SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P268 - 4 Hewan Mata Angin


__ADS_3

“Kalian ingin membuat rasku menjadi budak, apakah kalian sudah berpikir lebih lanjut mengenai perkataan kurang ajar kalian itu?” tanya Fang Chen geram, dia sekarang sudah turun dari posisi terbang dan menghilangnya.


4 Monster Saint itu langsung menatap Fang Chen dengan penuh ketegangan, mereka seperti merasa kecolongan dengan membiarkan seorang manusia bisa mendekati mereka tanpa terdeteksi seperti ini.


“Siapa kamu? Bagaimana bisa kamu menghilangkan hawa keberadaanmu dari deteksi kami dan dari perkataanmu tadi, sepertinya kamu adalah pemimpin manusia terkutuk di Dunia Fana ini ya?” tanya Genbu si Kura-Kura.


“Sudahlah saudara Genbu, sepertinya orang ini tidak mau menjawabnya, lebih baik kita selesaikan saja orang tidak tahu diri ini, kelihatannya dia hanyalah seorang Saint Puncak, beberapa tingkat di bawah kita,” jawab Byakko si Harimau Putih.


“Kalian tadi menyebut mengenai Dunia Immortal, apakah kalian berasal dari sana? Sebelum kita bertarung, boleh kutahu kalian berasal dari Kerajaan apa disana?” tanya Fang Chen tenang.


“Ooo … kamu sepertinya tahu mengenai Dunia Immortal, jangan - jangan kamu bukan dari dunia ini dan kamu salah satu pasukan kerajaan dunia immortal yang lebih dulu sampai di dunia ini?” selidik Suzaku si Burung Api.


Empat pemimpin monster langsung bersiap untuk bertarung, mereka semua tahu jika musuhnya merupakan salah satu dari pasukan dunia immortal, maka pertarungan mereka akan menjadi sangat intens.


“Tenang saja, aku hanya mendengarnya dari catatan kuno yang ada di salah satu perpustakaan keluargaku, aku tidak menyangka bahwa dunia immortal benar-benar ada,” jawab Fang Chen berbohong.


“Siapa yang akan percaya pada kebohonganmu itu, kalau memang kamu tidak ingin memberitahu, sepertinya kita hanya bisa menyelesaikan semuanya dengan sebuah pertarungan, maju sini!” bentak Seiryu si Naga Biru.


“Kalian sangat percaya diri yang bisa mengalahkanku, aku tahu ranah kultivasi kalian lebih tinggi dari sekarang, tapi karena batasan dunia ini, kekuatan kalian hanya bisa sampai di ranah Saint Puncak,” simpul Fang Chen.


“Hehehe … kamu sadar diri ya, daripada berlama-lama lagi, mari kita mulai pertarungan ini, biarkan aku saja mengurusi cecunguk ini,” ucap Seiryu sombong, dia merasa bisa mengalahkan Fang Chen sendirian.


“Baiklah, kami hanya akan menjadi penonton, selesaikan dengan cepat,” pinta Byakko, Genbu dan Suzaku.


Fang Chen dan Seiryu bertatapan, kemudian mereka berdua bergerak dengan kecepatan tinggi dan memberikan serangan masing-masing dan menyebabkan sebuah getaran besar dari benturan serangan itu.







__ADS_1




Yang Kai dan Belati Tuhan dibantu oleh semua anggota Klan Fujiwara yang ikut, masih berkutat dengan ribuan monster yang tidak ada hentinya.


Serangan demi serangan sudah mulai membuat beberapa lubang besar di tanah, kekuatan Belati Tuhan memang tidak bisa diremehkan.


Kini, semua anggota klan paham dengan maksud Fang Chen tadi, kekuatan mereka terlalu terpaut jauh sampai-sampai tidak sebanding dengan 1/10 kekuatan Belati Tuhan.


Hanya Kenzo dan anak muda lainnya yang ingin menunjukkan kekuatan mereka yang tidak terima dengan fakta itu.


Meskipun, dia dan lainnya sudah mengakui kekuatan Fang Chen dan Belati Tuhan, tapi mereka masih ingin menunjukkan kebolehan mereka.


Sampai suatu waktu Kenzo terbang terlalu dekat dengan puluhan ribu monster dan terkepung, dia sekarang sedang kewalahan menghadapi monster-monster itu, hingga …


*BOOOM!


Yang Kai dengan sigap mendekatinya dengan kekuatannya yang sudah sampai di titik Saint level 1, dia melepaskan serangan jarak jauhnya dan membakar semua monster di sekitar Kenzo dalam waktu beberapa detik saja.


‘Memang darah tuan muda tidak mengecewakan sama sekali, aku dan para belati tuhan lainnya bisa mendapatkan kekuatan dan kecepatan kultivasi yang tidak masuk akal,’ gumam Yang Kai dalam hatinya.


Yang Kai mendekati Kenzo dan memukul kepalanya, “Aku tahu kamu ingin menunjukkan kekuatanmu, namun tidak dengan begini caranya!” bentak Yang Kai marah.


“Aduh … maafkan saya Tuan Yang Kai, saya tidak akan mengulanginya lagi,” jawab Kenzo menundukkan kepala dan kembali ke barisan Belati Tuhan dan anggota klannya.


Pertarungan terus berlanjut hingga beberapa jam lagi, para monster tidak ada habisnya, jumlah mereka bahkan seakan-akan tidak pernah habis.


Hal ini membuat sebuah kecurigaan bahwa para monster ini sepertinya berjumlah lebih dari jutaan monster, karena setelah seharian penuh jumlah mereka tidak habis sama sekali, bahkan monster-monster berkekuatan tinggi semakin banyak.


“Ini tidak bisa dibiarkan, lebih baik kita mundur terlebih dulu dan mengisi energi kita, kita tidak bisa bertarung dengan kondisi kelelahan seperti ini,” keluh salah satu anggota klan.


*BUK!


“Ini! Minumlah pil ini! Bagikan juga pada anggota klan lainnya, kita tidak akan kembali sampai tuan muda selesai mengurus urusan di dalam pulau ini!” tegas Yang Kai sambil melemparkan pil pengembali energi dalam penyimpanannya.


Dia mengangguk dan minum pil energi, secara ajaib seluruh tubuh dan energi yang tadinya hilang sudah kembali terisi penuh, kondisinya bahkan lebih baik daripada saat pertama kali datang ke pulau ini.

__ADS_1


Dia kemudian membagikannya pada semua anggota klan lainnya agar bisa terus mempertahankan pinggiran pantai ini agar tidak terjadi kekacauan di daratan utama Negara JP.


Setelah semua orang meminum pil tersebut, mereka kembali bersemangat untuk melawan puluhan ribu monster itu lagi dan lagi.


Sampai tidak terasa mereka sudah bertarung sampai tiga hari 3 malam tanpa henti, dan akhirnya para monster sudah mulai berkurang dan sekarang hanya tinggal beberapa puluh saja.


[Selamat, Master mendapatkan 1,2 juta EXP & 120 ribu SP, karena bawahan Master sudah membunuh puluhan ribu monster selama beberapa jam terakhir.]


“Hah … akhirnya berhenti juga, kami tidak menyangka pertama kali sampai di pulau ini, kami semua akan menghadapi semua monster itu secara langsung,” ucap anggota klan.


“Benar, namun lihatlah Tuan Yang Kai dan Belati Tuhan, mereka semua bahkan tidak terlihat kelelahan setelah pertarungan 3 hari 3 malam ini berlangsung,” sambung anggota klan lain.


“Mereka sepertinya masih mencemaskan kedatangan Tuan muda Fang Chen dari balik pepohonan hutan pulau monster misterius ini, andaikan bukan karena perintah menjaga kita, mungkin mereka sudah masuk ke dalam,” imbuh anggota klan lain.


Kekaguman demi kekaguman dirasakan setiap anggota klan, mereka perlahan bisa menerima kehadiran belati tuhan dalam klan mereka.


Termasuk Kenzo dan anak muda lainnya, mereka semua sekarang sudah menerima Fang Chen dan Belati Tuhan sepenuhnya, tidak seperti sebelumnya.


Beberapa jam berlalu begitu saja, sampai akhirnya terlihat Fang Chen sedang menghadapi 4 monster yang terlihat seperti pemimpin sedang bertarung di langit, pertarungan mereka memecah keheningan malam yang ada.


*BOOOM!









__ADS_1


“Dasar manusia bodoh! Kamu pikir bisa menghadapi kami berempat sekaligus, apakah kamu bermimpi?” tanya Byakko meremehkan, dengan bentuk harimau putihnya dia terlihat sangat-sangat berwibawa dan di saat yang sama sangat menakutkan.


__ADS_2