Strongest Lady

Strongest Lady
Ch. 48-Membentuk Inti Jiwa


__ADS_3

“Apa hubunganmu dengan Lembah Darah?”


Pertanyaan yang begitu singkat, tapi Da Feng yang mendengarnya membeku seketika, mulutnya ingin mengucapkan sesuatu, tapi tidak ada satupun kata yang keluar dari mulutnya.


“Katakan padaku, apa hubunganmu dengan organisasi itu.”


“Jadi kau sudah mengetahuinya....”


Da Feng mengacak rambutnya frustasi, bingung harus memulai dari mana.


Weiruo dengan setia menunggu pemuda tersebut buka suara. Lembah Darah masuk dalam daftar musuhnya, tentu Weiruo tidak akan membiarkan orang-orangnya bekerja sama dengan mereka.


“Dulu aku salah satu dari mereka....”


Da Feng akhirnya buka suara setelah beberapa saat, ia hanya menceritakan hal penting saja.


Da Feng dibesarkan di Lembah Darah, salah satu tetua di tempat tersebut menemukannya di tengah hutan ketika tengah melakukan misi. Merasa kasihan, akhirnya tetua tersebut membawa Da Feng ke Lembah Darah dan merawatnya.


Sedari kecil Da Feng dilatih menguasai ilmu racun serta teknik bertarung, ketika menginjak usia 12 tahun Da Feng menjalankan misi pertamanya sebagai pembunuh.


Begitu banyak misi yang diselesaikan oleh Da Feng, mulai dari penculikan, pengawalan pedagang budak, hingga pembunuhan.


Pada usia 15 tahun tetua yang mengurus Da Feng tewas dalam kegagalan sebuah misi, kabar kematian sosok yang sudah ia anggap sebagai orang tua sendiri membuat Da Feng merasakan kesedihan serta kebencian yang luar biasa.


Da Feng sejak kematian tetua tersebut lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menjalankan misi seperti orang gila. Lama-kelamaan Da Feng mulai merasa bosan dengan kehidupannya, memutuskan untuk berhenti menjadi seorang pembunuh.


Banyak yang menolak keputusan Da Feng karena kemampuan Da Feng yang cukup dibutuhkan di tempat tersebut. Sayangnya Da Feng sudah membulatkan keputusannya untuk berhenti dari pekerjaan kotornya itu.


Ketua organisasi tersebut masih menerima jika Da Feng kembali, tapi penolakan yang ia lakukan membuat beberapa orang tetua merasa kesal hingga menyerang Da Feng secara diam-diam.


“Aku lelah hidup seperti alat pembunuh.”


“Aku senang kau berbicara dengan jujur.” Weiruo tersenyum tipis.


Da Feng terlihat kebingungan. Namun, yang pemuda tersebut tidak ketahui adalah sosok Weiruo sebelum menempati raga Xuan Weiruo.


Gadis yang diselimuti oleh dendam di hatinya, bertarung bagaikan alat pembunuh yang tidak takut mati. Dirinya bahkan terbiasa dengan rasa sakit yang terus muncul di seluruh tubuhnya. Setiap sebuah misi diselesaikan, maka satu luka akan muncul di tubuhnya.


“Apa kau akan mengusirku?” tanya Da Feng.


“Kau bebas memilih, bertahan bersamaku atau hidup bebas tanpa kekangan di luar sana. Lagipula kau sudah cukup lama bersamaku.”


Weiruo merangkul kedua lututnya, menenggelamkan wajahnya di antara tangannya tersebut.


“Jika aku pergi siapa yang akan menemanimu di tiap aksi gila yang kau lakukan?” Da Feng tertawa kecil.

__ADS_1


Tidak ada respon dari Weiruo, suasana begitu hening, angin semilir yang begitu sejuk menerpa wajah Da Feng, keduanya matanya sedikit berkaca-kaca.


“Dasar. Apa kau sudah tidur?”


Tidak ada jawaban dari Weiruo, kemudian Da Feng merebahkan tubuhnya di atas batu tersebut, yang kebetulan berukuran begitu besar.


Da Feng bergumam tentang banyak hal, menghabiskan malam di tempat tersebut bersama Weiruo.


Tidak dirasa pagi hampir tiba dan Da Feng tidak tidur sama sekali, pemuda tersebut bangkit dari tempatnya dan membangunkan Weiruo.


“Hei, bangun....”


Weiruo mengangkat kepalanya, wajahnya menunjukkan ekspresi yang kurang baik.


“Kau ... tidak tidur?”


“Aku hanya mendengar ceritamu.”


Da Feng ingin sekali mengumpat, tapi ia urungkan niatnya itu sesegera mungkin.


“Boleh aku bertanya satu hal padamu?” tanya Da Feng tiba-tiba.


“Silakan.”


Weiruo tersenyum kecil dan menjawab, “Agar tidak ada yang berani meremehkanku.”


“Kau seorang Tuan Putri, siapa yang meremehkanmu?” celetuk Da Feng.


“Apa kau tahu sosok Xuan Weiruo yang dulu? Tidak akan kubiarkan hal yang sama terjadi. Selain itu ... ada janji yang harus kutepati.”


“Janji? Dengan siapa?”


“Rahasia.”


Weiruo beranjak dari tempatnya dan masuk ke kediamannya meninggalkan Da Feng.


Da Feng mengacak rambutnya dengan kesal sebelum kembali ke kamarnya yang tidak terlalu jauh dari taman tersebut.


Waktu berlalu begitu saja dan tidak terasa satu tahun sudah berlalu sejak malam itu.


Baik Weiruo maupun Da Feng berlatih keras setiap harinya, kemampuan bertarung mereka terus meningkat dari waktu ke waktu.


Weiruo memasuki ruang latihan tertutupnya, hari ini dirinya sudah siap memasuki tahap Pendekar Fondasi Jiwa.


Membentuk Inti Jiwa bukanlah hal yang mudah dan sebentar, membutuhkan tiga sampai lima hari untuk membentuk Inti Jiwa, bahkan bukan tidak mungkin menghabiskan watu satu minggu untuk membentuk Inti Jiwa tersebut.

__ADS_1


“Fokus saja pada pembentukan itu,” ucap Da Feng.


Weiruo mengangguk, mengerti jika Da Feng juga mengingatkannya agar tetap fokus dalam pembentukan Inti Jiwa.


Enam bulan yang lalu Da Feng sudah membentuk Inti Jiwanya setelah begitu lama menunda. Da Feng membutuhkan waktu lima hari untuk membentuk Inti Jiwa, serta mengalami rasa sakit luar biasa pada akhir pembentukan. Namun, semua itu bukan tanpa alasan, Da Feng berhasil berhasil membentuk Inti Jiwa berwarna biru, satu tingkat di bawah Inti Jiwa putih yang begitu langka.


Jika Da Feng menjadi anggota sebuah sekte, maka dirinya bisa saja langsung diangkat menjadi murid ketua sekte. Da Feng akan mendapat begitu banyak sumber daya untuk menguatkan kemampuannya.


“Kau harus menahan rasa sakit pada akhir pembentukan.”


“Aku mengerti.”


Weiruo menutup pintu dan duduk bersila di tengah ruangan tersebut. setelah sedikit menenangkan dirinya, Weiruo mulai mengumpulkan energi dan menutup kedua matanya.


Sementara itu di luar waktu terus berjalan, sesekali Da Feng akan datang dan duduk di depan pintu beberapa saat sebelum kembali pergi.


Tanpa terasa sudah tiba hari ketujuh dan Weiruo tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyelesaikan pembentukannya.


“Ini sudah begitu lama,” ucap Shulong penuh kekhawatiran.


“Aku tahu itu. Doakan saja yang terbaik ... bukankah dia Tuanmu? Setidaknya percayalah pada kemampuannya.”


“Tentu saja aku percaya pada Nona, tapi tetap saja aku merasa khawatir.”


“Jangan seperti itu.”


Di tengah perbincangan mereka, secara tiba-tiba energi yang begitu kuat menyelimuti sekitar tempat tersebut.


Shulong menahan Da Feng yang hendak masuk, proses pembentukan Inti Jiwa tidak boleh sedikitpun diganggu. Sebenarnya bukan hanya Da Feng yang khawatir, Shulong juga tidak kalah khawatirnya dengan pemuda tersebut.


Shulong memutuskan pergi untuk memanggil Chie dan Laohua yang bermain di kediaman permaisuri.


Da Feng hanya berdiri di depan pintu tanpa bergerak sedikitpun, ingin rasanya pemuda tersebut masuk dan melihat kondisi Weiruo saking khawatirnya dengan munculnya energi yang mengelilingi tempat tersebut sekarang ini.


Selang beberapa saat energi alam tersebut perlahan menghilang. Da Feng kembali ke alam sadar setelah mendengar suara langkah kaki.


Akhirnya pintu terbuka, Weiruo berjalan keluar dari ruang tersebut menghampiri Da Feng.


“Kau berhasil,” sambut Da Feng.


“Ya, aku berhasil.”


_____________


Arc 1-Awal Dari Segalanya END

__ADS_1


__ADS_2