
Sampai di Alaska, Lapangan Upacara Latihan Gabungan.
Singkat cerita mereka berempat beristirahat dan keesokan harinya sudah berkumpul di lapangan untuk menerima arahan mengenai tahapan kedua dari rentetan acara Latihan Gabungan.
Fujiwara Isamu sudah kembali ke pasukan khusus miliknya sendiri, sedangkan Fang Chen sudah berdiri tepat di samping kompi 100 prajurit Pasukan Khusus Black Leopard yang saat ini sedang mendengarkan arahan dari Jenderal John.
“Jadi dalam tahap kedua ini, 20 negara yang mengikuti kegiatan Latihan Gabungan ini akan dibagi menjadi dua, kalian semua akan saling beraliansi dan kita akan membentuk sebuah simulasi perang dunia dengan wilayah dan jarak yang sudah disesuaikan dengan Hutan Alaska ini.” Jenderal John mulai memberikan penjelasan.
Sebenarnya Tahap Kedua ini sangat diskriminatif karena secara kenyataan beberapa negara sudah menjalin hubungan baik sejak perang dunia ratusan tahun yang lalu karena mereka adalah negara pemenang perang waktu itu.
Jadi, secara tidak langsung Jenderal John atau lebih tepatnya negara AA ingin membuat sebuah simulasi untuk memberitahu semua orang bahwa Negara AA dan sekutunya masih solid dan masih dalam satu suara, mereka ingin menekankan hal tersebut.
‘Menarik, kalau begitu aku akan membungkam kesombongan mereka dengan pasukanku nanti, mereka tidak akan menyangka bahwa negara-negara timur seperti negaraku tidak mudah untuk ditindas seperti dulu.’ Fang Chen mengerti maksud dan tujuan tahap kedua ini.
“Kalau begitu kita akan langsung membagi menjadi dua Blok yang nanti akan bekerja sama untuk mengalahkan blok lawan, untuk pembagiannya kami menyerahkan semuanya kepada masing-masing Jenderal Pendamping untuk memutuskan, kami tidak akan ikut campur.” Jenderal John tersenyum tipis.
Jenderal John memang sengaja melakukannya, karena memang dia diperintahkan untuk mengatakan itu, tapi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya pasti kebanyakan negara berkembang atau negara timur akan langsung bergabung dengan negara benua biru dan negara AA untuk meraih kemenangan.
Tapi, karena tahun ini muncul Pasukan Khusus Black Leopard yang menampilkan pertunjukan yang memukau, banyak negara yang sedang kebingungan untuk tetap memihak para negara benua biru dan negara AA atau memilih membuat blok mereka sendiri.
__ADS_1
Semua kebimbangan itu tak kunjung berakhir, hingga akhirnya Jenderal Pendamping Pasukan Khusus Sunrise Negara JP mendekati Fang Chen dan menyatakan diri membentuk aliansi dan memproklamirkan diri sebagai bawahannya.
“Saya Jenderal Pendamping Negara JP ingin membentuk aliansi dengan Jenderal Fang Chen, kami juga siap menerima semua perintah dari negara pemimpin aliansi, mohon diterima.” Fujiwara Isamu membungkukkan diri dihadapan Fang Chen.
“Kalau itu maumu tidak masalah, kalau begitu aku mengumumkan untuk membentuk aliansi Blok Timur dan akan langsung dipimpin oleh pasukan khusus negaraku, bagi siapa saja yang ingin mengikuti langkah Jenderal Isamu, dipersilahkan, tapi jika tidak, maka bersiaplah untuk bermimpi buruk.” Fang Chen sedikit memprovokasi semua perwakilan.
Banyak negara yang cukup terkejut dengan pilihan Jenderal Isamu dan Pasukan Khusus Sunrise yang rela memberikan tampuk kepemimpinan kepada Jenderal Fang Chen dan Pasukan Khusus Black Leopard, karena biasanya merekalah yang akan berperan sebagai pemimpin Blok.
Banyak perwakilan yang menyayangkan hal tersebut, akan tetapi beberapa negara malah tertarik untuk ikut bergabung dengan aliansi baru tersebut, termasuk dengan Pasukan Honey Bear Negara RA.
Mereka yang biasanya juga sangat angkuh dan selalu berebut kepemimpinan dengan Pasukan Sunrise dengan senang menjalin hubungan baik dengan Fang Chen, entah apa yang sedang dipikirkan oleh Jenderal Pendamping mereka.
“Tentu saja, dengan bergabungnya pasukan anda, kemungkinan kita mempecundangi negara AA dan sekutunya sangat mudah bukan, apalagi negara anda terkenal dengan pembuat senjata yang sangat kuat, saya menerimanya.” Fang Chen menerima Jenderal Dmitri dengan tangan terbuka.
Peringkat pertama, ketiga dan keempat dari tahap sebelumnya sudah bergabung menjadi satu, ini menjadi sejarah baru dalam Latihan Gabungan ini, mereka bertiga membuat negara yang lainnya semakin bimbang.
Bagaimana tidak bimbang, tiga negara terkuat ini memiliki performa yang sangat bagus untuk selama tahap sebelumnya, pergerakan, senjata dan strategi mereka bertiga sangat tidak masuk akal dan sangat kuat.
Hal ini tidak dibiarkan begitu saja, negara AA dan semua sekutu dari negara benua biru langsung mendeklarasikan diri juga, mereka kemudian membuat kontak mata dengan para jenderal pendamping yang belum memilih blok.
__ADS_1
Dan dengan kontak mata tersebut tersembunyi semacam kode untuk memilih mereka saja, jangan sampai mereka memilih Blok Timur itu, pastinya kontak mata itu disertai semacam ancaman sudah diutarakan sebelum mereka semua berada di lapangan itu, memang sangat licik sekali Negara AA dan sekutunya.
Alhasil dari 20 negara yang berpartisipasi dalam latihan gabungan ini, terbagi menjadi dua blok dengan sedikit ketimpangan yang cukup nyata, Blok Timur hanya diisi oleh 5 negara sedangkan Blok Barat diisi oleh 15 negara.
Ironis sekali, meskipun begitu Blok Timur terlihat tidak gentar sekali, malah mereka sangat santai menghadapi tatapan dari negara-negara Blok Barat, Fang Chen malah terlihat sangat tenang dan masih berbincang dengan para jenderal pendamping dari negara yang bergabung ke Blok Timur.
“Baiklah, karena semuanya sudah selesai membentuk aliansi, mari kita mulai simulasi perang dunia kali ini, beberapa peraturan diubah demi membuat simulasi ini menjadi lebih nyata dan kita bisa belajar banyak dari tahap ini.” Jenderal John memberikan pengumuman lagi.
Beberapa peraturan yang diubah misalnya mulai dari penggunaan peluru tajam diperbolehkan tapi dibatasi setiap prajurit hanya boleh membawa 10 butir saja, jika ditemukan kecurangan maka akan langsung diskualifikasi dan kalah.
Peraturan berikutnya adalah boleh menggunakan semua alat pertahanan yang dimiliki oleh setiap negara, baik itu yang kuno maupun yang berteknologi canggih, semua perubahan itu tetap harus tidak boleh terjadi korban mati, jadi masih dirasa cukup aman.
“Oh, sepertinya mereka ingin membuat kita lebih kerja keras lagi, tapi biarlah, toh hanya peluru tajam saja, tidak akan bisa membunuh pasukanku, kalian tidak takut juga bukan?” Fang Chen bertanya kepada pasukannya.
“Siap, tidak masalah Jenderal, kami akan membuat semua musuh babak belur bahkan tanpa menggunakan peluru tajam kami, kami juga akan mendukung sepenuhnya pasukan aliansi untuk bisa mengoptimalkan pergerakan mereka.” Mereka semua menjawab dengan tegas.
“Bagaimana pendapat kalian para jenderal pendamping?” Fang Chen menoleh ke para jenderal pendamping yang bergabung ke aliansinya.
“Hahaha! Mereka hanyalah sekumpulan orang licik dan tak tahu malu, aku bisa memastikan mereka akan ingkar janji, mereka akan membawa peluru tajam berlebihan, tapi tidak masalah aku juga sudah membawa banyak senjata dan peluru.” Jenderal Dimitri sudah paham sifat musuh bebuyutannya.
__ADS_1