SISTEM KULTIVASI MODERN

SISTEM KULTIVASI MODERN
P143 - Peperangan Dimulai


__ADS_3

Tetua 1 duduk terjatuh di lantai ketika memikirkan bagaimana keluarga ini akan hancur, dia juga sudah tidak memiliki semangat untuk melanjutkan balas dendam terhadap orang yang membantai kedua kelompok keluarganya itu.


Semua orang yang ada disitu juga berpikiran sama, mereka semua dipaksa menuju ke peperangan yang tidak bisa dimenangkan, karena seperti yang diketahui semua orang.


Kenapa Fang Chen berani menantang kedua keluarga besar ibukota itu bukan semata karena kebodohannya, tapi memang karena kualitas bawahan miliknya yang semuanya memiliki kekuatan yang luar biasa.


Disisi lain, beberapa orang mencoba untuk menenangkan Patriark Song yang seperti orang gila itu, mereka sendiri juga shock, ternyata mereka akan melawan kerabat mereka sendiri dan karena beberapa alasan lainnya forum diskusi itu berakhir dengan semua orang yang sangat kebingungan menangani situasi ini.


Di Markas Belati Tuhan.


“Selamat datang tuan muda, bagaimana dengan keadaan mereka?” Sambut semua orang.


“Kita akan berperang secara terbuka, aku ingin kalian semua menyiapkan segala sesuatu sesuai rencana kita sebelumnya,” perintah Fang Chen.


“Baik, tuan muda,” jawab semua orang.


Kemungkinan peperangan terbuka ini sudah diprediksi sebelumnya, sehingga Fang Chen sudah membuat keputusan dan sebuah rencana yang akan dijalankan ketika peperangan terbuka benar-benar terjadi.


Rombongan yang dipimpin oleh Paman Li Fu langsung membuat gerakan untuk menyerah dalam pemilu, karena dengan adanya perang ini akan ditakutkan Gubernur terpilih akan disuruh untuk mengusut kasus pembantaian yang terjadi.


Jadi, sesuai dengan instruksi Fang Chen, Hotel Atlantis akan membiarkan Keluarga Huang untuk memenangkan pemilu di provinsi ini.


Meskipun nanti Gubernur itu akan mengusut pembantaian Keluarga Song dan yang dituduh pasti Hotel Atlantis, maka hal ini akan menjadikan alasan peperangannya dengan Keluarga Huang semakin meningkat.


Hotel Atlantis mengantisipasi juga dengan mengantongi serangkaian bukti mengenai keserakahan dan semua skandal mengenai beberapa orang penting dari Keluarga Huang termasuk Gubernur terpilih nantinya, jadi mereka sudah siap melawan tuduhan musuh.

__ADS_1


Sedangkan Pasukan Belati Tuhan sudah membuat sebuah formasi pengikat yang ditanam di sekitar kediaman Keluarga Song, formasi ini agar tidak ada yang kabur ketika perang terbuka itu terjadi.


Mereka juga sudah menyiapkan dokumen pengalihan kekuasaan dan semua aset milik Keluarga Song, yang mana semua itu dimaksudkan untuk menjadi milik Hotel Atlantis.


Perang terbuka itu sudah disepakati oleh Fang Chen dan Patriark Song sehari setelah pemilu dilakukan, mereka berdua bersepakat menggunakan utusan masing-masing.


Hari pemilihan umum tiba, sesuai dengan rencananya sebelumnya, kemenangan mutlak di raih oleh Keluarga Huang, mereka merayakan kemenangan itu dengan segenap orang yang ikut menyukseskan kemenangan wakil dari Keluarga Huang.


Tapi, tidak ada orang dari Keluarga Song yang datang dalam pesta perayaan itu, beberapa orang berpendapat, mungkin perwakilan Keluarga Song sedang melakukan perjalanan bisnis, jadi mereka tidak bisa datang.


Pada kenyataannya adalah Keluarga Song sedang mempersiapkan diri untuk berperang melawan Fang Chen dan bawahannya.


Peperangan itu akan berlangsung di kediaman Keluarga Song, mereka akan melakukan peperangan terbesar yang pernah terjadi di Provinsi Hubei dalam satu dekade terakhir.


Keesokan hari di malam hari, tepat di halaman kediaman Keluarga Song yang sangat luas, kedua kubu bertemu sebagai musuh dan mengamati setiap mili wajah dari musuhnya.


“Ternyata kalian semua tidak pengecut, kalau begitu kami tidak perlu untuk mengaktifkan Array Pengurung yang sudah kami tanam beberapa hari yang lalu,” balas Fang Chen.


“Kami sangat tersanjung dengan pujian anda, tapi sebelum kita memulai perang berdarah kita ini, kami hanya ingin memastikan satu hal, apakah boleh?” Ketua Kelompok Merak Hitam 1.


“Boleh, silahkan saja, jika memang pertanyaan kalian masih bisa aku jawab, aku akan menjawabnya dengan jawaban yang paling jujur,” balas Fang Chen.


“Apakah benar anda adalah anak dari Song Daiyu, putri kedua dari Patriark Keluarga Song?” Ketua Kelompok Merak Hitam 1 bertanya dengan lancar.


“Bukankah kalian sudah mendengarnya kemarin, apa yang kalian dengar tidak salah sama sekali, aku adalah anak ibuku, dan ibuku adalah Song Daiyu itu,” tegas Fang Chen.

__ADS_1


“Hmm, kalau begitu baiklah, kami tidak memiliki keraguan lagi untuk berperang melawan anda, sebuah kehormatan bisa bertarung dengan orang kuat seperti anda,” puji Ketua Kelompok Merak Hitam 1.


“Harus diakui, kamu memiliki Attitude paling baik diantara yang lain, tidak salah jika kamu yang ditunjuk sebagai pemimpin perang kali ini,” balas Fang Chen memuji Ketua Kelompok Merak Hitam 1.


“Sebagai gantinya aku juga merasa ikut terhormat karena bisa melawan kalian semua, perang ini cukup menarik karena pasukanku hanya berjumlah 300 orang melawan pasukan gemuk kalian yang berjumlah 4000 orang,” balas Fang Chen sambil tersenyum.


Jumlah musuh lebih banyak karena semua Kelompok Merak Hitam 1 sampai Kelompok Merak Hitam 8 yang berjumlah sekitar 3600 orang ikut dalam peperangan ini, ditambah dengan semua keluarga Song yang merupakan seorang kultivator yang berjumlah 400 orang, secara umum kekuatan musuh setara dengan 4000 orang.


Sedangkan di pasukan Fang Chen, mereka semua adalah gabungan jumlah Belati Tuhan yang berisi 100 anggota serta semua orang dalam rombongan yang dipimpin oleh Paman LI Fu yang berjumlah 200 orang, jika ditotal maka mereka hanya sekitar 300 orang saja.


Ketua Kelompok Merak Hitam 1 tidak merasa diremehkan oleh Fang Chen karena 300 orang yang dibawa Fang Chen itu memiliki kultivasi paling rendah adalah Emperor level 1, sedangkan pasukannya yang gemuk yang paling tinggi saja hanya Emperor level 10, itupun hanya ada beberapa.


Dengan kata lain, peperangan ini menjadi simbol antara kualitas dan kuantitas.


Setelah mereka berdua saling bertanya dan menjawab, sekarang semua kejanggalan hati mereka sudah hilang, mereka semua menyingkirkan semua masalah dan hanya berpikir untuk menikmati perang kali ini.


“Majuuuuu!” Ketua Kelompok Merak Hitam 1 memberikan perintah pertama sekaligus mengawali perang yang ada.


“Selesaikan dengan cepat, jangan bertele-tele!” Fang Chen gantian memberikan perintah.


Kedua kubu maju dengan senjata masing-masing, dalam peperangan kali ini mereka semua diizinkan untuk menggunakan semua jenis senjata, baik itu senapan otomatis sampai bazooka boleh dipakai.


“Belati Darah : Bunuh!”


“Swoosh… Swoosh… Swoosh…”

__ADS_1


Fang Chen menggunakan 10 Belati Darang miliknya untuk membunuh semua sniper yang ditempatkan di atap setiap bangun, belasan sniper itu mati dalam waktu kurang dari satu detik, begitu ganasnya belati darah yang bisa terbang milik Fang Chen.


__ADS_2