SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P142 - Kejutan Fang Chen


__ADS_3

Patriark Song menyetujui hal itu, tidak berapa lama akhirnya mereka semua menggunakan segala cara untuk mulai mengidentifikasi pelaku penyerangan yang membuat Keluarga Song kehilangan dua kelompok dalam jumlah besar.


Usaha mereka semua mulai dari mengecek siapa saja yang keluar masuk ke Provinsi Hubei, menyewa beberapa profesional untuk mengetahui motif dari para pelaku penyerangan dan masih banyak yang lainnya.


Tapi di sela waktu mereka semua sedang menggali informasi mengenai para penyerang itu, ternyata Fang Chen dan Belati Tuhan sudah selangkah lebih maju dari mereka semua.


Fang Chen dan Belati Tuhan sudah menghilangkan semua jejak yang bisa membuat mereka ketahuan, ketika datang ke Provinsi Hubei saja mereka menggunakan identitas palsu demi menunjang hal tersebut.


Beberapa pasukan Belati Tuhan juga ada yang ditempatkan untuk menyamar menjadi salah satu anak buah dari Kelompok Merak Hitam, jadi Fang Chen dkk bisa mendapatkan informasi terpercaya mengenai pergerakan Keluarga Song.


Di Markas Belati Tuhan.


“Tuan muda, sepertinya mereka ingin melakukan full counter atas penyerangan kita kepada kedua kelompok mereka itu,” lapor Yang Kai.


“Biarkan saja mereka, meskipun mereka menggunakan intelejen paling elit, tidak akan bisa mengetahui identitas kita dengan cepat, jadi sebelum itu kita harus menghabisi semua kelompok itu dan hanya menyisakan Keluarga Song seorang diri,” jawab Fang Chen santai.


“Baik, tuan muda,” jawab Yang Kai.


“Tuan muda, saya juga ingin melaporkan bahwa pemilihan umum yang akan dilakukan beberapa waktu lagi sudah mengalami kemajuan, tapi tidak bisa membuat kita menang secara penuh,” lapor Paman LI Fu.


“Tidak perlu hingga menang, selama kalian bisa membuat sebuah kehebohan dan lawan kuat untuk Keluarga Huang, itu saja sudah cukup,” jawab Fang Chen tenang.


“Baik, tuan muda,” jawab Paman Li Fu.

__ADS_1


Hingga beberapa saat kemudian, mereka melaporkan perkembangan yang ada dalam dua hari terakhir, hingga akhirnya Fang Chen memutuskan untuk mengurangi pergerakan Belati Tuhan sampai beberapa hari lagi, setelah itu baru akan melakukan pembantaian secara besar-besaran.


Lima hari kemudian, dari kubu Keluarga Song memiliki perkembangan dalam penyelidikan, mereka akhirnya tahu siapa sebenarnya yang menyerang mereka selama ini.


Di Kediaman Keluarga Song.


“Ternyata selama ini kita telah diadu domba oleh Hotel Atlantis, tapi yang aneh dalam permasalahan ini adalah, kenapa mereka semua menyerang kita? Apakah karena hubungan kita dengan Keluarga Huang?” Penasehat bertanya ke forum diskusi dengan semua petinggi keluarga yang sedang berlangsung saat ini.


“Menurut saya, kemungkinan besar memang seperti itu, melihat kekuatan Keluarga Huang yang sangat besar, membuat siapapun akan ketakutan jika melawan mereka secara langsung,” jawab Ketua Kelompok Merak Hitam 1.


“Sepertinya tidak begitu saudara, memang di ibukota sudah terkenal mengenai konfrontasi Hotel Atlantis dengan Keluarga Huang dan Keluarga Fang, yang sering mengumandangkan tantangan adalah ketua mereka yang bernama Fang Chen,” tanggap Ketua Kelompok Merak Hitam 2.


“Fang Chen inilah yang menjadi sebuah pertanyaan, kenapa seorang pemuda sepertinya tiba-tiba saja bisa masuk dalam lingkaran pemegang kekuasaan yang cukup besar, kedua istrinya dari dua Keluarga Besar Ibukota,” sambung Tetua 1.


“Jika dia tidak memiliki hal yang istimewa, apakah masuk akal jika dia menjadi menantu kedua keluarga besar yang kekuatannya hampir sama dengan Keluarga Fang dan Keluarga Huang,” lanjut Tetua 1.


Pernyataan yang dikemukakan Tetua 1 membuat semua orang seperti melihat sebuah benang merah dari semua itu, sepertinya Fang Chen yang menjadi tokoh utama dalam setiap peristiwa besar yang ada di ibukota dan beberapa provinsi lainnya.


“Satu lagi yang menjadi pertanyaan, kenapa Fang Chen ini memiliki marga Fang, apakah ada hubungannya dengan Keluarga Fang Ibukota? Jika benar, bukankah inti dari permasalahan ini adalah hubungan antara Fang Chen, Keluarga Fang dan Keluarga Kita.” Tetua 1 menutup pernyataannya.


Semua orang mengernyitkan dahi, mereka semua sedang berpikir keras mengenai hubungan yang dimaksud oleh Tetua 1, hingga tiba-tiba saja terdengar sebuah suara yang cukup keras di dalam ruangan itu.


“Aku akan membantu untuk menjawab pertanyaan itu, hubungan Keluarga Fang, Keluarga Song denganku adalah kalian pernah menelantarkan seorang wanita cantik, seorang wanita yang paling penting di hidupku, kalian telah menelantarkan ibuku!” Teriak Suara itu.

__ADS_1


Suara itu adalah suara Fang Chen yang sedang menyamar menjadi salah satu penjaga pintu ruangan itu, dia menggunakan Artefak Mask of Thick Face yang bisa menyerupai wajah seseorang sesuai dengan keinginan pengguna, artefak yang dia dapatkan dari hadiah sistem.


Pemilik suara itu berjalan mendekati meja tempat diskusi itu dan mengeluarkan tekanan kultivasinya yang sangat kental.


“Brak…!”


Beberapa orang yang tidak mampu menahan tekanan kultivasi Fang Chen itu, langsung terjungkal ke bawah dan beberapa ada yang sampai menatap meja kayu itu hingga hancur.


Semua orang berusaha untuk bergerak dan menghalau tekanan kultivasi itu, tapi semua itu sia-sia, karena perbedaan tingkat kultivasi mereka tidak berbohong.


“Sia-sia saja kalian ingin menahan tekanan ini, kalian tidak akan bisa bergerak untuk sementara, aku disini tidak akan membunuh kalian secara langsung, aku kesini hanya ingin menyatakan perang secara terbuka kepada kalian semua,” tegas Fang Chen.


“Ka…mu…” Patriark Song kesulitan untuk berbicara karena tekanan yang dikeluarkan Fang Chen.


“Kamu diam saja, terutama kamu tua bangka, kamu adalah orang yang memutuskan untuk membuang ibuku dan membuat ibuku tidak memiliki penolong setelah diacuhkan oleh ayahku,” ancam Fang Chen yang berjalan pelan mendekati Patriark Song yang kesulitan bergerak itu.


“Seharusnya sebagai seorang ayah dari wanita cantik seperti ibuku, kamu setidaknya harus membela putrimu yang sedang dalam keadaan terpuruk, tapi…” Fang Chen menguatkan tekanannya.


“Kamu malah membuat ibuku seperti itu, jadi sekali lagi aku tekankan, setelah ini aku akan menggunakan seluruh kekuasaanku untuk membuat kalian semua menderita lebih dari yang ibuku alami, camkan kata-kataku ini,” ancam Fang Chen yang kemudian menghilang tiba-tiba.


Tekanan yang ada juga berangsur menghilang, semua orang sudah bisa bernafas lega dan sudah bisa berdiri tanpa beban lagi, tapi semua orang berpikiran hal yang sama sekarang, mereka sudah membuat musuh yang sangat kuat, ironisnya mereka masih memiliki hubungan darah dengan musuh kuat itu.


“Huk… huk… huk…”

__ADS_1


“Sepertinya hanya sampai disini saja nasib Keluarga Song, aku tidak pernah merasakan tekanan yang bahkan bisa membuat kita tidak bisa bergerak sampai seperti itu,” pasrah Tetua 1 yang sudah menduga bahwa musuh sebenarnya adalah Fang Chen itu sendiri.


"Hancur! Aku hancur oleh cucuku sendiri! Betapa bodohnya diriku ini! Hahaha!" Patriark Song menertawai diri sendiri atau lebih tepatnya dia menertawakan kebodohannya sendiri dalam keputusannya beberapa belas tahun yang lalu.


__ADS_2