SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P158 - Bunuh Diri Massal


__ADS_3

Pelukan itu terjadi selama beberapa menit, hingga akhirnya Patriark Fang Yuze melepaskannya dan memimpin semua orang petinggi, tetua dan pasukan yang tersisa menuju ke depan aula keluarga.


Fang Chen dan semua bawahannya mengikuti mereka semua sambil menggendong belasan anak kecil yang masih pingsan.


Sampai di depan aula, tepatnya di halaman yang luas, sekitar 500-an orang langsung duduk menghadap ke aula keluarga, mereka semua mengeluarkan sebuah pedang pendek dari balik baju mereka.


Semua anggota keluarga tersebut sudah mengambil melepaskan pedang pendek dan sarungnya.


Dipimpin oleh Patriark Fang Yuze, semua orang menancapkan pedang pendek tepat di ulu hati masing-masing.


Fang Chen melihat mereka kematian satu persatu orang dengan wajah datar, tapi air mata terus mengalir dari matanya.


‘Maafkan aku, mungkin jika tidak ada tiga hama pengganggu yang merusak keluarga Fang, kita semua masih bisa menjadi keluarga yang harmonis seperti dulu.’


Dari kejauhan terlihat Patriark Fang Yuze mengucapkan sesuatu yang samar-samar bisa didengar oleh Fang Chen.


“Maafkan ayah dan terima kasih!”


Tidak ada tawa kemenangan, tidak ada teriakan kebahagiaan, kemenangan kali ini diakhiri dengan kesedihan Fang Chen atas kematian ayah kandungnya, terlebih lagi secara tidak langsung dialah yang membunuh ayahnya itu.


Pasukan yang dipimpin Yan Kai dan Kakek Kong Li hanya bisa menundukkan kepalanya, mereka ikut berbelasungkawa dengan kematian 500-an orang dengan sukarela di hadapan mereka sendiri.


‘Setidaknya mereka mati dengan terhormat, kami semua menghargai kalian, terlepas hubungan kalian semua dengan tuan muda kami.’


Yang Kai dan Kakek Kong Li berpikiran sama, kedua pemimpin ini menaburkan bunga yang mereka dapatkan dari bunga-bunga yang tumbuh di sepanjang halaman keluarga fang.


Setelah prosesi ritual bunuh diri tersebut, Fang Chen langsung memberikan perintah kepada semua orang.


“Dengarkan semuanya, aku akan memberikan perintah!”


“Pertama, aku ingin kalian membeli semua aset dan tanah yang ada di sekitar keluarga fang, urus perizinan pendirian pemakaman disini, aku tidak peduli berapa banyak uang yang akan keluar!”


“Kedua, belasan anak kecil yang kalian gendong, berikan saja kepada panti asuhan terbaik yang bermitra dengan kita, katakan kepada mereka untuk memberikan mereka perlakuan yang baik!”


“Terakhir, tinggalkan aku sendirian!”

__ADS_1


Fang Chen membalikkan wajahnya menghadap ke ratusan mayat yang ada di depannya, terutama dia memandangi wajah ayahnya yang mati dalam keadaan tersenyum bahagia.


“Kami semua akan melakukannya tuan muda!”


Yang tinggal disini menjaga Fang Chen dari kejauhan adalah Yang Kai dan Kakek Kong Li, mereka berdua berinisiatif harus ada yang menjaga tuan mudanya yang saat ini dalam kondisi sedih.


Sedangkan semua pasukan lain langsung mengerjakan perintah Fang Chen.


Singkat cerita, kediaman keluarga fang serta radius sekitar satu kilometer menjadi sebuah kawasan pemakan elit yang dikelola langsung oleh Atlantis Corporation.


Kawasan itu juga dijadikan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi semua anggota keluarga Fang Chen yang telah melakukan ritual bunuh diri.


Makam Belati Tuhan yang meninggal selama menjalankan tugas juga sudah dipindahkan ke kawasan pemakaman elit tersebut.


Beberapa hari setelah peristiwa itu di Hotel Atlantis.


“Hyah…!”


“Hyah…!”


“Plak…!”


“Betulkan posisi tanganmu, jangan melenceng lebih dari lima menit atau tenaga yang kalian keluarkan akan sia-sia saja.”


Li Huanran memukul salah satu bawahan dengan pukulan rotan, dia senang menggunakan metode ini karena tidak perlu bersentuhan langsung.


Long Annchi juga meniru saudarinya, perbedaannya adalah yang digunakan oleh Annchi adalah pedang panjang.


Jadi, jika Annchi lewat dan ada yang salah, sudah dipastikan bawahan tersebut akan berkeringat dingin karena takut salah satu bagian tubuhnya bisa terpotong oleh pedang panjang Annchi.


Fang Chen hanya tertawa kecil setiap kali kejadian itu berulang, dia menyerahkan untuk pembenaran gerakan kepada kedua istrinya, dia sekarang fokus kepada konstruksi tubuh dari semua bawahannya.


Menurut Fang Chen, setelah melewati pertarungan dengan ribuan hantu, apalagi Raja Hantu, sepertinya beberapa orang yang cukup berbakat untuk berlatih kekuatan jiwa harus secepatnya dilatih.


Agar nantinya kekuatan tempur bawahannya bisa meningkat lagi, setidaknya begitulah pemikiran sederhana Fang Chen mengenai bawahannya.

__ADS_1


“Cukup!”


“Kita sudahi latihan kita hari ini, sekarang kalian semua boleh istirahat, kita akan bertemu lagi besok!”


“Baik tuan muda.”


Semua pasukan memberikan hormat kepada Fang Chen dan kedua istrinya, kemudian meninggalkan area latihan untuk membersihkan diri, makan dan istirahat.


Sedangkan, kedua istri Fang Chen mendekati suami mereka yang entah kenapa mereka merasa semakin tampan saja setiap hari.


“Sayang aku bosan di Hotel terus, bagaimana jika kita jalan-jalan lagi?” Long Annchi memberikan keluhan kepada suaminya.


“Benar sayang, aku juga sudah bosan, apalagi selama beberapa minggu ini kami berdua, hanya berlatih tanpa henti!” Li Huanran malah ikut menimpali keluhan Annchi.


“Kebetulan sekali, aku sebenarnya ingin mengajak kalian pergi ke Provinsi Sichuan, sudah lama aku tidak melihat Luo Anming, sepertinya dia sedang sibuk akhir-akhir ini.” Fang Chen menjawab sekenanya, tapi dia juga memang sudah merencanakan perjalan tersebut selama beberapa hari terakhir.


“Wah, tunggu apalagi, mari kita kesana sayang!” Long Annchi seperti biasanya, dia sangat semangat jika masalah jalan-jalan keluar dari hotel.


“Oh, itu yang sering kamu ceritakan adik? Salah satu sahabat suami yang juga merupakan sahabatmu dulu itu?” Li Huanran memastikan, apakah memang Luo Anming itu sahabat yang dulu sering sekali membantu suaminya.


“Benar kak, alasan kakak bisa bertemu dengan suami juga karenanya, apakah kakak tidak ingin berterima kasih dengannya?” Long Annchi menceritakan panjang lebar mengenai Luo Anming, kemudian menggoda Li Huanran.


“Baiklah, kapan kita akan berangkat sayang? Sepertinya aku memang harus berterima kasih kepada sahabatmu itu karena telah mempertemukanmu denganku.” Li Huanran menggoda Fang Chen dengan menjulurkan tangannya ke titik sensitif Fang Chen.


“Rencanaku adalah sekarang juga, tapi karena kamu menyentuh bagian yang tidak seharusnya, maka kita akan menundanya besok!” Fang Chen memberikan balasan dengan mendekap tubuh Li Huanran.


“Kamu harus bertanggung jawab kepadaku malam ini, Tongkat Besarku sudah rindu dengan kedua Perahu Tembem milik kalian berdua, kita hari ini akan bermain 20 ronde, apakah kalian siap?” Fang Chen berbicara dengan santai.


“Kata-kata yang sangat vulgar, tapi mau bagaimana lagi, malam ini juga sedikit dingin, alangkah lebih baiknya kita menghangatkan tubuh kita bukan?” Long Annchi menimpali godaan Fang Chen dengan membenamkan tubuhnya ke sisi kanan suaminya itu.


Mereka bertiga kemudian langsung bergegas menuju ke kamar mereka dan langsung melakukan ritual suami istri sepanjang malam.


Mereka bertiga melakukan berbagai macam gaya, dari yang normal sampai yang cenderung aneh, karena sampai melakukannya sambil mencekik leher pasangannya.


Setelah benar-benar melakukan 20 ronde tanpa henti, mereka bertiga tertidur lemas kelelahan, sungguh malam yang sangat panas dan mengasyikkan.

__ADS_1


__ADS_2