Strongest Lady

Strongest Lady
Ch. 41-Terpojok


__ADS_3

Laohua masih duduk di sudut ruangan seperti sebelumnya, matanya terlihat sembab serta wajahnya juga begitu pucat.


Entah sudah berapa lama Laohua dikurung, mungkin sudah hampir dua hari. Tidak ada tanda-tanda kedatangan Ca Hongqi setelah pria tersebut perti meninggalkan Laohua begitu saja.


Tok tok


“Uh? Siapa di sana?” Laohua bangkit dari tempatnya sesaat setelah terdengar suara ketukan.


“Laohua, ini aku.”


“Kakak Ruo? Kakak ... tolong bawa Laohua pergi....”


Tidak ada balasan, sesaat Laohua berpikir bahwa dirinya berhalusisasi karena rasa lapar yang ia rasakan.


BRAAK


Pintu didobrak, sesosok gadis memasuki ruangan dengan santai. Pakaiannya sepenuhnya hitam dengan topeng kayu sederhana yang menutupi separuh wajahnya.


Tanpa pikir panjang Laohua berlari ke arah sosok tersebut, melemparkan dirinya ke pelukan sosok tersebut begitu saja.


“Kakak Ruo ... Laohua takut hiks....”


Sebuah belaian hangat menenangkan Laohua, segera gadis kecil tersebut menghentikan tangisannya.


Weiruo berjalan keluar bersama Laohua, menatap Da Feng yang menjaga di luar. Waktu mereka tidak banyak, anggota Sekte Teratai Emas yang mereka lumpuhkan mungkin akan segera sadar dan melaporkan keberadaan Weiruo sebagai penyusup.


Weiruo menggendong Laohua dan segera pergi dari tempat tersebut, Chie juga mengikuti tidak jauh dari mereka, terbang sedikit rendah agar tidak mudah dilihat oleh anggota sekte.


Benar saja dugaan Weiruo, tidak lama setelah membawa pergi Laohua sekelompok orang sudah mengejarnya tidak jauh di belakang.


“Merepotkan.”


Da Feng melempar beberapa bom asap dan berganti arah, mau tidak mau para anggota Sekte Teratai Emas juga harus berpencar untuk mengejar Da Feng secara terpisah.


Weiruo tentu tidak hanya berlari menghindar, sesekali ia melempar pisau beracun dan melumpuhkan orang-orang yang mengejarnya.


Tiba-tiba sebuah energi berwujud tapak tangan mengarah ke arah Weiruo, gadis tersebut bereaksi dengan cepat sehingga berhasil menghindar.


“Dasar penyusup kurang ajar!” teriak seorang pria sepuh yang kini juga ikut mengejar Weiruo.

__ADS_1


Dilihat dari pakaiannya serta bagaimana para murid-murid sekte bersikap ketika bertemu dengannya, Weiruo menyimpulkan jika pria sepuh tersebut adalah salah satu tetua sekte.


Padahal Weiruo berharap bisa pergi tanpa halangan, tidak disangka bertemu tetua sekte yang jelas kekuatannya jauh di atas Weiruo.


Sesosok wanita tiba-tiba melompat ke arah Weiruo, mengayunkan sebilah pedang ke lehernya, Weiruo bereaksi dengan cepat dan menghindar sehingga pedang tersebut hanya sedikit menggores lehernya.


Sekelompok orang tersebut dengan cepat mengejar Weiruo, membuatnya perlahan berada di posisi terpojok.


Sebuah luka sayatan menghiasi lengan Weiruo dan jubahnya tertutup oleh darahnya.


Weiruo mengonsumsi pil sehingga luka luarnya sembuh sedikit demi sedikit, kedua tetua yang mengejar Weiruo maju menyerang dan Weiruo menangkis tiap serangan tersebut. Namun, gadis tersebut tidak sempat melancarkan serangan balik karena akan beresiko untuk Laohua yang berada di gendongannya.


Dentingan bilah pedang yang beradu terdengar hingga kejauhan, Weiruo perlahan terdorong mundur hingga akhirnya ia terpojok.


Napas Weiruo sedikit tidak beraturan, ia merasa sedikit pusing karena sudah kehilangan cukup banyak darah.


Akhirnya Weiruo menurunkan Laohua dan meminta agar gadis kecil tersebut lari ketika Weiruo berhasil membuka celah untuknya.


Tetua wanita yang berdiri tidak jauh dari Weiruo mengayunkan pedangnya, menyerangnya dengan begitu ganas, aura membunuh bisa Weiruo rasakan di tiap ayunan pedangnya.


Weiruo hanya menangkis serangan tersebut, sesekali menghalangi murid-murid sekte yang berusaha mendekati Laohua.


“AAKHH!!”


Jeritan pemuda tersebut menggema di tengah gelapnya malam, darahnya bercecera begitu saja di tanah tanpa henti.


Tingkat bela diri Weiruo mungkin tidak begitu tinggi, tapi dirinya cukup mahir bela diri dengan semua kemampuan pada kehidupan pertamanya.


“Kalian gagal mengalahkan seorang gadis yang bahkan belum mencapai tingkat Pendekar Fondasi Jiwa?”


Semua orang langsung menoleh seketika ke asal suara, Weiruo segera waspada karena merasakan tekanan luar biasa dari pria tersebut.


Pria tersebut melompat dan dengan begitu cepat berada di hadapan Weiruo, sebuah serangan ia lancarkan dengan penuh niat membunuh. Weiruo yang terlembat bereaksi gagal menahan serangan tersebut, tubuhnya terpental hingga menghantam patung di belakangnya.


“Uhuk!”


Weiruo memuntahkan darah, tangannya bergetar hebat karena sakit luar biasa akibat menahan serangan pria tersebut.


Laohua menghampiri Weiruo dengan panik, matanya berkaca-kaca tapi tidak sampai menangis.

__ADS_1


“Hua’er, kemarilah...,” panggil pria tersebut.


“Paman jahat jangan mendekat!” teriak Laohua dengan suara bergetar karena takut.


Weiruo menarik Laohua ke pelukannya, membisikkan sesuatu pada gadis kecil tersebut.


Ca Hongqi menyipitkan matanya dan maju menyerang dengan sebilah pedang di tangannya. Ketika jarak antara dirinya dengan Weiruo hanya tersisa beberapa langah, Weiruo melempar pisau langsung mengarah ke mata Ca Hongqi, pria tersebut langsung menangkis serangan tersebut dengan mudah.


Di saat bersamaan Ca Hongqi menangkis pisau Weiruo, gadis tersebut melepaskan tebasan energi ke arah para murid dan membuat mereka terlempar begitu saja.


Mamanfaatkan kesempatan tersebut Weiruo segera membawa Laohua dari tempat tersebut.


Namun, rencana Weiruo gagal, dua tetua dengan cepat mengisi jalan satu-satunya untuk Weiruo pergi.


Ca Hongqi menyerang Weiruo ketika gadis tersebut lengah, Weiruo gagal menghindar dan mendapat luka tebasan di punggungnya.


Belum cukup dengan serangan itu, Ca Hongqi melancarkan sebuah pukulan yang dialiri begitu banyak tenaga dalam.


Weiruo tidak sempat merespon karena serangan sebelumnya, gadis tersebut langsung terpental begitu saja setelah pukulan Ca Hongqi mengenai tubuhnya.


Pertarungan benar-benar berakhir, Weiruo tidak bisa melawan balik Ca Hongqi, setiap serangan pria tersebut menghasilkan luka fatal di tubuhnya.


Bukannya takut, Weiruo malah tersenyum kecil. Padahal dirinya datang hanya untuk membawa kembali Laohua, tidak disangka akan kembali menemui ajal.


Ca Hongqi menghampiri Weiruo, tangannya meraih rambut gadis tersebut dan mengangkatnya dengan begitu kasar. Laohua berusaha menghentikan Ca Hongqi, tapi pria tersebut menggunakan aura miliknya untuk menekan Laohua sehingga ia tidak dapat bergerak sedikitpun.


“Lepaskan Kakak!”


Laohua memaksa tubuhnya untuk bergerak dan mendekati Ca Hongqi. Namun, Ca Hongqi menambah kekuatan aura miliknya sehingga Laohua langsung jatuh ke tanah, kesadaran Laohua juga perlahan menghilang karena aura Ca Hongqi menekannya dengan begitu kuat.


Air mata Laohua jatuh ke tanah, perasaan sedih, takut, serta marah bercampur menjadi satu melihat Weiruo terluka dengan begitu parah akibat dirinya.


Mata Laohua yang semula hanya berwarna biru gelap, secara tiba-tiba bersinar, sebuah energi berwana biru keperakan menyelimuti tubuhnya dan perlahan mulai menyebar ke sekitar.


“Manusia rendahan ... berani sekali kalian bersikap kurang ajar.”


Suara asing menggema ke segala arah, energi yang begitu kuat perlahan memenuhi tempat tersebut dan menekan semua orang yang ada di sana.


Sebuah cahaya menyelimuti tubuh Laohua sedetik kemudian, ketika cahaya menghilang sosok kecil Laohua menghilang.

__ADS_1


Terlihat seorang gadis muda berusia belasan tahun, dengan rambut keperakan serta mata biru menyala. Di antara rambut panjangnya sepasang telinga harimau mencuat keluar, kemudian sebuah ekor harimau berwarna putih menjuntai ke bawah dan bergerak pelan.


__ADS_2