SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P95 - Mengatur Nafas


__ADS_3

Disana tangan kiri Fang Chen menemui hambatan sebuah kain tipis yang sedang melindungi Daun Terbelah milik Li Huanran.


Tapi tangan kiri itu tidak menyerah dan berhasil melakukan tugasnya, jadi sekarang kedua tangan dan mulut Fang Chen sudah memiliki tugas masing-masing di Kedua Gunung Suci dan Daun Terbelah milik Li Huanran.


Dalam pikiran Li Huanran, ‘Aaaaa, kenapa Fang Chen ini begitu ahli dalam melakukan ini, atau hanya aku saja yang terlalu sensitif karena ini pertama kalinya bagiku melakukan ini, jika dia terus memanjakan Kedua Gunung Suci dan Daun Terbelahku, aku bisa benar-benar kehilangan akal karena rasa nikmat ini, tapi aku tidak membencinya sama sekali.’ Senyum Li Huanran.


Karena bagian Daun Terbelah Li Huanran sudah mulai basah, sekarang dia memberanikan diri untuk mencoba melakukan sesuatu terhadap tubuh Fang Chen.


Insting wanitanya mengatakan bahwa yang butuh kenikmatan sebelum hidangan utama bukan hanya dia saja, tapi pasangannya juga butuh, agar sama-sama bisa menikmati hidangan utama dengan maksimal.


“Sayang, bisakah kita bergantian melakukan hal ini, aku rasa tidak cukup adil jika hanya aku saja yang merasakan kenikmatan, kamu berbaringlah dengan menghadap ke atas.” Pinta Li Huanran dengan lembut.


“Eee, apakah kamu yakin?” Fang Chen bertanya dengan hati-hati.

__ADS_1


“Iyaaaa.” Li Huanran.


“Baiklah kalau begitu silahkan saja.” Fang Chen kemudian berbaring sesuai dengan permintaan Li Huanran.


Saat ini Li Huanran mengambil posisi diatas Fang Chen, karena Fang Chen belum melepaskan pakaiannya.


Langkah pertama Li Huanran adalah melepaskan semua pakaian yang sedang digunakan oleh Fang Chen, mulai dari atas sampai kebawah.


Ketika Li Huanran membuka celana Fang Chen, tiba-tiba saja muncul sebuah Pedang Sakti yang sangat besar dan keras dari balik celana itu.


Li Huanran cukup ragu ketika ingin memegang senjata itu, bagaimanapun ini adalah pertama kalinya dia dihadapkan dengan kejadian ini.


Tapi pikirannya terus meyakinkan diri, agar dia juga bisa ikut memberikan kenikmatan kepada Fang Chen.

__ADS_1


Akhirnya setelah beberapa saat dia tidak melakukan apa-apa, dia mulai mendekati Pedang Sakti milik Fang Chen dan menyentuhnya dengan kedua tangannya yang lembut.


Dia memainkan Pedang Sakti milik Fang Chen dengan tempo lambat dan meningkatkan kecepatannya secara bertahap.


Hingga akhirnya Pedang Suci itu sudah licin dan insting wanitanya ingin menempatkan Pedang Sakti itu ke dalam mulutnya, tapi dia terlihat sedikit ragu.


“Jika kamu tidak ingin melakukannya tidak masalah sayang.” Fang Chen berbicara seperti tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Li Huanran.


Li Huanran tersenyum malu, tapi dia akhirnya dengan segenap keberaniannya, mulai mendekatkan mulut ke Senjata Sakti milik Fang Chen.


Senjata Sakti itu malah nyangkut ketika mau masuk ke dalam mulutnya, Li Huanran terpaksa untuk melebarkan lagi mulutnya hingga akhirnya Senjata Sakti itu kini sudah berada dalam mulutnya secara sempurna.


“Ahhhh.” Suara Fang Chen yang merasa nikmat terdengar sampai di telinga Li Huanran, tangan Fang Chen reflek saja memegangi kepala Li Huanran.

__ADS_1


Li Huanran sedikit tersentak dengan hal itu, dia yang masih kesusahan mengatur nafas itu seperti mendapat sensasi baru setelah tangan Fang Chen itu memegangi kepalanya.


__ADS_2