunuh sebelumnya.


"Dasar pengecut! Jangan biarkan mereka semua kabur, bunuh semuanya!" Fang Chen memberi perintah, dia sangat memandang rendah ketua mereka yang lari duluan tanpa memperdulikan anggota kelompoknya yang masih bisa bertarung dengan pasukannya.


[Selamat, Master mendapatkan … EXP & … SP]


Seluruh bagian tubuh ketua musuh itu sudah dipotong, dia sekarang hanya menjadi seorang yang cacat yang hanya bisa memohon agar dibunuh agar terlepas dari semua rasa sakit yang dia terima sekarang.


"Bagaimana perasaanmu sekarang? Aku tidak bisa mengatakan bahwa apa yang aku lakukan sekarang adalah kebenaran, tapi aku tidak respect sama sekali denganmu ketika kamu sebagai ketua mereka malah lari meninggalkan kelompokmu seperti seorang pengecut," jijik Fang Chen sambil terus memainkan pedang pendek yang menancap di perut ketua itu.


"Tuan… tolong… bunuh… aku…" Ketua itu tidak kuasa lagi untuk menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya, dia sekarang sekarat karena kekurangan darah sampai dia tidak bisa mencerna perkataan Fang Chen dengan benar.


"Orang ini sudah tidak berguna, aku akan membunuhnya," ucap Fang Chen, dia kemudian menggerakan tangan kanannya yang diikuti oleh salah satu belati darah miliknya dan menebas kepala ketua itu sampai terjatuh ke tanah.

__ADS_1


"Tugas kita malam ini sudah selesai, kita kembali sekarang, jangan lupa untuk melemparkan surat itu di atas tumpukan mayat yang menggunung ini," perintah Fang Chen.


Seratus orang itu kemudian menghilang dalam gelapnya malam.


Keesokan harinya.


Di Kediaman Keluarga Song.


Semua orang disana mendengarkan ocehan Patriark Song yang sedang memarahi mereka, dia marah karena kejadian pembantaian kepada kelompok yang sudah dia rawat terjadi lagi.


Jumlah ketua kelompok sekarang hanya tersisa delapan orang saja, wajah mereka kini sedikit ketakutan, karena jika memang target dari para penyerang yang mengaku dari Keluarga Huang itu adalah Kelompok Merak Hitam, maka mereka semua akan mendapat giliran untuk terbantai seperti kedua kelompok saudaranya yang lain.


"Yang saya heran sampai sekarang adalah bagaimana mungkin tidak ada korban dari pihak musuh, mereka ini hantu dan monster yang sangat kuat, saya mengusulkan untuk menjadikan permasalahan ini sebagai prioritas tertinggi keluarga," usul salah satu penasehat yang cukup bijaksana.


"Kita saat ini sudah kehilangan sekitar 1900 orang, itu merupakan pukulan telak bagi keluarga kita, kekuatan yang kita miliki sudah cukup pincang untuk sekarang, saya menyetujui usulan penasehat," sambung seorang tetua yang memiliki pemikiran sama dengan penasehat.


Alasan kenapa mereka berdua mengusulkan menjadikan permasalahan ini sebagai prioritas utama karena manfaatnya, salah satu manfaat terbesarnya adalah bisa mengerahkan semua pasukan dan menggunakan aset maupun relasi demi keberhasilan menyelesaikan permasalahan ini.


Patriark Song terlihat berpikir keras, karena jika klausul itu disetujui, maka Keluarga Song harus masuk dalam kondisi siaga tingkat tinggi dan harus menyelesaikan masalah dalam waktu kurang dari seminggu, karena jika lebih dari itu maka Keluarga Song akan membutuhkan biaya yang cukup besar dan bisa menyebabkan banyak aset yang akan dijual.


“Baiklah, aku akan menetapkan permasalahan ini sebagai prioritas utama Keluarga Song, kalian semua yang ada disini bisa menggunakan semua fasilitas milik Keluarga Song untuk menyelesaikan ini,” tegas Patriark Song.

__ADS_1


“Tapi jika dalam waktu satu minggu kalian gagal, maka kalian sendiri yang akan aku bunuh, kalian semua paham mengenai konsekuensi ini bukan?” Patriark Song menegaskan resiko yang akan dihadapi jika bawahannya gagal menuntaskan masalah.


“Kami semua mengerti Patriark, sekarang bagaimana jika kita langsung menyelidiki mengenai permasalahan ini, selama sehari penuh kita hanya fokus mencari identitas para penyerang itu, besok pagi baru kita mulai rencana untuk memberantas mereka,” ucap salah satu tetua.


__ADS_2