SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P179 - Hari Peperangan


__ADS_3

Pipi kedua istrinya langsung memerah, mereka akhir-akhir ini terus berlatih agar tidak menjadi beban ketika perang melawan keluarga huang sampai mereka melupakan tugas sebagai seorang istri.


‘Betapa kasihannya suami, dia bahkan tidak berpikiran untuk jajan diluar, dia dengan setia menungguku dan Long Annchi selama ini, aku harus memuaskannya malam ini!’ Li Huanran sadar akan kesalahannya dan membuat sebuah janji.


Long Annchi juga berpikiran demikian, dia juga sedikit merasa bersalah karena orientasinya mengejar ketertinggalan ranah kultivasinya, sampai-sampai melupakan suami tercintanya, ‘Setelah ini aku akan memeras suami sampai dia tidak bisa bergerak lagi!’ Long Annchi optimis.


“Tidak usah berlama-lama lagi, mari kita menuju kamar!” Kedua istrinya langsung menggandengan kedua tangan Fang Chen dan menariknya menuju ke lift kemudian mereka bertiga masuk ke kamar utama mereka.


Fang Chen dipaksa untuk tidak melakukan apa-apa, dia mereka kini sedang ingin diterkam oleh dua singa betina yang kelaparan, tanpa sadar seluruh pakaiannya sudah terlucuti dengan sempurna, begitupun dengan kedua istrinya, mereka bertiga kini sudah melepas semua busananya.


Fang Chen didorong hingga jatuh terlentang ke kasur menghadap langit-langit kamar, Li Huanran yang memiliki kedua Buah Surgawi yang besar dan kenyal langsung menempelkan kedua buahnya tersebut ke wajah Fang Chen.


Long Annchi sendiri mengurus Tongkat Besar Fang Chen dengan mulutnya, dia memaju mundurkan mulutnya dengan tempo pelan dan terus mempercepatnya dengan seiring berjalannya waktu.


Fang Chen yang langsung diserang seperti itu hanya bisa pasrah dan menerima semua layanan kedua istrinya.


Fang Chen sekarang sedang menjilati Buah Surgawi Li Huanran yang sejak tadi memenuhi wajahnya, sedangkan kedua tangannya menahan kepala Long Annchi agar memasukkan Tongkat Besar miliknya lebih dalam lagi ke tenggorokannya.


Ketiga orang tersebut mengeluarkan suara aneh secara bergantian, suhu tubuh mereka semakin tinggi, hingga menyebabkan keringat mengalir deras di seluruh tubuh ketiga orang tersebut.


Setelah beberapa saat bosan dengan posisi tersebut, Li Huanran dan Long Annchi bertukar posisi, akan tetapi karena ketiganya sudah basah, mereka langsung masuk ke hidangan utama.


Fang Chen tetap terlentang seperti tadi, Tongkat Besar Fang Chen kini dihajar oleh Perahu Tembem milik Li Huanran dan bergerak naik turun dengan lembut, sedangkan Long Annchi menyerahkan Perahu Tembem miliknya tepat di mulut Fang Chen dan dia sekarang menghadap Li Huanran sambil memainkan Buah Surgawi saudarinya itu.


Fang Chen melakukan tugas dengan baik, dia juga menggunakan kedua tangannya untuk meraih Buah Surgawi berisi tapi tidak terlalu besar milik Long Annchi sambil terus menghisap Perahu Tembem milik Long Annchi.


*AH!


*AH!

__ADS_1


Ketiga orang tersebut melewati malam panas dengan senyum yang terukir sepanjang malam, awal-awal memang Long Annchi dan Li Huanran yang memimpin, akan tetapi, setelah permainan mulai memasuki pertengahan, Fang Chen langsung mengambil alih.


Dan masih seperti biasanya, kedua istrinya yang malah tidur duluan karena kelelahan, Fang Chen sendiri cukup kelelahan, dia kemudian ikut berbaring dan terlelap begitu saja hingga keesokan harinya.


Satu minggu berlalu.


Di danau luas pinggiran kota, kini sedang saling berhadapan antara pasukan aliansi yang berjumlah 10.000 orang dan seluruh bawahan Fang Chen yang berjumlah 1.000 orang.


“Akhirnya kalian datang juga, aku kira kalian malah akan kabur dan tidak berani memenuhi pernyataan perang dariku…” Fang Chen menyambut kedatangan musuh dengan sebuah provokasi.


“Anak muda zaman sekarang memang tidak tahu sopan santun kepada yang lebih tua ya? Bukankah memang sudah seharusnya seorang junior yang menunggu seniornya?” Leluhur Huang menjawab provokasi Fang Chen.


“Nah, yang jadi permasalahannya, kita tidak memiliki hubungan seperti itu, kalian semua hanyalah orang bodoh yang sebentar lagi akan menghilang dari dunia ini!” Fang Chen tersenyum dengan sedikit mengeluarkan aura membunuhnya.


*WUSH!


“Sudahi omong kosongmu nak! Aku sendiri yang akan menghadapimu, meskipun kamu memiliki ranah lebih tinggi satu tingkat daripada aku, tapi aku sudah menyiapkan banyak trik yang bisa mengalahkanmu dalam pertarungan kali ini!” Leluhur Huang menantang Fang Chen.


“Tapi sebelum itu, aku ingin memperlihatkan sebuah pertunjukkan sekaligus untuk membuka peperangan kita, apakah kamu ingin melihatnya Leluhur Huang?” Fang Chen tersenyum penuh arti.


Leluhur Huang tidak menjawabnya, dia cukup kebingungan dengan perkataan dan senyuman Fang Chen yang tidak biasa itu, dia langsung memiliki firasat buruk.


“Dengarkan semuanya, sekarang berikanlah kami pertunjukkan yang suda aku janjikan!” Fang Chen meninggikan suaranya hingga semua orang bisa mendengarnya.


*JLEB!


Suara tusukan senjata dari pasukan aliansi mulai terdengar, ratusan orang mati seketika.


*DOR!

__ADS_1


Suara senjata api yang ditembakkan juga ikut terdengar, lagi-lagi berasal dari  ribuan pasukan aliansi.


Ribuan orang langsung ambruk dan meninggal ditempat dengan wajah terkejut, mereka semua tidak mengira bahwa yang membunuh mereka adalah teman mereka sendiri.


"Dasar pengkhianat!" 


Terdengar suara kericuhan di antara para pasukan aliansi, mereka semua kini saling tuduh dan berdebat sendiri, beberapa orang bahkan sudah saling bertarung dan melumpuhkan satu sama lain.


"Kenapa kalian semua membunuh teman kita sendiri? Ooo… jadi ini yang kamu maksud dengan pertunjukan itu, kurang ajar, tidak bisa dimaafkan!" Leluhur Huang mengamuk, dia langsung mengeluarkan kekuatan terkuatnya dan menerjang Fang Chen dengan kepalan tanganya yang dipenuhi oleh energi qi.


*BOOM!


Fang Chen berhasil menahannya dengan kedua tangannya yang menyilang di dadanya, dia tersenyum sebentar dan kemudian mengayunkan kakinya mengincar kepala Leluhur Huang.


*BUUUK!


Leluhur Huang terlempar ke samping dengan cepat akibat tendangan Bai Chen, dia saat ini sedang mencoba untuk berdiri dan bersiap menyerang lagi dengan pedang yang sudah dikeluarkannya.


Dengan adu serangan antara Fang Chen dan Leluhur Huang, peperangan antara dua kubu sudah resmi dimulai.


Seluruh pasukan kedua kubu juga ikut terjun dalam pertempuran, dan karena ada yang membangkang ke aliansi dan bergabung dengan pasukan Fang Chen, jumlah mereka kini hampir imbang setelah dikurangi ribuan orang yang mati.


6.000 pasukan aliansi vs 1.000 pasukan Fang Chen ditambah 3.000 orang yang membangkang kepada aliansi dan berpihak hotel atlantis.


Beberapa petinggi sudah menemukan musuhnya masing-masing, seperti Li Huanran dan Long Annchi, sedang melawan Patriark Huang, tatapan kedua wanita itu sangat garang, ditambah dengan pedang dan cambuk yang sudah siap menerjang musuh, sedangkan Patriark Huang juga sudah mengeluarkan tombaknya serta mengalirkan energi qi ke tombak tersebut.


"Patriark Huang…!" 


"Aku akan menuntut balas atas kematian ayah dan ibuku! Hyaaah…!" Li Huanran menerjang Patriark Huang dengan gesit yang memiliki momentum yang pas.

__ADS_1


__ADS_2