
Pagi hari di Hotel Atlantis.
Kehebohan terjadi, Gubernur baru Provinsi Hubei dengan bantuan Keluarga Huang, mengeluarkan sebuah pernyataan yang membuat banyak orang membenci Hotel Atlantis karena Kehancuran Keluarga Song.
Fang Chen sekarang sudah berada di Ruang Kontrol bersama dengan elit hotel yang lainnya, mereka semua tengah menunggu keputusan yang akan dibuat oleh Fang Chen untuk masalah kali ini.
“Ternyata Gubernur baru memiliki keberanian sampai seperti ini, pastinya dia telah dibantu oleh Keluarga Huang, jika tidak maka tidak mungkin semuanya akan menjadi seperti ini, kalau begitu sebarkan perintahku, untuk mengungkapkan semua skandal gubernur itu dan beberapa anggota Keluarga Huang,” perintah Fang Chen tegas.
“Baik tuan muda, kami semua akan mulai bekerja,” jawab Kakek Kong Li, dia kemudian memerintahkan Zhaoyang Hong untuk membuat ribuan berita mengenai skandal yang mereka peroleh.
“Yang Kai dan Zhang Bijie, aku ingin kalian berdua membawa beberapa Belati Tuhan untuk membuat beberapa orang yang dekat dengan gubernur baru melakukan sebuah kesaksian, gunakan uang dan sedikit kekerasan, kita akan membuat pernyataan tersebut menjadi headline berita menggantikan berita yang beredar saat ini,” perintah Fang Chen.
“Baik tuan muda.” Kedua orang itu langsung pamit dan menuju ke bandara membawa beberapa orang dan terbang menuju ke Provinsi Hubei untuk menjalankan perintah dari Fang Chen.
“Paman Li Fu, aku meminta tolong untuk membeli beberapa aset yang dimiliki Gubernur baru dan beberapa anggota keluarga huang yang terlibat, aku memberikan kebebasan mengenai cara apa yang akan dilakukan,” perintah Fang Chen.
“Tentu saja tuan muda, saya akan menjalankannya dengan baik, saya juga akan langsung mengurus perpindahan aset tersebut hari ini,” jawab Paman Li Fu, dia juga membawa beberapa orang keluar ruangan dan langsung menjalankan perintah Fang Chen.
Dalam satu hari penuh semua orang sedang disibukan dengan tuduhan yang mengarah ke Hotel Atlantis tersebut, dengan berbagai macam cara, tuduhan itu mulai meredup berganti dengan semua skandal mengenai Gubernur baru dan beberapa petinggi Keluarga Huang.
“Tuan muda, semuanya sudah masuk dalam kendali, kali ini berita sudah dipenuhi dengan ribuan skandal yang membuat Gubernur baru menarik tuduhannya,” lapor Kong Li kepada Fang Chen.
“Bagus, sekarang aku akan mengunjungi Keluarga Huang, sepertinya mereka benar-benar tidak sabar untuk berperang melawanku,” tegas Fang Chen yang berniat menuju kediaman Keluarga Huang seorang diri.
“Tunggu tuan muda, apakah anda akan kesana sendirian, bagaimana jika kami dan beberapa orang lainnya menemani anda kesana,” ucap Kong Li menawarkan diri, karena Belati Tuhan masih berada di Provinsi Hubei dan belum kembali ke Ibukota.
“Ayo kita kesana! Jangan bawa banyak orang, kita kesana hanya memperingatkan mereka bahwa belum saatnya kita berperang, aku berniat membuat mereka takut saja,” Fang Chen menyetujui.
__ADS_1
“Baik, kalau begitu saya hanya akan mengajak Keempat Mata Angin,” jawab Kong Li, dia kemudian mengumpulkan keempat anggota terkuatnya dari Organisasi Mawar Hitam yang memiliki julukan sebagai Ketua Mata Angin.
Setelah beberapa saat, Kong Li, Liu Changhai atau Selatan, To Mu atau Utara, Zhaoyang Hong atau Timur, Shen Guo atau Barat, sudah berkumpul di hadapan Fang Chen.
“Mari berangkat!” Fang Chen kemudian berjalan memimpin kelima orang itu keluar ruangan dan menaiki mobil sampai di depan Gerbang Kediaman Keluarga Huang.
“Siapa kalian berlima, ada urusan apa disini?” Penjaga membentak Fang Chen dkk.
“Crack…!” Liu Changhai yang melihat tuan mudanya dibentak langsung mencekik penjaga itu dan membenturkannya ke gerbang kayu hingga menghancurkannya.
Mendengar suara keributan di pelataran, semua anggota Keluarga Huang langsung keluar dari ruangan masing-masing dan melihat siapa yang berani membuat kekacauan di Kediaman Keluarga Huang.
Fang Chen dan kelima bawahannya dengan santai memasuki pelataran itu tanpa merasa dosa sama sekali, padahal penjaga yang tadi sekarang pingsan dan gerbang kediaman ini sudah hancur menjadi serpihan kecil.
“Berani sekali kamu membuat kekacauan disini, rasakanlah kekuatanku, hyaaaah!” Salah satu anggota keluarga sudah bersiap untuk menyerang Fang Chen.
Benturan energi terjadi antara To Mu yang menahan serangan yang mengarah ke Fang Chen.
“Jangan sok kuat, panggil saja petinggi keluarga ini, tuan muda kami ingin berbicara dengan mereka semua,” bentak To Mu sambil melemparkan tubuh anggota keluarga itu sejauh 10 meter ke depan.
“Prok… Prok… Prok…”
Suara tepuk tangan mengambil perhatian semua orang, tepuk tangan itu dari Patriark Huang Gong yang berjalan mendekati pelataran kediaman dimana tempat Fang Chen dan kelima bawahannya berada.
“Selamat datang tamu spesial, maafkan aku karena tidak menyambut tuan Fang Chen di gerbang tadi, itu merupakan kesalahanku,” ucap Patriark Huang Gong dengan sopan.
“Oh, akhirnya kamu keluar,” sinis Fang Chen.
__ADS_1
“Jika aku tidak keluar, mungkin puluhan anggota keluargaku yang ada disini akan menjadi mayat karena kamu akan membantai mereka tanpa ampun,” jawab Patriark Huang Gong masih dengan senyum palsunya.
“Kalau begitu bagaimana jika aku mencobanya sendiri, aku tidak tahu apakah aku memang sekuat itu sampai bisa membuat Patriark Huang Gong yang terhormat begitu tinggi memandang diriku,” balas Fang Chen kemudian melesat dengan pukulan yang mengarah langsung ke Patriark Huang Gong.
Puluhan anggota keluarga dan beberapa kultivator lainnya yang berada disamping Patriark Huang Gong mencoba untuk menahan pukulan itu, tapi kelima bawahan Fang Chen dengan sigap mencegah hal itu.
Hingga akhirnya pukulan Fang Chen beradu dengan pukulan Patriark Huang Gong serta membuat bangunan dan tanah di sekitar mereka berdua bergetar.
“Boooom…!”
“Oh kamu bisa menahan pukulan tangan kiriku, kalau begitu sekarang aku akan sedikit serius, aku akan menggunakan tangan kananku,” ucap Fang Chen yang tiba-tiba saja menghilang dan sudah berada di belakang tubuh Patriark Huang Gong.
Patriark Huang Gong tidaklah lemah, dia berhasil menahan pukulan kedua Fang Chen dengan refleknya yang luar biasa.
“Duar…”
“Memang tidak mengecewakan orang yang akan menjadi musuh terbesar dari keluargaku, kamu membuatku mengenang masa lalu ketika ada orang yang bisa membuatku mengeluarkan semua kekuatanku,” senang Patriark Huang Gong.
“Aku juga begitu, ayo kita lanjutkan, aku berharap kamu tidak akan mati dengan mudah.” Fang Chen terus beradu pukulan dengan Patriark Long Heng.
Kedua orang kuat itu memiliki kecepatan yang tinggi, perpindahan pertarungan mereka melingkupi seluruh pelataran kediaman dan hampir membuat sebuah banguna rusak parah.
“Buuk… buuk… buuk…”
“Meskipun tanganmu sudah mati rasa, tapi kamu masih memaksakan diri untuk menerima dan membalas pukulanku, semangatmu tinggi juga pak tua,” puji Fang Chen sambil terus memberikan pukulan yang dialiri energi qi itu.
“Kamu sangat berbahaya anak muda, aku tidak menyangka kamu bisa sekuat ini hanya dengan menggunakan pukulan sederhana, bagaimana jika kamu menggunakan senjata andalanmu itu,” puji Patriark Huang Gong sambil terus menghindari, menangkis dan membalas pukulan Fang Chen.
__ADS_1