
Anming terkejut dengan bentakan Fang Chen, “Apakah kamu masih laki-laki yang selalu menolongku dulu ketika aku kesusahan, apakah kamu masih laki-laki yang selalu membelaku dulu ketika aku di bully oleh para bajingan di kampus itu, apakah kamu masih sahabatku, masih saudaraku?” Fang Chen membentak Anming lagi, bahkan sekarang bentakan Fang Chen lebih keras dari yang pertama tadi.
"Sudah Kak Chen, sudah." Annchi mencoba untuk menenangkan Fang Chen, "Maafkan aku kawan, aku barusan berpikir pendek, aku tidak memikirkan efek jangka panjang yang mungkin akan terjadi, terima kasih telah menyadarkanku." Anming.
"Nah, akhirnya kamu sadar, apakah kamu mau menjadi pria lembek seperti tadi, menjijikan sekali, lebih baik sebagai pria sejati seharusnya kamu menantang semua orang diluar sana untuk mengguncang Keluarga Luo sampai jatuh." Fang Chen.
"Tapi kamu akan tetap menjaganya dengan seluruh jiwa ragamu, bukankah dulu kamu mengatakan itu kepada saat kamu mengkhayal tentang masa depan." Fang Chen.
Mereka berdua akhirnya berpelukan layaknya saudara, Annchi melihat itu cukup bahagia ternyata kedua orang ini tetap seperti dulu, meskipun kata-katanya kasar.
__ADS_1
Saling meroasting, tapi semua itu untuk mengingatkan kesalahan masing-masing, untuk memperbaiki sahabat sekaligus saudaranya sendiri. Itulah bentuk persahabatan Fang Chen dan Anming dai dulu.
"Baiklah untuk menebus kesalahanku, bagaimana jika kita makan malam bebek peking, aku yang traktir, bagaimana, setuju?" Anming menawarkan.
"Boleh, bagaimana jika kamu ajak Liu Yifei agar lebih meriah lagi, bagaimana?" Fang Chen memberikan sebuah ide yang tidak buruk sama sekali.
"Baiklah, aku akan menghubunginya sambil kita menuju ke restorannya." Kemudian mereka bertiga langsung menuju ke Restoran Bebek Peking dan tidak lama kemudian Liu Yifei juga sudah sampai, mereka berempat kemudian makan bersama sampai 2 Bebek Peking besar habis mereka makan.
"Liu Yifei sepertinya kamu kurang sehat ya, apakah kamu sakit sekarang? Jika iya kenapa kok masih mau kesini, tidak istirahat di rumah saja" Anming bertanya dengan lembut sambil membelai rambut Liu Yifei.
__ADS_1
"Hmm, bukan masalah besar sayang, aku hanya sedikit kelelahan saja" Liu Yifei berbohon dan seperti menyembunyikan sesuatu, dia tidak ingin Luo Anming dan yang lainnya tahu tentang sesuatu yang dia sembunyikan itu.
Liu Yifei ini benar-benar seperti perempuan polos yang sedang mendapatkan sebuah berita yang membuatnya sedikit shock dan hal itu bertepatan dengan hari ini.
"Baiklah jika memang kamu tidak mau memberitahu, tapi ingat, jika kamu benar-benar membutuhkan bantuan, aku akan selalu siap oke?" Anming kemudian mencium kening Liu Yifei.
'Ada yang aneh, kenapa Liu Yifei bertingkah seperti itu, apakah sebuah kebetulan saja, atau memang aku yang terlalu sensitif setelah tadi menasehati Anming saja ya.' Gumam Fang Chen.
'Tidak mungkin kan Keluarga Liu Provinsi Sichuan ini ada hubungannya dengan Organisasi Mawar Hitam ini, ah biarlah mungkin hanya perasaanku saja.' Gumam Fang Chen.
__ADS_1
'Seharusnya 100 Belati Tuhan itu sudah menjalankan rencana untuk membunuh beberapa orang yang memiliki hubungan dengan Organisasi itu secara diam-diam.' Gumam Fang Chen.
"Kak Anming, mungkin beberapa hari kedepan aku tidak bisa menemuimu dulu, aku harus berkabung karena ada beberapa kerabat dekatku yang meninggal." Liu Yifei.