
"Tidak masalah, aku sudah lama tidak melihat ayahku seperti itu, dia kali ini bertemu dengan musuh alaminya, hehe." Matriark Li tertawa pelan.
"Sambil menunggu mereka berdua kecapekan sendiri, bisakah kalian ceritakan mengenai pemuda itu, aku ingin tahu semuanya." Matriark Li.
"Baik matriark, kami akan menceritakan semua hal mengenai tuan muda kami, kami bertemu dengan tuan muda beberapa bulan yang lalu, dia … … … " Kong Li mulai bercerita panjang lebar.
Setelah Kong Li selesai menceritakan hal itu, "Oh itu perbuatan pemuda itu dan pasukan baru yang ada di Sichuan itu ya?" Matriark Li menyimpulkan.
"Kurang lebih seperti itu matriark." Kong Li.
Bertepatan dengan itu, kedua orang yang dari tadi bertarung dengan kekuatan fisik sudah menentukan pemenangnya.
"Hahaha, jika sudah punya tulang tua, jangan terlalu sombong pak tua, akhirnya kalah juga bukan, hahaha." Fang Chen sombong karena dia yang keluar menjadi pemenangnya.
__ADS_1
"Kalian berdua sudah cukup puas main pukul-pukulan, sekarang kesini, kita makan terlebih dulu sambil aku memenuhi janjiku tadi tentang apa yang ingin kamu katakan kepadaku?" Matriark Li dengan nada agak kesal.
"Jangan marah begitu cantik, kami berdua akan segera kesitu. Ayo pak tua, apakah kamu mau dimarahi oleh anakmu sendiri?" Tanya Fang Chen.
"Jangan sampai dia marah, jika tidak kita berdua akan terkena masalah yang serius, dia sangat menakutkan jika sedang marah." Tubuh Li Fu menggigil ketakutan mengingat hal tersebut.
"Oleh karena itu, ayo kita kesana pak tua, sebelum dia benar-benar marah." Ajak Fang Chen.
Beginilah keakraban antara laki-laki, padahal mereka berdua baru saja berantem, tapi sekarang tiba-tiba saja sepemahan, memang aneh sekali hubungan kedua orang ini.
"Apakah aku boleh tahu nama dan wajahmu yang selalu tertutup cadar itu? Jika aku selalu memanggilmu dengan Matriark Li, terkesan sangat formal bukan? Dan aku sedikit penasaran dengan wajahmu" Fang Chen.
"Deg…" Semua orang seketika langsung berhenti makan, mereka tidak mengira Fang Chen akan sangat tidak sopan dengan bertanya seperti itu.
__ADS_1
Tapi, Matriark Li malah menanggapi pertanyaan itu, "Eh, jika kamu sudah tahu namaku, kamu mau apa? Sama halnya dengan wajahku, apakah itu berguna untukmu?" Matriark Li.
"Untuk namamu mungkin nanti bisa kutulis di buku nikah kita nanti, sedangkan untuk wajahmu mungkin aku akan mengunjungi bulan dan berbicara kepadanya bahwa ada yang lebih indah daripada bintang, hehe." Goda Fang Chen.
Dibalik cadarnya, wajah putih Matriark Li merah merona karena gombalan sederhana dari Fang Chen tersebut.
'Cih, kenapa jantungku tiba-tiba saja berdetak kencang seperti ini, biasanya aku tidak akan terpengaruh sama sekali, tapi dengan kalimat sederhana dari pemuda ini hatiku tergugah begitu saja.' Pikir Matriark Li.
"Kenapa kamu malah diam ?" Tanya Fang Chen.
"Apakah kamu tahu berapa umur orang yang sedang kamu gombalin ini?" Tanya balik Matriark Li.
"Memangnya berapa?" Tanya Fang Chen, dia baru saja melakukan kesalahan besar, dia lupa bahwa menanyakan spesifik usia seorang perempuan adalah hal yang sangat tabu.
__ADS_1
Matriark Li sudah mulai mengeluarkan hawa-hawa kemarahan, Kong Li dkk dan Li Fu kemudian mendekati Fang Chen dan menyentuh pundaknya.