SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P140 - Keluarga Song


__ADS_3

Isi surat.


Kepada Seluruh Keluarga Song.


Kalian telah melanggar perjanjian dan mengkhianati kami.


Kami disini hanya memberikan peringatan kepada kalian agar jangan pernah mempermainkan Keluarga Huang.


Jika tidak maka semua anggota keluarga kalian akan bernasib sama dengan mereka semua.


Ini bukanlah sebuah permintaan, tapi ini adalah peringatan jelas untuk kalian semua.


Keluarga Huang harap kalian semua sudah sadar dengan kesalahan kalian.


Hormat kami.


Keluarga Huang Ibukota.


Keesokan harinya, surat itu ditemukan oleh seorang tukang bersih yang memiliki tugas membersihkan kediaman yang ditempati oleh Kelompok Merak Hitam 10.


Tapi sebelum memasuki kediaman tersebut, dia mencium bau busuk dari berbagai arah.


Benar saja, setelah dia membuka pintu, dia melihat lautan mayat yang bersimbah darah, mereka semua sudah mati dan mulai membusuk.


Matanya kemudian melirik kepada selembar kertas yang berada di atas tumpukan mayat itu kemudian dia bergegas kembali ke kediaman Keluarga Song dan memberikannya kepada Patriark Song.


***


Kediaman Keluarga Song.


“Kurang ajar, apa maksud dari Keluarga Huang untuk melakukan ini, apakah mereka tidak mengindahkan beberapa kerjasama yang sudah kita sepakati sebelumnya,” marah Patriark Song.


“Kalian kirimkan surat ini kepada Patriark Huang, suruh mereka memberikan penjelasan atas kematian dari 1000 orang anggota kelompok milikku,” perintah Patriark Song.


“Aku ingin dia memberikanku penjelasan kurang dari 1x24 jam, jika tidak maka Keluarga Song akan menyatakan perang kepada Keluarga Huang Ibukota,” tegas Patriark Song yang tidak dalam kondisi bisa berpikir jernih.

__ADS_1


Bagaimanapun Patriark Song itu hanya mengatakan omong kosong belaka, karena jika pun mereka benar-benar berani melawan Keluarga Huang secara langsung, maka mereka tidak perlu repot-repot untuk memberikan ancaman seperti itu.


Beberapa orang yang diberi perintah langsung keluar dari ruangan itu dan langsung menuju ke perwakilan Keluarga Huang yang ada di Provinsi Hubei ini, mereka ingin menyampaikan pesan dari Patriark mereka itu.


“Dimana pemimpin sembilan Merak Hitam, kumpulkan mereka disini, aku ingin berbicara dengan mereka semua,” perintah Patriark Song lagi.


“Akan segera kami hubungi Patriark,” jawab salah satu bawahan secara singkat.


Setelah beberapa saat di ruangan yang bisa dikatakan cukup besar itu sudah berkumpul beberapa petinggi dan memiliki jabatan tinggi di Keluarga Song.


Mereka semua terdiri dari sembilan orang yang memimpin Kelompok Merak Hitam, empat orang tetua keluarga dan dua orang penasehat patriark.


“Kalian semua tentu sudah mendengar mengenai kehancuran kediaman Kelompok Merak Hitam 10 milik kita, mereka semua dibantai dalam waktu semalaman,” jelas Patriark Song.


“Dari beberapa investigasi yang dilakukan oleh bagian forensik keluarga, ditemukan bahwa luka mereka semua terjadi karena serangan pedang pendek,” lanjut Patriark Song.


“CCTV juga menangkan jumlah penyerang itu sekitar seratus orang, mereka semua memakai pakaian hitam penuh dengan wajah yang ditutupi oleh sebuah topeng,” sambung Patriark Song.


“Yang paling mengejutkan adalah temuan dua hal, yang pertama bahwa di baju yang mereka pakai, tertulis dengan besar nama Keluarga Huang, yang kedua ditemukan surat yang mengatakan mereka diberi perintah oleh Keluarga Huang untuk memberi kita peringatkan,” lanjut Patriark Song.


“Aku masih menunggu penjelasan dari Patriark Huang sendiri, jika sampai itu terjadi, kita akan bertarung habis-habisan dengan Keluarga Huang, kita juga akan membuatnya kesulitan dalam pemilihan umum kali ini,” tekad Patriark Song.


“Sambil menunggu jawaban dari Keluarga Huang, aku memberikan perintah kepada kalian sembilan orang Ketua Merak Hitam, aku tidak ingin hal ini terjadi lagi, jadi aku harap kalian bisa berhati-hati lagi,” harap Patriark Song.


“Baik, Patriark Song,” jawab sembilan orang yang dimaksud.


“Kalian juga harus menyelidiki mengenai pembantaian kelompok merak hitam 10, karena aku merasakan banyak kejanggalan mengenai pembantaian mereka,” sambung Patriark Song.


“Baik, Patriark Song,” jawab sembilan orang.


Pertemuan penting itu kemudian membahas mengenai beberapa hal untuk mencegah hal itu terjadi lagi, terkhusus untuk Patriark Song, dia berpikiran untuk tidak kehilangan lagi aset yang sudah lama dia bentuk dan dia bangun yaitu Kelompok Merak Hitam 1-10.


Setelah pertemuan itu hampir selesai, mereka mendapatkan balasan dari Keluarga Huang yang menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengirimkan seratus assassin seperti itu.


Keluarga Huang juga mengklaim bahwa ada beberapa pihak yang ingin mencoba mengadu domba mereka berdua, oleh karena itu mereka mengharapkan Patriark Song tidak gampang mempercayai hal itu.

__ADS_1


“Sialan, apakah kalian pikir aku tidak mengetahui semua kebusukan keluarga kalian, sebuah keluarga yang terbentuk setelah pembantaian besar sebuah keluarga yang menganggap kalian saudaranya sendiri, ironis sekali kalian hanya membalas suratku seperti ini!” Patriark Song terlihat sangat marah.


Beberapa orang memberanikan diri untuk bertanya.


“Bagaimana tanggapan dari Keluarga Huang, Patriark Song?” Beberapa orang bertanya dengan sedikit takut terkena amarah Patriark Song.


“Keluarga Huang menyatakan bahwa bukan mereka yang sedang menyusup dan membantai kelompok merak hitam 10 itu,” jawab Patriark Song singkat.


“Apakah itu artinya kita akan beneran berperang melawan Keluarga Huang?” Salah satu penasehat bertanya, karena ini menyangkut masalah peperangan besar, maka dia sebagai penasehat harus mempelajari dulu mengenai beberapa hal, sebelum memberikan nasehat yang relevan untuk Patriark Song.


“Aku tidak sebodoh itu Penasehat, aku tadi hanya bercanda saja, Keluarga Huang yang sering kita lihat sekarang itu hanyalah orang-orang lemah, tapi yang mengetahui bahwa mereka memiliki pasukan khusus yang super kuat,” jelas Patriark Song.


“Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan sekarang Patriark Song?” Salah seorang tetua bertanya dengan sopan.


“Kita hanya bisa mengandalkan diri sendiri, kita semua akan menghadapi dan membunuh para penyusup itu dengan tangan kita sendiri, dimulai dari memberikan pengamanan lebih untuk Sembilan Kelompok Merak Hitam yang tersisa,” jawab Patriark Song.


“Yosh, mari kita lakukan, jika mereka masih berani berbuat masalah, aku akan gantian untuk membunuh seratus orang penyusup itu,” tegas Ketua Merak Hitam 2.


“Sudah, sudah, hanya itu saja yang bisa aku sampaikan sekarang, aku harap kalian semua berhasil dalam tugas yang aku berikan kepada kalian,” harap Patriark Song.


Semua orang mengangguk dan kemudian kembali ke tempat masing-masing untuk melakukan persiapan, siapa tahu seratus penyusup itu menyerang salah satu dari sembilan kelompok merak hitam.


***


Di Kawasan Kelompok Merak Hitam 9.


Seratus pasukan Belati Tuhan yang dipimpin Fang Chen awalnya merasa sedikit ragu, karena penjaga di Kelompok Merak Hitam 9 hanya 10 orang saja.


Pasukan Belati Tuhan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, mereka bergerak cepat dan dalam sekejap sudah berada taman kediaman musuh.


Tapi…


"Sialan, ini adalah jebakan, kalian semua cepat mendekat ke dinding, gunakan Rencana B," perintah Fang Chen.


“Dor… Dor… Dor…”

__ADS_1


__ADS_2