
“Ayah…” Anming berlari mendekati ayahnya itu, dia langsung memeluk ayah satu-satunya itu, “Kalian para pelayan segera bersihkan ini” perintahnya untuk membersihkan bekas muntahan ayahnya itu.
“Akhirnya ayah bangun, bagaimana perasaan ayah, apakah ada yang terasa tidak enak?” Anming, “Ayah baik-baik saja, terima kasih telah mengkhawatirkan ayah anakku.” Ucap Paman Aiguo dengan perlahan.
“Ngomong-ngomong, siapa kamu anak muda, apakah kita saling mengenal, sepertinya kamu yang telah menyembuhkanku barusan, apakah itu benar?” Paman Aiguo, “Aku Fang Chen paman, aku sahabatnya Anming.” Ucap Fang Chen ramah.
“Hm, jadi kamu yang bernama Fang Chen, Anming sering sekali membahas tentang kamu dulu, sebelumnya terimakasih telah menyembuhkanku nak Chen.” Paman Aiguo.
“Sama-sama Paman, Anming sudah saya anggap sebagai saudara saya sendiri, jadi paman tidak perlu sungkan, saya juga sedikit penasaran, dari mana paman menerima luka dalam parah yang ada di tubuh paman itu?” Fang Chen tanpa basa-basi langsung bertanya ke intinya.
__ADS_1
Paman Aiguo dan Anming saling pandang karena perkataan Fang Chen barusan, “Ayah, apakah kamu beneran memiliki luka dalam yang parah? Kenapa selama ini aku tidak pernah tahu?” Anming bertanya kepada ayahnya itu.
“Hm, sepertinya tidak bisa kusembunyikan lagi, seperti yang dikatakan nak Chen, aku memang memiliki luka dalam yang cukup parah, semua itu berawal ketika … … …” Paman Aiguo mulai bercerita begitu saja.
“Ayah, kenapa kamu tidak pernah bercerita, jadi selama ini ayah telah membohongiku kalau ibu telah meninggal, ternyata ibuku selama ini adalah anak dari Patriark Keluarga Huang.” Anming sedih sekali mendengar itu.
“Sekarang masuk akal, jadi ibu Anming ternyata adalah Putri Patriark Huang yang akan dijodohkan dengan Keluarga Hong, tapi karena Paman Aiguo sudah terlanjur cinta, Paman dan Bibi kemudian kawin lari dan melahirkan Luo Anming.” Fang Chen menyimpulkan dan sudah mengambil benang merahnya.
“Tapi setelah itu nasib buruk bahwa Paman dan Bibi ditemukan oleh Keluarga Huang, kemudian bibi diambil paksa serta dikurung di Rumah Keluarga Huang Ibukota” Fang Chen.
__ADS_1
“Jadi kericuhan sebesar ini dikarenakan cinta segitiga dan kerjasama keluarga yang sudah ketinggalan zaman itu ya? Sepertinya memang benar kata orang, kadang-kadang sesuatu yang terlalu dipaksakan itu bisa berakhir tidak baik.” Annchi mengambil kesimpulan.
Anming masih menangis dan ditenangkan oleh Fang Chen dan Paman Aiguo, setelah tangisannya reda kemudian dia berkata, “Kawan, apakah salah jika aku ingin bertemu dengan ibu kandungku sekali saja, aku tidak pernah melihat wajahnya selama ini” Anming.
“Tidak salah sama sekali kawan, tapi mungkin kalau sekarang agak sulit, karena pasti Keluarga Huang tidak akan dengan gampangnya mengizinkan kamu menemui ibumu setelah yang dilakukan ayah dan ibumu lakukan dulu.” Fang Chen.
“Ayah, apakah tidak ada cara lain jika aku ingin bertemu dengan ibu, aku ingin melihat keadaannya, apakah dia disana diperlakukan dengan baik atau malah mendapat perlakuan buruk karena telah melahirkanku?” Anming bertanya kepada ayahnya.
“Aku juga tidak tahu keadaan ibumu nak, aku juga sangat rindu dengannya, ayah sudah berulang kali ingin berkunjung kesana, tapi selalu ditolak oleh Keluarga itu.” Paman Aiguo menjelaskan.
__ADS_1