Strongest Lady

Strongest Lady
Ch. 64-Lan Meili Melawan Gu Xia


__ADS_3

Pertandingan terus berlanjut, kini tiba giliran murid kelas 2 untuk menunjukkan kemampuan mereka.


Perbedaan kemampuan dari kelas 2 dan 3 terlihat dengan jelas, kelas 2 memiliki pelatihan yang lebih baik dari kelas 3 yang berisi murid yang baru bergabung.


Tiba giliran Lan Meili, gadis tersebut naik ke arena dengan sebilah pedang kayu di tangannya. Karena hanya pertandingan latihan, dilarang menggunakan senjata sungguhan.


Lan Meili mengambil kuda-kuda, ketika wasit memberi aba-aba gadis tersebut segera maju menyerang dan mengayunkan pedang kayunya.


Serangan Lan Meili cepat dan tajam, gadis tersebut berusaha agar lawannya tidak memiliki kesempatan untuk menyerang balik.


Trak!


Pedang kayu Lan Meili berhasil ditahan oleh lawannya, dalam satu ayunan Lan Meili berhasil terdorong mundur beberapa langkah.


“Lan Meili ... kemampuanmu tidak buruk,” ucap seorang gadis yang menjadi lawan Lan Meili.


Lan Meili menggigit bibir bawahnya, di hadapannya saat ini adalah Gu Xia, salah satu murid paling kuat di kelas dua. Walaupun Lan Meili kuat, tapi jika dibandingkan dengan Gu Xia, Lan Meili jauh di bawah gadis tersebut dalam hal bela diri.


Gu Xia tersenyum miring dan menghunuskan pedang kayunya, gadis tersebut berlari ke arah Lan Meili dan mengayunkan pedangnya dengan cepat.


Keadaan berbalik dengan begitu cepat, kini Lan Meili kesulitan untuk menahan tiap serangan yang dilancarkan oleh Gu Xia.


“Akh!”


Lan Meili terdorong jatuh setelah menahan serangan Gu Xia, tangannya bergetar karena rasa sakit setelah menahan tenaga dalam dari Gu Xia. Namun, Lan Meili tidak menyerah, ia segera bangkit dan kembali menyiapkan kuda-kuda.


Gu Xia tersenyum miring, rasanya begitu puas melihat Lan Meili kesulitan menghadapinya.


Lan Meili mengalirkan tenaga dalam ke dalam pedang kayunya, gadis tersebut memfokuskan seluruh tenaga dalamnya ke dalam pedang yang ada di tangannya.


Gu Xia menaikkan alisnya, ia mengenali kuda-kuda yang dilakukan oleh Lan Meili karena ia juga mempelajari teknik yang sama.


Tarian Peri Musim Panas, satu dari empat Teknik Tarian Peri. Tarian Peri Musim Panas sendiri dibagi menjadi lima gerakan.


Teknik Tarian Peri merupakan teknik berpedang yang diajarkan ketika murid Sekte Gunung Peri naik menjadi murid kelas 2.


Gu Xia sendiri sudah mempelajari seluruh gerakan dari Tarian Peri Musim Panas, gadis tersebut masih dalam proses penyempurnaan untuk teknik tersebut.


Lan Meili mengayunkan pedang kayunya dengan cepat, gerakannya tajam dan langsung mengarah ke leher Gu Xia. Namun, Gu Xia merespon dengan cepat dan menahan serangan itu meskipun dirinya sedikit terdorong akibat tenaga yang dihasilkan oleh Lan Meili.

__ADS_1


Serangan Lan Meili tidak berhenti di situ saja, gadis tersebut berputar dan mengarahkan pedangnya ke sisi leher yang lain.


“Jangan remehkan aku!” bisik Lan Meili kesal.


Selama ini entah kenapa Gu Xia selalu mencari masalah dengannya, padahal dalam ingatan Lan Meili tak pernah sekalipun dirinya menyinggung Gu Xia.


Awalnya Lan Meili cukup mengagumi Gu Xia karena kemampuannya, tapi setelah menyadari kebencian Gu Xia terhadap dirinya, Lan Meili kehilangan rasa kagumnya begitu saja.


Serangan Lan Meili terus berlanjut, gadis tersebut berusaha mempertahankan gerakannya akan tidak melakukan kesalahan.


“Sadari posisimu!”


Gu Xia menangkis serangan Lan Meili, kemudian melakukan gerakan yang sama dengan Lan Meili, bahkan jauh lebih baik.


“Kau itu jauh di bawahku!”


“Akhh!”


Lan Meili terlempar ke luar arena setelah menahan serangan Gu Xia, pedang kayu milik Lan Meili bahkan mengalami keretakan saking kuatnya tenaga yang dikeluarkan oleh Gu Xia.


Gu Xia keluar sebagai pemenang, pergi meninggalkan Lan Meili dengan tatapan penuh kebencian.


Di sisi lain Weiruo tersenyum tipis melihat betapa kerasnya Lan Meili berusaha untuk menyerang Gu Xia, walaupun akhirnya gadis tersebut kalah.


Keterampilan Lan Meili dan Gu Xia memiliki perbedaan yang terlihat begitu jelas di mata Weiruo, tapi Weiruo akui Lan Meili bekerja keras untuk memukul mundur Gu Xia pada awal pertandingan.


“... siluman kura-kura itu sangat kuat.”


“Untung saja aku sudah pergi dari Kota Turong.”


Weiruo melirik ke tamu undangan di sebelahnya, perbincangan sekelompok pedagang tersebut terdengar cukup jelas di telinganya.


Terjadi pertarungan hebat di Kota Turong, Ibukota Kekaisaran Huangjin seminggu yang lalu, yang disebabkan perseteruan dari sekelompok pendekar dan seorang siluman.


Banyak kerusakan yang tersisa akibat pertarungan itu. Sekelompok pendekar tersebut diamankan, tapi siluman kura-kura yang menyerang mereka menghilang sehingga pihak keamanan kesulitan mencarinya. Begitulah yang Weiruo dengan dari pedagang-pedagang tersebut.


“Binatang Suci? Tapi untuk apa mereka membuat kekacauan seperti itu?” bisik Da Feng yang juga menguping pembicaraan pedagang-pedagang tersebut.


“Entahlah.”

__ADS_1


Weiruo kembali melihat pertandingan yang masih berlanjut, walaupun begitu sesekali gadis tersebut menguping para pedagang di sampingnya.


Pertandingan terus berlanjut, semakin lama semakin menegangkan karena murid yang bertanding akan semakin kuat.


Pertandingan akhirnya berakhir ketika matahari tenggelam, Weiruo mengajak Da Feng untuk segera kembali ke penginapan.


“N-Nona Ruo!”


Lan Meili berlari kecil mengejar Weiruo yang hendak keluar dari gerbang sekte, yang dipanggilpun segera berhenti dan menunggu Lan Meili tiba di hadapannya.


“Ada apa?” tanya Weiruo.


“I-itu ... maaf sudah mengecewakan anda,” ucap Lan Meili sedikit malu.


“Kecewa tentang apa?”


“Anda sudah meluangkan waktu untuk melihat pertandingan saya, tapi saya gagal dan mengecewakan Nona,” jelas Lan Meili.


Weiruo tersenyum kecil dan menepuk pundak Lan Meili pelan, mengejutkan gadis tersebut.


“Tidak apa, kau sudah berusaha dengan keras. Mungkin ... kau harus lebih yakin dengan pedangmu. Hanya itu saranku.”


Lan Meili melamun untuk sesaat setelah mendengar ucapan, segera ia mengangguk setelah menyadari arti ucapan Weiruo.


“Aku akan pergi besok pagi, jaga dirimu dan saudari kembarmu.”


“Baik! Ah itu ... jika saya ingin bertemu dengan anda ... bagaimana cara menguhubungi Nona?” tanya Lan Meili agak ragu.


“Datanglah ke Kota Zhongxin, lalu pergilah ke Balai Obat dan temui orang bernama Yu Shuyan, dia akan mengatur pertemuan kita.”


“Baiklah, saya mengerti. Hati-hati di jalan.” Lan Meili membungkuk sebagai salam perpisahan.


“Tentu, jaga dirimu baik-baik. Lalu ... jangan bersikap terlalu sopan padaku.”


Weiruo berjalan meninggalkan Lan Meili di gerbang sekte, Lan Meili terlihat senang setelah bertemu dengan Weiruo.


“Lihat, dia tidak berhenti tersenyum,” bisik Da Feng setelah menengok sebentar ke arah Lan Meili yang masih setia di depan gerbang sekte melihat Weiruo dari kejauhan.


“Jangan seperti itu, ayo kembali!” Weiruo menarik tangan Da Feng agar pemuda tersbeut berjalan lebih cepat dan berhenti melihat ke arah Lan Meili.

__ADS_1


__ADS_2