Strongest Lady

Strongest Lady
Ch. 26-Ruang Rahasia


__ADS_3

Sudah tiga hari berlalu sejak terakhir Weiruo bertemu dengan Da Feng, pemuda tersebut akan berada di penjara selama seminggu sebelum benar-benar bebas nantinya, hitung-hitung sebagai hukuman karena telah melukai Yinyi.


Weiruo semenjak menerima racun dari Da Feng banyak menghabiskan waktu di perpustakaan miliknya. Weiruo tidak sendirian, melainkan ditemani burung api yang sudah menetas dua hari yang lalu, seperti anakan burung pada umumnya, burung api tersebut terus bersuara, tapi tidak berselang lama sebelum diam, kemudian kembali mengeluarkan suara yang memenuhi perpustakaan.


“Apa kau lapar? Kau baru saja makan beberapa saat yang lalu,” celetuk Weiruo.


Burung kecil tersebut akhirnya diam setelah beberapa saat, Weiruo kemudian melanjutkan bacaannya yang sempat terhenti.


Beberapa jam kemudian Weiruo menyelesaikan bacaanya, gadis tersebut berniat mengembalikan buku tersebut ke rak buku dan beristirahat setelahnya.


Duk


“Hmm? Lantainya rusak?” Weiruo duduk berjongkok memeriksa kayu lantai yang mencuat, gadis tersebut mengetuk pelan lantai dan menyadari jika ada celah di bawah lantai tersebut.


Weiruo mengeluarkan sebuah belati dan melepas kayu tersebut. benar saja dugaan Weiruo, ada ruang di bawah lantai yang tertutup dengan sangat baik.


Dengan sekuat tenaga Weiruo menarik pintu tersebut hingga terbuka, debu dari dalam beterbangan keluar membuat Weiruo sedikit terbatuk karenanya, entah sudah berapa lama pintu tersebut tertutup.


Terdapat tangga menuju ke bawah tanah, Weiruo mengambil satu batu cahaya dan membawanya masuk ke bawah sana. Tangga tersebut cukup panjang hingga akhirnya Weiruo sampai pada lorong yang panjang, dengan batu cahaya di tangan kiri dan belati di tangan kanannya, Weiruo menyusuri lorong tersebut hingga akhirnya tiba di ujung lorong.


Sebuah pintu menjulang tinggi hingga langit-langit lorong tersebut, pintu dikunci dan Weiruo tidak bisa masuk begitu saja.


“Apa aku harus kembali besok?” gumam Weiruo.


Setelah memeriksa beberapa saat, Weiruo memutuskan untuk kembali esok hari.


***


Seharian penuh Weiruo menghabiskan waktu di perpustakaan, gadis tersebut mencoba mencari petunjuk dari pola pintu di ruang bawah tanah kemarin malam.


“Jika dikunci seperti itu artinya ruangan itu sangatlah penting, ruang rahasia?”


Ketika malam tiba, Weiruo kembali ke ruang tersebut, Weiruo mengeluarkan lebih banyak batu cahaya untuk melihat pintu tersebut.

__ADS_1


Sudah begitu lama waktu berlalu dan Weiruo masih belum mendapatkan cara membuka pintu tersebut. Namun, Weiruo yakin jika terdapat teka-teki di pintu tersebut.


“Ah, di sini!”


Weiruo menekan satu bagian pintu yang nampak menonjol, sesaat setelahnya di ujung kiri bawah pintu keluar sebuah kotak kayu yang berisi gulungan tua.


‘Dia yang berhati jahat tidak akan bisa melakukannya,’ ucap tulisan di kertas tua tersebut.


Weiruo mengambil kunci yang berada di dalam gulungan tersebut dan memasukkannya ke lubang kunci, tapi sekeras apapun Weiruo mencoba kunci tersebut tidak mau berputar seperti ada energi yang menghalanginya.


“Berhati jahat, ya.”


Perlahan aliran energi memasuki kunci tersebut, jika dugaan Weiruo benar, seseorang harus menggunakan tenaga dalam untuk membuka pintu tersebut dan tidak semua orang dapat melakukannya.


Klek


Senyum mereka di wajah Weiruo, pintu tersebut akhirnya berhasil terbuka setelah mengalirkan cukup banyak energi ke dalamnya.


Weiruo mengetuk pelan meja tersebut yang ternyata terbuat dari kayu berkualitas tinggi serta giok di beberapa bagian.


Weiruo mengelilingi meja tersebut, tapi tidak ada yang terlihat istimewa. Setelah cukup lama Weiruo menyadari jika bagian tengah meja tersebut dapat diputar. Di bagian luar lingkaran teka-teki juga terdapat begitu banyak gambar yang berhubungan dengan lingkaran tersebut.


Akhirnya Weiruo mulai mencoba mencocokkan lingkaran tersebut dengan tiap gambar yang ada di sekitar meja. Satu per satu ia coba dan tiap percobaan tidak membuahkan hasil apapun.


Hingga akhirnya satu gambar terakhir dan berhasil Weiruo ubah seperti gambar. Namun, gambar tersebut juga bukan petunjuk yang benar. Semua gambar di meja tersebut tidak satupun yang benar menjadi petunjuk.


‘Berpikirlah...,’


Tiba-tiba Weiruo teringat satu hal, pintu ruang rahasia. Segera Weiruo bergegas keluar dan melihat kusen pintu ruang tersebut, terdapat tiga gambar lingkaran di sana.


Dengan penuh semangat Weiruo kembali ke dalam dan mencocokkan gambar dalam lingkaran di meja tersebut.


Namun, lagi-lagi tidak satupun yang menjadi kunci teka-teki tersebut, Weiruo kembali mengamati semua gambar lingkaran yang ada demi mendapatkan petunjuk baru.

__ADS_1


Cukup lama Weiruo berjalan keluar masuk ruangan tersebut demi mendapatkan petunjuk, hingga akhirnya Weiruo menepuk dahinya dan menertawakan kebodohannya sendiri.


“Kenapa aku begitu bodoh, padahal semuanya ada di sini,” ucapnya sembari menepuk lukisan pada satu sisi ruangan.


Bagian tepi lukisan tersebut memiliki begitu banyak corak, Weiruo yang begitu fokus pada semua lingkaran di atas meja dan kusen pintu tentu tidak menyadari jika semua petunjuk berada di lukisan tersebut.


Walaupun lukisannya sudah banyak mengalami kerusakan karena usia, tapi Weiruo masih bisa mengenali lukisan tersebut.


“Dua wanita yang begitu cantik,” puji Weiruo.


Weiruo mengarahkan batu cahaya ke bagian tepi lukisan, setelah beberapa kali melihat Weiruo akhirnya menemukan petunjuk yang mungkin saja benar.


Dengan hati-hati Weiruo memutar lingkaran sesuai dengan pola yang ditebaknya, setelah itu menekan lingkaran tersebut.


Klek


Satu suara yang diikuti oleh rentetan suara mekanisme yang akhirnya membuat lingkaran di meja tersebut terangkat. Di dalamnya terbuat sebuah kota kayu berhias emas. Kotak tersebut hanya sebesar kepalan tangan saja, tapi ditempatkan di tempat penuh penjagaan.


Weiruo membuka kotak tersebut, di dalamnya terdapat sebuah cincin berhias kristal yang begitu cantik.


Karena penasaran, Weiruo mencoba melihat isi dari cincin ruang tersebut. ketika berhasil melihat isinya, Weiruo tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


“Harta karun!” ucap Weiruo penuh semangat.


Di dalam cincin tersebut terdapat begitu banyak tanaman spiritual dengan kualitas yang begitu tinggi, belum lagi ratusan buku resep pil serta kebutuhan seorang ahli pil.


Weiruo mengeluarkan sebuah lembaran kertas dari cincin tersebut karena merasa aneh dengan keberadaannya.


“Yao Liqiu? Aku pernah membaca kisahnya, dia seorang ahli pil di masa lalu yang begitu terkenal akan kemampuannya, dia menikah dengan seorang pendekar yang begitu kuat pada masa itu, sayangnya demi menyelamatkan suaminya dia kehilangan nyawanya. Cukup sedih.”


Weiruo menyimpan kembali catatan tersebut ke dalam cincin ruang, setelah mengembalikan keadaan ruang tersebut seperti semula, Weiruo segera kembali ke atas karena sudah cukup lama berada di ruang rahasia tersebut.


Untung saja pagi masih belum tiba, Weiruo segera menutup pintu menuju ruang rahasia sebelum pergi ke kamarnya dan mengistirahatkan diri.

__ADS_1


__ADS_2