
Belasan orang berhasil diatasi oleh Da Feng, semuanya mendapat luka yang serius dari pemuda tersebut.
“Klan Mo?” tanya Weiruo yang masih berada di tempatnya.
“Benar.”
“Singkirkan jasad mereka.”
Weiruo menutup jendela kamarnya, melihat itu Da Feng langsung mendengus kesal karena sudah pasti pemuda tersebut akan begadang dengan belasan jasad tersebut.
***
Mo Jangyun mondar-mandir di ruang kerjanya, wajahnya terlihat kurang baik.
Bukan tanpa alasan Mo Jangyun bersikap demikian. Sudah dua hari berlalu sejak ia mengirim pasukan khususnya, tapi tidak ada satupun kabar dari mereka setelah dirinya memberi perintah untuk memulai penyerangan.
Suara ketukan pintu terdengar, setelah mendapat izin, sosok pria tua masuk dan beberapa buat gulungan di tangannya.
“Apa yang membuatmu begitu murung, Kepala Klan?” tanya sosok pria tua tersebut melihat ekspresi Mo Jangyun.
“Pasukan khusus yang kukirim dua hari lalu tidak memberi kabar hingga hari ini, padahal aku sudah mengirim mereka dua hari yang lalu,” jelas Mo Jangyun.
Pria tua tersebut menaikkan alisnya, kemudian bertanya, “Berapa banyak orang yang anda kirim?”
“Lima belas.”
“Sepertinya mereka sudah mati,” ucap pria tua tersebut.
Mo Jangyun terbelalak, segera pria tersebut membantah ucapan pria tua di hadapannya tersebut.
“Tapi Tuan, kemarin ditemukan belasan jasad di hutan, jasad itu sudah dikerumuni begitu banyak binatang buas. Sampai sekarang identitas jasad-jasad itu masih belum diketahui, mungkin saja....”
Mo Jangyun mengerutkan alisnya, kemarin dirinya tidak mendengar tentang penemuan jasad di hutan sehingga tidak mengetahui tentang berita tersebut.
Perkataan pria tua tersebut mungkin saja benar, tapi Mo Jangyun juga sedikit tidak terima jika pasukan khusus milik klannya tewas, terlebih dimangsa oleh binatang spiritual di hutan.
__ADS_1
Mo Jangyun yakin pasukannya tidak akan mati begitu saja diserang oleh binatang spiritual yang jauh di dalam hutan, sudah pasti semua itu ada sangkut pautnya dengan gadis yang menyerang putranya beberapa hari yang lalu.
Mo Jangyun ingin menyelidiki hal itu, tapi pria tersebut masih memiliki begitu banyak masalah sekarang, entah yang mana yang harus diselesaikan lebih dulu olehnya.
Pria tua di hadapan Mo Jangyun, yang merupakan penasihat dari Mo Jangyun melarangnya untuk bertindak lebih jauh pada apa yang terjadi pada putranya dan meminta pria tersebut untuk fokus pada pelatihan para ahli pil yang akan mewakili klan mereka di Kompetisi Ahli Pil.
Mo Jangyun hanya bisa menyetujui, urusan putranya akan diselesaikan nanti setelah masalah yang lebih penting dibereskan.
***
Hari-hari berlalu dengan begitu damai, tidak ada masalah lain yang mendatangi Weiruo setelah pembunuh tempo hari. Gadis tersebut terus melatih kemampuannya membuat pil sebelum mengikuti kompetisi yang akan diadakan dalam tiga hari ke depan.
Da Feng setiap hari akan menemani Weiruo, kadang akan menjadi kelinci percobaan jika Weiruo kurang yakin dengan pil buatannya. Pemuda tersebut tidak menolak, jika keracunan sekalipun Weiruo sudah berjanji akan langsung menolongnya dan memberi pil tingkat tinggi sebagai kompensasi.
Sayangnya pil buatan Weiruo tidak pernah gagal dan Da Feng tidak pernah mendapat pil tingkat tinggi yang ia nanti-nanti.
Pendaftaran Kompetisi Ahli Pil dibuka tiga hari sebelum acara dimulai, begitu banyak ahli pil di ibukota sejak Kompetisi Ahli Pil akan segera diadakan.
Dari jendela penginapan Weiruo melihat banyak kelompok pendekar berjalan bersimpangan di jalanan kota, semuanya berasal dari berbagai sekte dari Benua Tiankong.
“Aku akan pergi untuk mendaftarkan diri.” Weiruo bangkit dari tempatnya dan meninggalkan Da Feng seorang diri.
Da Feng segera kembali ke kamarnya tidak lama setelah Weiruo pergi.
Malam harinya Weiruo kembali, karena jarak ibukota dengan Asosiasi Tungku Emas terbilang jauh Weiruo membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pergi ke tempat tersebut.
Sekalipun ibukota merupakan tempat terdekat, tapi tetap saja jaraknya cukup jauh terlebih jika berjalan kaki.
Da Feng sedang berlatih sehingga tidak menyambut Weiruo ketika kembali. Weiruo langsung masuk ke kamarnya dan kembali melatih kemampuannya dalam mengendalikan api untuk pembuatan pil.
Dengan cepat waktu berlalu dan hari Kompetisi Ahli Pil tiba, Weiruo dan Da Feng masuk ke Asosiasi Tungku Emas.
Asosiasi Tungku Emas memiliki wilayah yang begitu luas, tempat tersebut menjadi tempat produksi pil terbesar di Benua Tiankong. Walaupun kekuatan mereka tidak setara 3 sekte terkuat, tapi kehebatan mereka dalam membuat pil tidak bisa diremehkan.
Dirumorkan asosiasi tersebut memiliki tiga orang ahli pil tingkat 5. Satu saja ahli pil tingkat 5 sudah begitu dihormati, dengan adanya 3 sosok tersebut Asosiasi Tungku Emas mampu mempertahankan posisi mereka di tengah dunia pendekar yang begitu kejam.
__ADS_1
Begitu banyak ahli pil dari berbagai sekte serta organisasi, tapi Weiruo juga melihat beberapa ahli pil yang tidak berasal dari sekte maupun organisasi.
Tiba-tiba saja Weiruo merasakan tarikan dari tangan kanannya, gadis tersebut segera menoleh dan mendapati sosok yang ia kenal.
“Kakak cantik,” panggil seorang anak laki-laki yang menarik tangan Weiruo.
“Siapa bocah ini?” tanya Da Feng menyadari kehadiran anak tersebut.
“Ye Nian, kau masih mengenaliku?” Weiruo menarik Ye Nian karena ada begitu banyak orang di sekitar mereka.
“Di mana Kakekmu?” tanya Weiruo.
Dengan polosnya Ye Nian menunjuk ke kerumunan, tidak lama sosok pria tua kelar dari kerumunan tersebut dan menghampiri Ye Nian.
“Nona Ruo?”
Ye Jinhai segera memberi salam dan berterima kasih, karena dulu berkat Bungsa Cahaya Bulan dari Weiruo, cucunya dapat sembuh dari penyakit.
Selain Ye Nian, Ye Jinhai juga datang sersama salah seorang muridnya. Tidak lama setelah dibicarakan, seorang gadis datang menghampiri mereka, gadis tersebut adalah anak didik Ye Jinhai yang sudah berlatih bersamanya selama setengah tahun terakhir.
“Saya Meigui, senang bertemu dengan anda.”
Meigui memberi hormat kepada Weiruo. Umur Meigui baru menginjak 15 tahun, dirinya mengikuti Kompetisi Ahli Pil untuk mencari pengalaman baru.
Karena sama-sama mengikuti kompetisi, Weiruo mengajak Ye Nian dan Meigui untuk memasuki area khusus peserta, sedangkan Da Feng dan Ye Jinhai pergi ke tempat duduk untuk penonton.
Setelah batas waktu yang ditentukan berakhir, panitia acara mengantar peserta ke tempat mereka dan menjelaskan dengan rinci peraturan dari kompetisi.
Jika peserta berbuat curang maka mereka akan masuk ke daftar hitam dan tidak akan bisa mengikuti Kompetisi Ahli Pil pada tahun-tahun berikutnya.
Pada babak pertama peserta diharuskan membuat pil tingkat dua dengan kualitas tinggi. Tidak ada ketentuan pil apa yang harus mereka buat sehingga bebas membuat pil apapun yang mereka inginkan.
Babak pertama segera dimulai setelah semua peserta siap. Weiruo berpikir sejenak setelah melihat bahan-bahan yang telah disiapkan oleh Asosiasi Tungku Emas, semuanya memiliki kualitas baik, tapi jumlahnya sangat dibatasi.
Setelah berpikir sejenak, Weiruo mengambil satu tanaman spiritual dan mulai membuat pil.
__ADS_1