
Pil perlahan mencair di dalam mulut Yu Shuyan, pria tua tersebut juga samar merasakan sensasi dingin pada wajahnya.
Kerutan di wajah Yu Shuyan secara samar sedikit berkurang dan wajahnya menjadi sedikit lebih cerah dari sebelumnya.
Yu Shuyan mengambil sebuah cermin dan melihat pantulan dirinya, ia terbelalak kaget melihat perubahan yang terjadi pada wajahnya. Dia begitu kegirangan dan langsung memuji pil buatan Weiruo.
“Wajah ini, wajahku sepuluh tahun yang lalu, pil anda sungguh luar biasa!”
“Ya, bukankah luar biasa, berapa banyak uang yang bisa kita dapat dengan benda kecil ini?” Weiruo menyimpan sisa pil miliknya.
Weiruo sudah mencari sedikit informasi tentang Pil Awet Muda buatannya, resep pil tersebut sudah lenyap ratusan tahun lalu dan tidak ada ahli pil yang mengetahui pasti resepnya.
Pil Awet Muda selain dapat mengencangkan kulit sebenarnya juga dapat mmebersihkan kotoran dan menghilangkan bekas luka, tentu saja keberadaan pil ini akan diburu pada pendekar wanita yang menjaga kecantikannya.
“Bahan yang dibutuhkan juga tidak sulit didapatkan, hanya saja tekniknya cukup sulit, anak-anak itu akan kesulitan membuatnya. Untuk sementara waktu kau saja yang membuatnya, buatlah sebisamu.”
Yu Shuyan menerima resep pil tersebut dan segera menyimpannya, setelah sedikit perbincangan Weiruo segera pergi.
Seminggu kemudian Weiruo datang kembali dengan sepuluh botol pil, masing masing berisi lima buah pil. Selama seminggu Weiruo banyak menghabiskan waktu untuk membuat pil terutama Pil Awet Muda.
Yu Shuyan sendiri juga sudah membuat seratus pil yang sama, pria tua tersebut terlalu bersemangat sehingga membuat begitu banyak pil.
“Sepertinya tidak ada yang memiliki kualitas tinggi ataupun sempurna,” gumam Weiruo.
“Resep pil ini, apakah resep pil kelas 3?”
“Entahlah, mungkin ya. Tuan Yu, kau Ahli Pil tingkat berapa?” tanya Weiruo.
“Saya baru mencapai Ahli Pil tingkat tiga, butuh waktu belasan tahun untuk itu. Nona Muda pasti menghabiskan begitu banyak waktu untuk mencapai tingkat sekarang.”
“Kau tahu Tuan Yu ... aku baru memasuki dunia Ahli Pil kurang dari setengah tahun lalu.”
Yu Shuyan seketika juga tersedak teh yang ia nikmati. Kurang dari setengah tahun? Yu Shuyan tidak percaya jika orang yang mampu menyainginya baru saja memasuki dunia ahli pil kurang dari setengah tahun!
“Anda tidak bercanda?”
“Ya ... begitulah.”
__ADS_1
Weiruo tersenyum canggung dan kembali mengecek botol giok berisi pil di atas meja.
***
Sepasang suami istri memasuki Balai Obat, suasana Balai Obat sudah tidak seramai dulu sehingga terasa begitu luas.
“Tempat ini terlihat sedikit berbeda, Sayang,” ucap sang istri pada suaminya.
“Benar, ada lebih banyak meja pelayanan.”
Keduanya datang ke salah satu meja dan menyerahkan daftar tanaman herbal yang hendak dibeli.
Gadis yang melayani mereka segera mengambil sesuai dengan daftar yang pria tersebut berikan.
“Apa sudah ada yang melayani?” tanya seorang gadis yang tiba-tiba mendatangi mereka, tidak lain adalah Weiruo.
“Sudah ada, Nona.”
“Baiklah. Hmm? Apa Nyonya memiliki bekas luka di wajah anda?”
Wanita tersebut terkejut dan segera menutupi wajahnya dengan kipas.
“Tidak tidak! Bukan itu maksud saya. Tempat kami menjual sebuah pil yang mampu menyamarkan bekas luka, mungkin Nyonya akan membutuhkan pil ini.” Weiruo mengambil sebuah botol giok dari atas rak khusus dan menunjukkannya pada suami istri itu.
“Pil ini dapat membersikan luka di tubuh anda, bukan tidak mungkin untuk menghilangkannya juga! Pil ini bisa Nyonya dapatkan dengan harga 300 koin emas. Kami menyediakan kualitas yang lebih tinggi dengan harga 1000 koin emas, tentu saja khasiatnya berbeda.”
“Apa benar demikian? Luka ini disebabkan oleh pertarungan antar pendekar, sangat sulit untuk menghilangkannya.”
Wanita tersebut terlihat ragu, tapi Weiruo tahu jika wanita tersebut juga menginginkan pil ditangannya sekarang.
“Jika tidak berefek apapun, anda tidak usah membayar.”
Tangan wanita tersebut menyentuh wajahnya yang tertutup topeng, sejenak melirik yang suami.
“Aku ambil pil seharga seribu koin emas, aku akan mempercayaimu. Namun, jika terjadi sesuatu pada istriku....”
“Saya mengerti.”
__ADS_1
Weiruo mengambil botol lain dan memberikannya pada mereka. Sang istri membuka botol tersebut, kemudian dengan satu tarikan napas memasukkannya ke dalam mulut.
Suasana menjadi hening. Bukan tanpa alasan, kini mereka menjadi pusat perhatian karena perbincangan mereka dapat terdengar jelas di telinga pengunjung yang lain.
Setelah beberapa saat, wanita tersebut membuka topengnya dengan ragu. Ketika topeng telah dilepas, suami wanita tersebut terbelalak tidak percaya, sesaat kemudian matanya berkaca-kaca.
“Sudah hilang ... luka itu benar-benar hilang, Sayang.” Ia memeluk sang istri dengan erat dan mengecup keningnya dengan penuh kasih.
Wanita tersebut buru-buru mengeluarkan cermin dan melihat apa yang terjadi wajahnya, ia juga tidak kalah terkejut melihat wajahnya yang sudah lama tertutup luka kini sudah kembali seperti semula, bahkan terlihat sedikit lebih muda dari sebelumnya.
“Nona, aku berhutang padamu! Aku akan memberi harga lebih!”
“Tidak perlu.”
Seketika itu juga suasana menjadi begitu gaduh. Semua orang begitu penasaran pil apa yang Weiruo keluarkan.
Tentu saja Weiruo menjelaskan tentang Pil Awet Muda pada smeua orang di tempat tersebut, hari itu juga semua pil yang Weiruo keluarkan habis terjual.
Dalam waktu satu minggu Balai Obat ramai diperbincangkan karena menjual pil, terlebih yang dijual adalah pil yang dapat membuat orang terlihat lebih muda. Setiap hari selalu saja ada orang yang mencari pil tersebut. Namun, Weiruo membatasi penjualan dan hanya memperbolehkan Yu Shuyan mengeluarkan 20 Pil Awet Muda setiap harinya.
Tentu saja dengan terbatasnya jumlah pil yang dijual membuat Balai Obat selalu ramai pembeli yang mengincar pil tersebut.
Dalam beberapa bulan saja nama Balai Obat sudah hampir menyebar ke seluruh Kekaisaran Xifeng, ditambak banyak pendekar yang jauh-jauh datang hanya untuk Pil Awet Muda.
Para pemuda-pemudi yang Yu Shuyan latih kini juga sudah menjadi ahli pil dan mulai meracik pil untuk produksi di Balai Obat.
Hanya saja untuk produksi Pil Awet Muda masih dikerjakan secara langsung oleh Weiruo dan Yu Shuyan.
“Tuan Yu, kau bilang ingin membuka cabang Balai Obat, bisa kutahu rencana lebih detailnya?”
“Ah, saya hampir melupakan itu. Saya sudah membeli sebuah bangunan tua jauh-jauh hari bahkan sebelum saya bertemu anda, karena begitu banyak hal yang harus saya urus, pembukaan cabang saya tunda begitu lama.”
“Di mana itu?”
“Kota Gohu, saya berniat pergi bulan ini sebelumnya, tapi saya harus melakukan latihan tertutup sehingga jadwal diundur.”
Weiruo mengangguk paham dan meletakkan cangkir miliknya.
__ADS_1
“Aku akan pergi ke sana.”
“Nona Muda, apa itu tidak berbahaya? Lagipula dengan identitas anda....”