
Fang Chen tidak bisa berkata-kata, dia sudah memikirkan bahwa masih ada orang yang menyayanginya dalam diam seperti ini, dia langsung merasakan perasaan akrab pada Kakek Benjiro.
“Kamu pasti masih memikirkan mengenai silsilah kenapa kamu bisa menjadi cicitku bukan? Kalau begitu mendekatlah! Aku akan menceritakan semuanya,” ujar Kakek Benjiro tenang.
Fang Chen mendekat sambil membantu kakek buyutnya itu duduk di tempat tidur miliknya. Kakek Benjiro kemudian memulai ceritanya, mengenai asal usul ayah Fang Chen yang ternyata adalah cucunya sendiri.
Semuanya berawal dari beberapa ratus tahun yang lalu ketika Kakek Benjiro yang memiliki seorang putri, dia sebenarnya sudah dijodohkan dengan laki-laki pilihan ayahnya yang tidak lain adalah Kakek Benjiro.
Singkatnya, putrinya tidak menerima perjodohan karena sudah memiliki laki-laki yang menjadi kekasihnya kala itu, yang tidak lain adalah kakek kandung Fang Chen.
Hal itu berlangsung cukup alot, namun pada akhirnya Kakek Benjiro merelakan putrinya untuk menikah dengan orang pilihannya.
Konsekuensi dari itu, putrinya akan dicoret dari gelar, marga dan warisan Klan Fujiwara, dia bukan putri dari seorang Ketua Klan lagi.
Serta harus memutuskan semua hubungan apapun dengan Klan Fujiwara yang kala itu sangat berkuasa dan memiliki kekuatan yang sangat besar.
Dan hal ini menjadi tabu di kalangan pemilik Marga Fujiwara yang kala itu sangat mendominasi, jadi Keluarga Fang yang ada di Negara TK seringkali mendapat tekanan langsung dari Klan Fujiwara.
Namun, karena derajatnya yang lebih tinggi, akhirnya Klan Fujiwara menggunakan tangan Keluarga Huang untuk mengendalikan dan terus menekan Keluarga Fang agar tidak bisa berkembang lebih besar tanpa sepengetahuan Kakek Benjiro.
Alasan inilah kenapa waktu itu Klan Fujiwara membantu Keluarga Huang, karena ada niat terselubung yang mereka incar.
Namun sejak kekalahan dan kehancuran Keluarga Li, Klan Fujiwara kemudian sadar bahwa nama besar mereka semakin membuat banyak anggota klan sombong dan semena-mena.
Sampai akhirnya terjadi sebuah pemberontakan yang dilakukan oleh adik-adik dari Kakek Benjiro, karena tipe kepemimpinan Kakek Benjiro yang menurut mereka kurang tegas dan kurang mendominasi.
__ADS_1
Terjadilah pertarungan antar anggota klan, meskipun pada akhirnya para anggota klan yang mendukung Kakek Benjiro berhasil menanggulangi pemberontakan tersebut.
Banyak anggota klan yang akhirnya mati mengenaskan dan membuat pukulan telak bagi Klan Fujiwara, serta sejak itulah Kakek Benjiro sering sakit-sakitan karena atas perintahnya dia membunuh adik-adiknya sendiri dan para anggota klannya sendiri.
Singkatnya, dengan berkembangnya waktu, Klan Fujiwara kembali memiliki kekuasaan paling tinggi di Negara JP setelah mengalahkan semua klan-klan lain yang ingin menyerang mereka.
“Dan begitulah dosa-dosa masa laluku…” Kakek Benjiro meneteskan air mata, beberapa orang yang ikut masuk ke dalam ruangan juga tidak bisa membendung air mata mereka.
Mereka semua tahu bahwa masa-masa itu adalah masa tersulit dan paling kelam, oleh karena itu pembahasan ini menjadi hal tabu bagi semua anggota Klan Fujiwara.
Dan barangsiapa yang menyebarkan cerita ini tanpa ada perintah, dia akan dihukum berat bahkan harus melakukan seppuku atau harakiri untuk menebus dosanya.
“Kurang lebih aku mengerti, Kakek…” Fang Chen ikut meneteskan air mata, dari garis wajah kakeknya itu, dia bisa melihat seberapa banyak tanggung jawab yang harus dipikul oleh Kakek Benjiro.
*
*
*
“Tidak usah cucuku, aku sudah tua, sudah waktunya aku digantikan oleh para orang-orang baru di klan ini, tugasku sudah selesai dan keinginanku untuk bertemu denganmu sudah terpenuhi,” tolak Kakek Benjiro.
Namun, setelah paksaan dari Fang Chen dan para petinggi lainnya yang tidak membiarkan Kakek Benjiro meninggal begitu saja, akhirnya si kakek mengalah dan menerima pengobatan dari cicitnya itu.
“Kalian semua menyingkirlah sedikit, aku akan melakukan sebuah prosesi pembuatan pil ajaib, jadi aku mohon untuk sedikit menyingkir,” mohon Fang Chen.
__ADS_1
Dia kemudian mengeluarkan semua bahan-bahan pembuat pil sesuai dengan takaran yang dipandu sistem, kemudian dia mengeluarkan sebuah tripod alkemis dan mulai membentuk pil.
Aroma harum obat-obatan sudah mulai terasa dan membuat energi di sekitar sana menjadi lebih padat dan lebih berkhasiat dan dalam waktu cukup lama itu akhirnya Fang Chen berhasil membuat 3 jenis pil yang berbeda.
“Kakek minumlah Pil Penambah Umur tingkat Jade Puncak ini…” Fang Chen meminumkan pil itu dengan lembut.
Fang Chen juga ikut mengalirkan energi murni miliknya di daerah punggung kakeknya tersebut dan kemudian memberikan pil lainnya.
Proses ini terjadi berulang kali sampai akhirnya 3 Pil tingkat Jade Puncak sudah masuk ke dalam perut Kakek Benjiro dan sudah dicerna dengan baik.
Tubuh Kakek Benjiro sudah terlihat semakin membaik, semua orang lega melihatnya, dia tertidur lelap di tempat tidur dengan aliran energi hangat yang terus mengalir dari tangan Fang Chen.
*DUAR!
Ketenangan semua orang itu terganggu dengan sebuah ledakan di depan kediaman Klan Fujiwara.
“Hei, orang-orang Fujiwara, lebih baik kalian keluar, karena kami akan membunuh dan mengambil alih semua kekuasaan kalian di negara ini! Cepat kalian keluar!” teriak seseorang lantang di depan sana.
“Sial, siapa pengganggu itu! Belati Tuhan cepat bereskan!” tegas Fang Chen.
“Baik, Tuan muda.” Yang Kai dan lainnya langsung menghilang dan sampai di depan kediaman.
*
*
__ADS_1
*