
“Tidak apa, aku hanya perlu mengatakan jika aku harus melakukan latihan tertutup.”
Yu Shuyan menghela napas pasrah, karena ia tahu jika Weiruo sudah membuat keputusan maka gadis tersebut akan melakukan apa yang ia katakan.
Awalnya Yu Shuyan terkejut ketika Weiruo mengatakan identitas aslinya, ia memang mendengar kabar tentang perubahan sikap dari putri mahkota, tapi tidak menyangka hingga sejauh itu.
“Nona Muda, bagaimana cara saya menjelaskan pada Kaisar jika terjadi sesuatu pada anda?” tanya Yu Shuyan dengan nada ragu.
“Selama itu kulakukan atas kehendakku tanpa dasar permintaan orang lain maka tidak ada yang perlu bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padaku,” jelas Weiruo sebelum beranjak.
“Aku sudah begitu bosan di kota ini.”
Weiruo segera meninggalkan Yu Shuyan dan kembali ke kediamannya.
Tiga hari kemudian Weiruo sudah meninggalkan ibukota dan memulai perjalanan menuju Kota Gohu yang terletak di Kekaisaran Lanjiang. Karena perjalanan cukup jauh Weiruo menggunakan kuda untuk menghemat tenaga.
“Baise, sudah lama tidak menungganggimu.” Weiruo menepuk pelan leher Baise, yang diajak bicara juga mengangguk seolah memahami ucapan Weiruo.
Perjalanan memakan waktu seminggu karena lokasi Kekaisaran Lanjiang yang jauh dari Kekaisaran Xifeng. Setibanya di Kota Gohu, Weiruo langsung mencari lokasi bangunan yang ditunjukkan oleh Yu Shuyan sebelum dirinya berangkat.
Ketika Weiruo tiba terlihat seorang gadis tengah menyapu halaman. Pakaiannya nampak sederhana, rambutnya hitam panjang terurai begitu saja. Menyadari kehadiran Weiruo segera membuat gadis tersebut menghentikan sapuannya dan menghampiri Weiruo.
“Ada yang bisa saya bantu, Nona?”
Weiruo mengeluarkan sebuah lencana, gadis di hadapannya langsung mengenali lencana tersebut dan mengajak Weiruo masuk ke dalam.
“Saya Qi Jia, untuk sementara saya yang mengurus tempat ini selama Kakek saya sakit,” gadis tersebut mengenalkan dirinya pada Weiruo.
“Aku Ruo, pemilik Balai Obat.”
“Maaf, Nona, seingat saya pemilik Balai Obat adalah seorang pria paruh baya.”
“Sudah berganti karena suatu alasan.” Weiruo tersenyum tipis pada gadis tersebut.
Bangunan tersebut cukup terawat walaupun terlihat sudah tua. Karena sudah bertahun-tahun tidak ditinggali Qi Jia dan kakeknya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membersihkan bangunan tersebut dan merawat kondisinya.
“Di mana aku bisa menemukan seorang tukang bangunan? Aku perlu merombak bangunan tua ini.”
__ADS_1
“Saya akan mencari beberapa orang untuk anda.”
“Tolong lakukan secepatnya.”
Weiruo melanjutkan langkahnya dengan Qi Jia yang mengikuti sembari menunjukkan jalan.
Mereka berdua berjalan cukup lama untuk melihat seluruh bangunan tersebut. Karena merasa cukup bosan Weiruo mengajak Qi Jia melihat daerah di sekitar bangunan mereka berada sekarang.
Keduanya berjalan beriringan, jalanan tengah ramai karena di saat bersamaan sedang ada pasar malam yang diadakan tiap satu bulan sekali. Baik bangsawan maupun rakyat biasa ramai memenuhi jalanan tempat pasar malam diadakan.
“Pasar malam di kota ini diadakan selama tiga hari, setiap harinya selalu ramai...,” Qi Jia menjelaskan sambil berjalan bersampingan dari Weiruo, gadis tersebut terlihat menikmati pasar malam.
Weiruo memperhatikan sekitar, selain penduduk kota juga ada para pendekar yang ikut menikmati pasar malam.
Langkah Weiruo terhenti karena tidak mendengar suara Qi Jia, matanya melihat sekitar dengan teliti untuk menemukan sosok gadis tersebut.
Pandangannya akhirnya berhenti mencari, Weiruo segera berjalan menghampiri Qi Jia. Gadis tersebut terlihat kesulitan karna beberapa orang pemuda yang ada di sekitarnya.
“Maaf, menjauhlah dari orangku,” ucap Weiruo sembari menarik Qi Jia menjauh.
“Hmm ... siapakah Nona cantik ini?” salah seorang pemuda berniat menyentuh wajah Weiruo, tapi Weiruo dengan cepat menepisnya.
“Jangan seperti itu Nona, kami tidak akan memperlakukanmu dengan buruk.”
Pemuda yang lain berusaha melakukan hal yang sama, Weiruo dengan tenang mengluarkan sebuah pedang dan tanpa ragu mengarahkan pedang tersebut ke leher pemuda di hadapannya.
“Aku tidak akan ragu memenggal kepalamu,” ucapnya pelan. Suaranya lembut tapi terasa begitu mengancam.
Para pemuda tersebut menaikkan alisnya tidak senang, baru pertama kali ada seseorang yang berani mengancam mereka.
“Nona, apa kau tahu siapa kami?”
“Tidak tahu dan tidak ingin tahu, kalian berani menyentuh orangku maka aku tidak akan ragu menghajar kalian.”
“Kurang ajar! Jaga sikapmu atau kauu akan menyesalinya!” ancam salah seornag dari mereka.
“Seharusnya aku yang mengatakan itu, pemuda brengsek seperti kaliat patut kuhajar.”
__ADS_1
Ketiga pemuda tersebut terlihat tidak senang, salah satu dari mereka maju berusaha meraih Qi Jia, tapi respon Weiruo begitu cepat sehingga pemuda tersebut gagal merebut Qi Jia, bahkan mendapat sebuah tendangan di perutnya.
Dua pemuda yang lain langsung maju menyerang Weiruo, keduanya menggunakan sebuah teknik pedang sehingga gerakan keduanya beriringan dengan baik.
Weiruo mennagkis serangan demi serangan dengan mudah, walaupun kedunya terlihat mengerahkan begitu banyak tenaga tapi Weiruo mampu menangkis serangan mereka tanpa mengeluarkan banyak tenaga.
Dengan satu ayunan Weiruo melepaskan sebuah energi dan langsung melempar ketiga pemuda tersebut jatuh ke jalanan. Weiruo segera menyimpan pedang dan mengajak Qi Jia pergi karena kini keduanya menjadi pusat perhatian.
***
“Nona, maafkan saya.”
“Untuk apa? Berhentilah meminta maaf, mereka pantas untuk dihajar.”
Sejak kembalinya mereka dari pasar malam, Qi Jia terus meminta maaf dengan alasan sudah merepotkan Weiruo.
Weiruo sendiri merasa tidak masalah bahkan merasa puas karena sudah menghajar pemuda-pemuda hidung belang kemarin malam.
“Berhentilah meminta maaf, segera cari tukang bangunan untukku, aku akan pergi sebentar.”
“B-baik, Nona.”
Weiruo pergi ke hutan yang letaknya tidak jauh dari Kota Gohu, hutan tersebut terlihat cukup luas dari kejauhan sehingga Weiruo ingin memasuki hutan tersebut. Ya, dia cukup senang menjelajahi hutan.
Sebuah suara menghentikan langkah Weiruo, gadis tersebut dengan segera mendatangi arah suara dan menemukan seorang pria yang sibuk dengan sesuatu.
Weiruo melihat dengan teliti, matanya menjadi tajam ketika mengetahui pria tersebut berusaha melecehkan seorang gadis yang tidak sadarkan diri dengan luka di dahinya.
Sesegera mungkin Weiruo bergerak untuk menghentikan pria tersebut, Weiruo melancarkan sebuah serangkan tepat di tungkuk leher pria tersebut, membuatnya pingsan seketika.
Weiruo memeriksa keadaan gadis tersebut, untung saja tidak ada luka lain selain luka di dahinya, kemuningkinan gadis tersebut pingsan karena benturan di dahinya.
Setelah membersihkan darah di dahi gadis tersebut, Weiruo membawanya ke kota dan meminta Qi Jia untuk merawatnya.
Beberapa orang tukang datang siang harinya, Weiruo segera menunjukkan bagian mana saja yang ingin ia rombak. Ada cukup banyak bagian yang perlu Weiruo ubah sehingga meminta mereka mencari tambahan orang untuk membantu. Perbaikan akan memakan waktu cukup lama, sekitar dua minggu jika ada tambahan orang untuk membantu.
“Nona, anda membutuhkan biaya lebih besar jika menambah orang, saya punya beberapa kenalan yang mungkin bisa bekerja untuk anda.”
__ADS_1
“Ya, bawa mereka, semakin cepat semakin baik.”