
“Tenang kakek tua, aku hanya ingin menanyakan sesuatu, apakah bisa?” Fang Chen membalas aura membunuh orang di hadapannya sebanyak sepuluh kali lipat.
*CRACK!
Si Kakek Tua juga tidak ingin kalah, dia menambahkan aura membunuhnya hingga akhirnya bisa dirasakan oleh beberapa ruangan dan sebagian orang yang sensitif terhadap aura membunuh.
Bentrokan dua aura membunuh tersebut berakibat pada ruangan yang mulai retak dan semua peralatan dan perabotan yang ada di dalamnya sudah seperti ingin hancur saja.
“Cukup, kalian berdua mengganggu ketenteraman tamu-tamu yang lain, bisakah kalian menghilangkan aura membunuh yang sangat kuat itu?” Seorang pria paruh baya datang dengan momentum yang kuat.
Bahkan dia berhasil menghilangkan bentrokan kedua aura dengan hentakannya saja, dia adalah salah satu petinggi dari Organisasi Alkaido.
Fujiwara Isamu, Yang Kai dan Zhang Bijie sudah bersiap dalam posisi bertarung, karena mereka bertiga memiliki insting yang kuat mengenai bahaya dari pria paruh baya yang baru saja datang.
Namun Fang Chen masih dengan tenang menguasai arah pembicaraan, “Akhirnya pihak yang benar-benar berwenang datang, aku mengatakan hal tadi memang karena aku benar-benar ingin bertanya, bisakah kamu menjawabnya?”
Pria paruh baya yang melihat Fang Chen tidak gentar bertemu dengannya sedikit takjub, karena jarang sekali ada seorang manusia biasa yang bisa berbicara lancar dengannya secara langsung.
“Kamu menarik sekali tuan, karena hari ini adalah hari yang baik, bolehkah saya tahu, anda ingin bertanya mengenai apa?” Pria paruh baya tersebut menurunkan intonasi suaranya.
“Oeee kakek tua, apakah kamu ingin selamanya kita beradu aura membunuh!” Fang Chen berbicara dengan kakek tua yang ada di belakang pria paruh baya.
Pria paruh baya itu memandang si kakek tua, dia memberikan sebuah kode agar menghentikan aura membunuh yang terpancar darinya.
“Cih, baiklah, aku akan memberikan pemuda sombong ini kepadamu, tapi harus diingat aku adalah orang yang pendendam!” Kakek tua dan para petugas keamanan lainnya meninggalkan ruangan.
__ADS_1
“Sekarang bisakah aku mendengar pertanyaan penting anda?” Pria paruh baya membuka mulutnya lagi, dia semakin tertarik dengan pemuda yang ada di depannya ini.
“Sederhana saja, aku hanya ingin tahu, apakah pelelangan ini menerima pembayaran dengan kepingan emas seperti ini?” Fang Chen melemparkan sebuah kepingan emas kepada si pria paruh baya.
Pria paruh baya bukannya menjawab malah tertawa keras, “Hahaha! Aku kira kamu ingin bertanya mengenai apa, ternyata hanya masalah sepele, berani sekali kamu mengganggu pelelangan ini hanya demi pertanyaan rendahan seperti itu?”
“Melihat dari reaksimu, sepertinya kalian juga menerima pembayaran menggunakan kepingan emas, kalau begitu silahkan taksir, berapa harga dari kepingan emas itu jika diubah dalam bentuk dollar?” Fang Chen bertanya dengan tenang.
“Pelelangan ini dibuat untuk tujuan bisnis, tentu saja kami menerima semua pembayaran termasuk kepingan emas murni ini, bagaimana jika aku menghargai kepingan emas ini sebanyak 300 dollar?”
Pria paruh baya itu bisa menaksir harganya setelah melihat tingkat kemurnian kepingan emas seberat lima gram ini, untuk kisaran resminya mungkin diantara 290-310 dollar, oleh karena itu dia menawarkan angka tengahnya.
“Deal! Kalau begitu bagaimana jika kamu menemani aku disini untuk memberikan penawaran kepada semua barang yang akan aku borong hari ini?” Fang Chen sepertinya juga tertarik kepada pria paruh baya itu.
“Tuan muda-”
“Hahaha! Kamu benar-benar menarik anak muda, kalau begitu aku menerima tawaranmu, aku ingin melihat seberapa kaya kamu sampai berani mengajakku melihat barang apa saja yang kamu beli!”
Pria paruh baya itu duduk begitu saja disamping Fang Chen menempati tempat duduk Fujiwara Isamu, kini Yang Kai, Zhang Bijie dan Fujiwara Isamu berdiri di belakang kursi kedua orang kuat itu.
“Silahkan dilanjutkan, tamu VIP ini akan membayar menggunakan kepingan emas, aku sebagai penjaminnya!” Pria paruh baya itu berteriak kencang kepada pembawa acara.
“Baik tuan. Mohon maaf untuk tamu-tamu lainnya, barusan ada sedikit keributan yang akhirnya sudah selesai, bagaimana jika kita melanjutkan penawaran pedang samurai ini?” Pembawa acara menarik perhatian semua orang.
Penawaran terus berlanjut, tapi sesuai dengan tujuan awal, pemenang dari pelalangan Pedang Samurai adalah Fang Chen di angka 20 juta dollar setelah dibantu mengonversi kepingan emasnya.
__ADS_1
Penawaran barang berlanjut, beberapa barang sudah keluar, tapi belum ada yang menarik perhatian Fang Chen dan ketiga bawahannya.
“Melihat dari tingkat kekuatanmu daripada semua orang yang ada disini, sepertinya kamu adalah salah satu petinggi organisasi ini ya?” Fang Chen memutuskan untuk mengobrol dengan pria paruh baya sambil menunggu barang yang diminatinya.
“Penglihatanmu boleh juga anak muda, tapi bukankah aneh seorang pemuda tidak terkenal sepertimu bisa menahan aura membunuhku yang sudah membunuh ribuan orang ini?” Pria paruh baya sedikit aneh dengan hal itu.
“Sebelum aku menjawabnya bisakah aku mengetahui namamu, tidak enak bukan mengobrol tapi tidak tahu nama satu sama lain?” Fang Chen bertanya dengan santai.
“Sebenarnya ini merupakan sebuah rahasia, tapi karena aku tertarik kepadamu, kamu aku bolehkan tahu nama samaranku, atau lebih tepatnya namaku yang terkenal di pulau ini, kode namaku adalah Alka, kamu bisa memanggilku Pak Tua Alka.” Pak Tua Alka ternyata dengan senang hati menjawabnya.
Tapi, Fujiwara Isamu yang terlihat seperti berpikir, setelah dia mengingat nama itu, dia sangat terkejut yang ada di depannya ini bukan lagi seorang petinggi, tapi merupakan salah satu dari dua orang pemimpin tertinggi di organisasi Alkaido ini.
“Tuan muda-”
“Tidak perlu kamu jelaskan, melihat ekspresimu yang seperti itu, ditambah lagi dengan kesamaaan nama, apakah kamu adalah pemimpin organisasi ini Pak Tua Alka?” Fang Chen bertanya dengan serius kali ini.
“Hahaha! Ya begitulah, tapi tidak usah takut, aku memang sering sekali bertindak semena-mena seperti ini dan kebetulan aku tertarik kepadamu anak muda, apalagi setelah melihat kami mengeluarkan barang dari cincin penyimpanan, aku jadi lebih tertarik lagi.”
Dari nada suaranya, sepertinya Pak Tua Alka sedang tersenyum dan bahagia, karena selama ini tidak ada yang menganggapnya sebagai teman atau orang biasa seperti Fang Chen dan bawahannya ini.
Pak Tua Alka menggunakan sebuah topeng dari Kepulauan Nauru jadi dari tadi mereka semua tidak bisa melihat wajah asli dari Pak Tua Alka, begitu juga sebaliknya.
“Kalau kamu tahu bahwa aku pemilik cincin penyimpanan, apakah kamu bisa menebak aku siapa?” Fang Chen ingin menggali seberapa luas pengetahuan dari Pak Tua Alka.
“Pilihannya hanya ada dua, antara kamu adalah lima pemegang cincin atau seorang pemuda yang kebetulan memiliki cincin keenam yang berasal dari negara TK, tapi melihat perawakan, kemungkinan besar kamu yang terakhir.” Pak Tua Alka memberikan pendapatnya.
__ADS_1
“Kamu hebat Pak Tua Alka!” Bukannya takut, Fang Chen malah senang. Dan akhirnya kedua orang itu tertawa bersama, entah apa yang ada dalam pikiran kedua orang kuat ini.