Strongest Lady

Strongest Lady
Ch. 30-Hanya Bercanda


__ADS_3

“Dengan seluruh isinya? Termasuk dirimu tentu saja.” Weiruo tersenyum tipis.


Mendengar itu Yu Shuyan terkekeh pelan dan menjawab Weiruo, “Tentu, seluruh Balai Obat akan menjadi milikmu.”


“Kuberi tiga kesempatan untuk mencoba, setidaknya kau harus membuat satu pil dengan kualitas sempurna atau tiga dengan kualitas menengah. Jika aku berhasil membuat pil itu, maka sesuai dengan taruhan.”


Yu Shuyan mengibaskan jubahnya dan kembali duduk di depan tungku pil, segera menyalakan api dan memasukkan bahan satu per satu.


Pada percobaan pertama Yu Shuyan mengalami kegagalan total, dia hanya mampu menghasilkan dua pil kualitas rendah dan tiga sisanya menjadi pil gagal bahkan hancur.


Yu Shuyan tidak menyerah dan langsung mencoba kembali, tentu saja pada percobaan kedua Yu Shuyan sedikit mengubah tekniknya karena kesalahan sebelumnya. Namun, hasilnya tetap sama, bahkan pria tua tersebut tidak dapat menghasilkan satupun pil kualitas menengah.


“H-hey! Ikan dari mana itu?!” tanya Yu Shuyan panik melihat Weiruo yang sudah siap memanggang ikan di halamannya.


“Aku membelinya dari restoran di sana, aku tidak akan mengambil ikan-ikanmu. Lanjutkan saja.”


Wajah Yu Shuyan sedikit memerah menahan amarah, entah kenapa dirinya bisa merasa begitu frustasi malam ini.


Yu Shuyan segera kembali ke tungku pilnya, sekarang adalah kesempatan terakhirnya, jika ia gagal dan Weiruo berhasil membuat pil yang sudah payah Yu Shuyan pelajari maka Balai Obat akan jatuh ke tangan Weiruo.


Setengah jam berlalu, akhirnya percobaan ketiga Yu Shuyan telah berakhir, lima buah pil Yu Shuyan ambil dari dalam tungku. Dengan ragu pria tersebut membuka tangannya, melihat hasil pil buatannya.


Yu Shuyan menghembuskan napas pelan, matanya menunjukkan kesedihan. Ya, dia kembali gagal, bahkan tidak satupun pil buatannya yang mencapai kualitas menengah.


“Jika aku gagal, maka taruhan kita tidak akan berlaku.” Weiruo bangkit dan duduk di samping Yu Shuyan, dengan hati-hati memindah tungku pil ke hadapannya.


Weiruo mulai menyalakan api, satu per satu bahan mulai ia masukkan, tapi pada pertengahan proses tersebut ia melakukan hal yang berbeda dengan Yu Shuyan.


Yu Shuyan terkejut, tapi memilih untuk tetap diam dan memperhatikan, mengganggu seorang ahli pil dalam pembuatan pil adalah hal yang tidak pantas dilakukan karena dapat menghilangkan fokus.


Api semakin membesar, ketika pil sudah hampir jadi Weiruo memasukkan Bunga Kepingan Es dan mengurangi kekuatan api.


Api padam dan terdapat enam buah pil di dalam tungku. Ketika Weiruo menunjukkan pil miliknya, Yu Shuyan terbelalak kaget, mulutnya seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tidak da kata-kata yang keluar.


“Kau seharusnya mengerti tipe tanaman yang kau gunakan, kau memasukkan Bunga Kepingan Es ketika api sedang membara, tentu saja energinya berlawanan dan pil tidak tercampur sempurna,” Weiruo menjelaskan kesalahan Yu Shuyan sebelumnya.


Yu Shuyan terdiam, pantas saja percobaannya selalu gagal, dirinya merasa malu karena merasa begitu sombong sebelumnya.


Weiruo dapat menghasilkan satu pil kualitas tinggi, tiga kualitas menengah, dan satu dengan kualitas rendah.


“Baiklah, ini sudah malam, aku harus kembali.”

__ADS_1


“Tunggu, biarkan saya mengantar anda kembali.”


“Tidak perlu bicara begitu formal, taruhan itu ... lupaka saja, aku hanya bercanda.”


“Tidak! Aku sudah berjanji! Mataku sudah terbuka hari ini, mulai sekarang aku dan seluruh Balai Obat akan menjadi milikmu!” Yu Shuyan membungkuk pada Weiruo, gadis tersebut buru-buru meminta Yu Shuyan untuk mengangkat kepalanya.


“Aku bukanlah orang yang baik, jangan menjadi orangku,” ucapnya pelan.


“Baik dan jahat hanya dalam ucapan tidak berlaku untukku, aku mengikuti kata hatiku, aku yakin Balai Obat akan menjadi lebih baik di bawah kepemilikanmu. Lagipula aku bertaruh seperti tadi dan aku berpegang pada ucapanku!”


“Baiklah, kau kalah dan aku menang. Seluruh Balai Obat akan menjadi hak milikku, termasuk seluruh orang yang ada di dalamnya. Aku akan membuat tempat ini menjadi lebih baik.”


“Pak Tua ini memberi salam kepada Nona Muda.”


“Panggil saja Ruo.”


***


Suhu udara sedikit naik akibat pergantian musim, Weiruo banyak menghabiskan waktu utuk berendam karena suhu udara yang meninggi.


Sudah tiga bulan berlalu sejak taruhannya dengan Yu Shuyan, sehingga ada hal tambahan yang harus ia urus.


“Dari siapa?”


“Ahli Pil Yu Shuyan.”


“Letakkan di meja, akan kubaca nanti.”


“Baik.”


Weiruo beranjak dari bak mandi dan menganakan pakaiannya, karena suhu udara sedikit panas, Weiruo tidak mengenakan pakaian dengan banyak lapisan. Gadis tersebut duduk dan membaca surat dari Yu Shuyan.


Sudah sebulan sejak terakhir kali Yu Shuyan mengirim surat, Weiruo sendiri hanya datang ke Balai Obat seminggu sekali jika dirinya tidak malas.


Akhir-akhir ini Balai Obat sedikit kesulitan karena jumlah pembeli yang menurun drastis. Bukan tanpa alasan, sebuah toko tanaman herbal dan tanaman spiritual baru saja dibangun tidak jauh dari Balai Obat dan pelanggan Balai Obat mulai berpindah ke toko tersebut.


Toko tersebut memiliki banyak tanaman spiritual yang sulit ditemukan di Kekaisaran Xifeng, tentu banyak yang tertarik untuk membeli di tempat tersebut.


“Sepertinya aku harus membicarakan ini.”


***

__ADS_1


Hembusan napas putus asa terdengar jelas di ruangan tersebut, Yu Shuyan nampak frustasi karena jumlah pembeli yang terus mengurang karena kehadiran toko baru tersebut.


“Aku berpikir ... bagaimana jika kita menjual pil?”


“Saya sempat berpikir demikian, tapi sedikit sulit mencari seorang ahli pil di kota ini, jika saya mengerjakannya seorang diri, saya takut tubuh tua ini tidak kuat.”


“Aku tidak menyuruhmu mencari ahli pil tingkat tinggi, cari saja mereka yang berminat serius dengan bidang ini, keahlian seseorang bisa dilatih nanti.”


“Itu ... sepertinya pemikiran saya tidak sampai sejauh itu, saya akan mencari orang yang berkeinginan menjadi ahli pil.”


“Ya ... ajari mereka hal-hal dasar, aku akan kembali seminggu dari sekarang.”


Weiruo pergi meninggalkan Yu Shuyan, setelah itu Yu Shuyan segera pergi dan menjalankan apa yang diperintahkan Weiruo.


Seperti yang Weiruo katakan, gadis tersebut tidak datang hingga satu minggu kemudian datang ke halaman belakang Balai Obat.


“Maaf, tapi tidak ada yang boleh memasuki area ini kecuali orang yang sudah mendapat izin dari Tuan Yu.”


Langkah Weiruo terhenti, seorang gadis belasan tahun menghadang jalan Weiruo. Gadis tersebut memegang sekeranjang tanaman spiritual dan aroma herbal kuat tercium dari tubuhnya.


“Berapa lama kau mengurung diri dengan tanaman spiritual? Aku ingin bertemu dengan Tuan Yu.”


Gadis tersebut ingin menolak, tapi melihat Weiruo yang bisa masuk ke halaman belakang dengan tenang tentu menandakan bahwa ia bukanlah orang biasa.


Weiruo diajak ke satu ruangan besar, ketika pintu dibuka aroma hermal menyeruak keluar.


“Astaga Nona Muda, maaf karena saya tidak menyambut anda.” Yu Shuyan terkejut dengan kehadiran Weiruo, ia berpikir Weiruo akan datang ketika malam hari sehingga tidak menyangka jika Weiruo datang sekarang.


“Tidak apa, kemarilah, ada hal penting.”


Yu Shuyan segera bangkit dan mengikuti Weiruo, gadis yang mengantar Weiruo barusan masih dalam lamunan karena takut jika Weiruo mempermasalahkan sikapnya sebelumnya.


Sementara itu Weiruo sudah bersama Yu Shuyan, sibuk membahas rencana mereka ke depannya.


“Aku akan membuat pil ini.” Weiruo mengeluarkan sebuah lembaran yang sebelumnya sudah ia siapkan.


“Pil Awet Muda? Saya belum pernah mendengar ini.”


“Resep pil ini sudah hilang ratusan tahun lalu, tentu saja kau tidak pernah mendengarnya. Aku sudah membuat beberapa pil, cobalah.”


Weiruo mengeluarkan tiga buah pil dengan kualitas menengah dan meminta Yu Shuyan mencobanya. Pria tua tersebut awalnya ragu, tapi pada akhirnya memberanikan diri untuk mencoba satu pil tersebut.

__ADS_1


__ADS_2