SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P223 - Kematian Gang Gan


__ADS_3

“Tapak Buddha versi raksasa!” Dari langit muncul sepuluh tapak tangan yang sangat besar, setiap tangannya memiliki diameter sekitar 10 meteran. Sepuluh tapak itu bergerak dengan cepat dan menghantam tubuh Lucifer yang sedang menyerang Gang Gan dengan bulu-bulunya.


“Hooo … kamu memiliki jurus yang lumayan menarik anak muda, kalau begitu aku akan mencoba untuk menahan sepuluh tapak itu, agar kamu tahu perbedaan kekuatan kita yang sebenarnya.” Lucifer kemudian menahan sepuluh tapak itu dengan sebuah jurus yang mirip.


“Fallen Angel : 10 Tangan Malaikat Pendosa!” Muncul telapak tangan dari tanah, pembentukannya dan pergerakannya lebih cepat dari milik Gang Gan hingga akhirnya Tangan Malaikat itu berhasil menghentikan Tapak Buddha beberapa meter sebelum mengenai kepala Lucifer.


*BAAAAAM!


Hempasan, gesekan dan suara tabrakan kedua tangan membuat sebuah fenomena badai angin buatan yang cukup besar, bahkan angin itu sampai membuat pakaian keduanya sedikit terkoyak.


“Sudah puas untuk menguji kekuatan. Sepertinya belum ya … ? Kalau begitu aku akan tambahkan, Fallen Angel : Sihir Peningkatan!” Beberapa detik kemudian Tapak Buddha milik Gang Gan berhasil terdorong kembali keatas.


*CRACK!


Salah satu tapak milik Gang Gan malah hancur berkeping-keping karena serangan balik dari Lucifer, tidak berhenti disitu, Tangan Malaikat Pendosa yang menganggur itu langsung mengarah ke posisi Gang Gan yang masih kesulitan mempertahankan jurusnya.


Lucifer yang secara statistik memang memiliki energi berlebih sudah pasti lebih unggul, bagaimanapun dia setara dengan kekuatan Heavenly Path level 5, tapi setelah masuk ke mode Fallen Angel, kekuatannya setara Heavenly Path level 10, dengan kata lain sama dengan Fang Chen.


Gang Gan yang mendapati serangan itu langsung membentuk sebuah Lonceng Buddha lagi untuk dirinya sendiri, kali ini kekuatan Lonceng Buddha miliknya tidak serapuh sebelumnya, jadi dia bisa menahan salah satu Tangan Malaikat Pendosa milik Lucifer.


Lucifer tersenyum menakutkan, dia sedikit iri melihat pengikut setia seperti Gang Gan ini, dia tidak tahu jurus apa yang sebenarnya dipakai oleh Gang Gan sebelumnya, tapi dia yakin pasti butuh pengorbanan yang tidak sedikit.


Tapi, karena Lucifer tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, dia akhirnya beranjak untuk mengakhiri pertarungan dengan Gang Gan, dia sekali lagi menggunakan Bulu Kematiannya.


Gang Gan yang melihat itu menguatkan Lonceng Buddha miliknya, dia kemudian balik menyerang dengan Tapak Buddha kecil dari balik pertahanannya itu, sambil terus mengontrol Tapak Buddha raksasa yang masih terus beradu kekuatan dengan Lucifer.


Pertarungan itu semakin sengit karena Lucifer menarik pertarungan itu menjadi pertarungan jarak dekat, semua jurus sebelumnya dibatalkan.

__ADS_1


Kini kedua orang itu menggunakan energi masing-masing untuk meningkatkan kecepatan dan pergerakan mereka di langit. Gang Gan pengguna dua belati kecil melawan Lucifer pengguna pedang ramping.


*TING!TING!


Pergerakan kedua orang itu tidak akan bisa dilihat oleh mata normal, tapi bagi para ahli pertarungan ini tidak kalah jauh dengan pertarungan Fang Chen sebelumnya melawan para bangsawan vampir.


Akan tetapi, karena penggunaan jurus sebelumnya, efek samping yang diterima oleh Gang Gan mulai terlihat, sekarang setiap urat yang ada di tubuhnya mulai terlihat ke kulit, hal itu dibarengi dengan warna kulit tubuh yang semakin memerah.


“Sial, kenapa harus sekarang?” Gang Gan mengeluh sambil terus menangkis serangan pedang Lucifer yang semakin ganas dan cepat.


Namun ketika Gang Gan sudah di ambang batas toleransi tubuhnya, sebuah cahaya terang dan suara mendengung terdengar sangat keras, sampai reflek membuat Lucifer dan Gang Gan menutup telinga masing-masing.


Tak lama setelah itu kemudian sebuah cahaya kecil terlihat, kedua orang itu kemudian tidak menyadari bahwa itu adalah nuklir yang sudah dijatuhkan dari pesawat pembawanya.


Sedangkan cahaya dan suara dengung yang begitu keras tadi adalah Bom Cahaya dan Bom Suara yang digunakan untuk menyamarkan kehadiran nuklir yang sudah dijatuhkan.


Setelah sadar bahwa itu nuklir, tanpa pikir panjang lagi Gang Gan melesat cepat ke Fang Chen dan berharap dia bisa menggunakan Lonceng Buddha miliknya untuk mengurangi dampak untuk tuan mudanya


Meskipun pada akhirnya itu percuma tapi niat baik Gang Gan tidaklah dilupakan oleh Fang Chen yang tanpa sepengetahuan Gang Gan sudah sadar sepersekian detik sebelum nuklir itu benar-benar jatuh dan meledak.


*BOOOOOOOOOOOOM!


Sebuah ledakan dahsyat yang membuat sebuah kawah berukuran 10 kilometer langsung terbentuk, ledakan itu juga sampai membuat awan di atasnya menghilang tak bersisa.


Benar-benar sebuah ledakan yang tidak mungkin bisa ditolerir oleh manusia manapun, dalam radius 10 kilometer itu, semua makhluk hidup langsung lenyap tak tersisa.


Jangankan pohon-pohon besar, bahkan rumput yang letaknya agak jauh dari lokasi meledaknya bom nuklir itu saja langsung berubah menjadi tanah gersang yang sangat panas.

__ADS_1


*WUUUSSSHHH!


Udara panas akibat bom nuklir itu menyebabkan radiasi yang sangat luas, mungkin area sekitar 100 kilometer terkena dampak radiasi secara langsung, efek panjangnya adalah, area itu akan terjadi banyak mutasi gen dan kelainan pada semua makhluk hidup yang terdampak.


Tapi, untung saja di detik-detik terakhirnya, Fang Chen sudah sadar dan berhasil dipindahkan oleh teleportasi sistem, dia juga menggendong Gang Gan yang sudah lemas di pelukannya.


Mereka berdua sekarang sudah berteleportasi sekitar 500 kilometer ke selatan, mereka sekarang berada di Hutan Amazon, Fang Chen belum sempat memilih koordinat yang harus dipilih, jadi Hutan Amazon ini pilihan acak dari sistem.


Tapi semua itu tidak berakhir begitu baik juga, bagian punggung belakang Fang Chen terkena radiasi nuklir dan sedikit ledakan tadi akibat melindungi Gang Gan agar tidak terkena ledakannya.


“Argh … untung saja kita selamat.” Fang Chen mengaduh sedikit dan kemudian mendudukan Gang Gan yang terlihat bersedih dan tidak kekurangan tenaga.


“Tuan muda, punggung anda…” Gang Gan terlihat sangat sedih, memang benar tubuhnya sekarang sangat lemas dan beberapa pembuluh darahnya juga rusak akibat penggunaan jurus sebelumnya, tapi untuk duduk dan berjalan sedikit saja dia masih bisa.


Dan sekarang Gang Gan sedang memikirkan tuan mudanya yang rela terkena ledakan itu demi dirinya yang bukan siapa-siapa, “Maafkan aku tuan muda, seharusnya akulah yang terkena ledakan itu bukan anda.” Mata Gang Gan berkaca-kaca sambil menatap Fang Chen.


“Hooo … kenapa kamu begitu cengeng, ini hanya luka bakar biasa, aku setelah ini akan minum beberapa pil dan beristirahat sebentar juga akan langsung sembuh.” Fang Chen tersenyum tulus.


Gang Gan sekarang merasa benar-benar tidak berguna, tapi dia terus ditenangkan oleh Fang Chen yang sudah minum beberapa pil untuk menyembuhkan punggungnya.


Tapi, ketika kedua orang itu saling menyalahkan diri sendiri dan menguatkan satu sama lain, sebuah cahaya dari belati sudah berubah bentuk menjadi seorang malaikat dengan sayap hitam dan menebaskan pedangnya mengincar punggung Fang Chen.


“Tuan muda, Awaaaaaas!” Gang Gan dengan tertatih-tatih berhasil berdiri dan menarik tuan mudanya untuk menghindari tebasan pedang itu, namun naas pedang itu malah menyasar jantungnya.


“Tuan muda, ternyata aku masih bisa melindungimu sampai akhir, aku bisa lega dan tidak merasa bersalah lagi. Dan terakhir, tolong jaga istri dan anakku ya, terima kasih atas semuanya Jenderal Fang Che–”


Gang Gan tidak bisa melanjutkan kalimatnya, nyawanya sudah menghilang dibarengi dengan ratapan dan tangisan Fang Chen yang menderu.

__ADS_1


__ADS_2