
Ying tinggal selama beberapa hari di istana untuk perawatan, ketiga anak-anak yang datang bersama Ying juga harus mendapat perawatan atas trauma yang mereka alami setelah pembantaian yang terjadi pada desa mereka.
Setelah dirasa anak-anak tersebut tidak ketakutan dengan orang-orang di sekitarnya, Weiruo mengunjungi mereka berempat.
Kedatangan Weiruo disambut oleh Ying, kondisi gadis tersebut terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Kalian terlihat jauh lebih baik.”
“Semua berkat Tuan Putri. Saya sangat kagum dengan anda, anda kuat dan berani,” puji Ying tulus dari lubuk hatinya.
“Tidakkah kau ingin menjadi kuat sepertiku? Aku sedang mencari murid sekarang.”
Ying memandangi anak-anak yang tengah bermain bersama Da Feng di taman. Tentu saja gadis tersebut ingin menjadi kuat untuk membalaskan dendam kematian orang-orang di desanya, tapi Ying juga tidak ingin meninggalkan anak-anak tersebut karena hanya dirinya lah yang mereka miliki.
Ketiga anak yang bermain tadi tiba-tiba berkumpul di hadapan Da Feng, entah apa yang pemuda tersebut katakan hingga membuat anak-anak langsung berlari ke arah Weiruo setelah Da Feng menunjuk ke arahnya.
“K-kalian harus bersikap sopan pada Tuan Putri!”
Ying yang panik langsung menghentikan anak-anak tersebut, hanya saja Ying gagal menghentikan kelincahan ketiga anak-anak tersebut sehingga mereka lolos begitu saja.
“Tuan Putri, kami ingin menjadi kuat seperti kakak itu!” ucap salah seorang anak laki-laki sambil menunjuk Da Feng yang tersenyum dengan bangganya.
“Benarkah? Tapi kalian harus menjadi muridku.” Weiruo tersenyum tipis dan mengusap pelan pucuk kepala mereka secara bergantian.
Ketiga anak kecil tersebut saling memandang sebelum mengangguk bersamaan.
“Kalian harus meminta izin pada Ying.”
Mendengar perintah Weiruo, ketiganya langsung menghampiri Ying dan langsung memohon agar Ying mengizinkan mereka menjadi murid Weiruo.
“Kami akan menjadi muridmu.” Ying memberikan hormatnya kepada Weiruo, terlihat api amarah di mata gadis tersebut. Jelas bahwa Ying menyimpan dendam yang mendalam atas kematian keluarga serta seluruh penduduk desanya.
Weiruo tersenyum tipis, langkah awal untuk membangun sektenya sudah lengkap. Mulai sekarang Weiruo harus giat melatih murid-muridnya tersebut.
Berbeda dengan ketiga anak kecil tersebut, Ying yang sudah menginjak usia 20 tahun tentunya mengalami kesulitan untuk mengumpulkan karena titik spiritualnya banyak yang sudah tertutup oleh racun.
Namun, Weiruo memberi Ying pil khusus yang membantu membuka titik spiritualnya.
__ADS_1
Dalam waktu satu minggu mereka berempat sudah memasuki tahap awal seorang pendekar sehingga Weiruo sudah bisa menurunkan teknik bela diri pada mereka semua.
Mereka tidak bisa menggunakan Manual Jiwa Dewi Bulan sebagai dasar bela diri mereka, sehingga Weiruo memberi mereka berempat manual lain yang merupakan cabang dari Manual Jiwa Dewi Bulan.
Weiruo mengajari mereka dan mengajari tiap teknik dengan teliti sehingga Ying dan ketiga anak-anak tersebut dengan mudah memahami tiap penjelasannya.
Chuhua, gadis kecil tersebut bergerak mengayunkan pedang kayu di tangannya dengan gerakan yang anggun, berbeda dengan Heiyu dan Yubai yang mengayunkan pedang kayu mereka penuh tenaga.
Dalam beberapa hari latihan Weiruo sudah menemukan teknik beladiri yang cocok dengan mereka semua. Setelah memberi pemahaman tentang tenaga dalam, Weiruo memberi mereka tugas untuk mengusahai teknik Tebasan Energi yang merupakan teknik paling mendasar.
“Kau ingin pergi ke mana?” tanya Da Feng melihat Weiruo berjalan keluar dari kediamannya.
“Menemui Ayah, kau perhatikan mereka sampai aku kembali.” Weiruo menunjuk Ying serta anak-anak yang sibuk mengayunkan pedangnya, sementara mereka memang tinggal di kediaman Weiruo hingga Weiruo menemukan tempat yang pas untuk mereka.
Da Feng mendengus kesal sebelum masuk ke halaman belakang dan mengawasi anak-anak kecil tersebut.
***
Kedatangan Weiruo disambut oleh Xuan Guoxin yang sedari tadi sudah menunggunya.
“Putriku, sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?” tanya Xuan Guoxin.
“Apa kau tahu Pertemuan Empat Kaisar?”
Weiruo mengangguk mengiyakan pertanyaan ayahnya tersebut.
Pertemuan Empat Kaisar adalah pertemuan yang selalu diadakan setiap lima tahun sekali, pertemuan tersebut diadakan untuk mempererat hubungan antar kekaisaran.
Tahun ini pertemuan tersebut diadakan di Kekaisaran Huangjin yang kebetulan memiliki hubungan kurang baik dengan ayahnya.
“Lalu apa hubungannya dengan Ayah memanggilku?”
“Aku ingin mengajakmu untuk datang ke sana, tidak masalah jika kau menolak.”
“Aku akan pergi.”
Xuan Guoxin mengangkat alisnya, tidak menyangka Weiruo akan menerima ajakannya begitu cepat.
__ADS_1
“Aku juga ada hal yang perlu kubicarakan dengan Ayah.”
“Apa itu?”
“Hmm ... tidak jadi.”
Weiruo buru-buru pergi sebelum ayahnya menanyakan lebih lanjut. Awalnya Weiruo berniat meminta bantuan ayahnya untuk membangun tempat latihan, tapi segera Weiruo urungkan niatnya tersebut, lebih baik ia lakukan secara diam-diam seperti biasanya.
Setibanya di paviliun tempat tinggalnya, Weiruo menulis usrat yang nantinya akan ia berikan kepada Yu Shuyan.
Setelah mengirim surat, Weiruo mengunjungi Ying yang masih mengayunkan pedangnya, sedangkan Chuhua dan dua anak lainnya beristirahat karena sudah kelelahan.
“Aku akan pergi setidaknya satu bulan, Shulong akan mengajari kalian selama aku pergi,” ucap Weiruo.
“Kau mau pergi ke mana? Jangan bilang mencari musuh?” Da Feng menenggak sebotol arah di tangannya.
“Aku akan pergi ke Kekaisaran Huangjin, ikutlah denganku. Lalu ... jangan minum arak di depan anak-anak.”
Weiruo melempar jarum ke arah pemuda tersebut, tapi Da Feng dengan cepat menghindari serangan itu.
***
Karena perjalan akan memakan waktu lebih dari satu minggu, Weiruo berankat dua minggu sebelum pertemuan diadakan.
Selain Da Feng, Yinyi juga ikut untuk mengurus kebutuhan Weiruo.
Sebenarnya Weiruo tidak ingin membawa Yinyi, tapi ibunya memaksa agar gadis tersebut membawa Yinyi karena takut Weiruo kesulitan mengurus dirinya.
Perjalanan memakan waktu sepuluh hari karena rombongan Weiruo banyak berhenti di kota yang mereka lewati untuk beristirahat.
Weiruo hanya bisa mengeluh bosan karena perjalanan terasa begitu lama, padahal jika menaiki kuda tidak akan menghabiskan waktu yang begitu lama.
Setibanya di Kekaisaran Huangjin, rombongan mereka langsung disambut oleh Kaisar Rong Linqing. Selain mereka ternyata Kaisar Zhang Yin juga sudah tiba tiga hari lebih awal dari mereka.
Zhang Yin tidak datang sendirian, pria tersebut membawa Zhang Qinzie bersamanya.
Weiruo berisirahat di kamar yang sudah disediakan setelah melepas hiasan rambut yang menurutnya cukup berat serta mengganggu.
__ADS_1
Weiruo bangkit dari tempatnya dan sedikit merapikan rambutnya setelah puas beristirahat, gadis tersebut berencana mencari udara segar di luar.