
“Ah...?”
Da Feng mengusap bibirnya, sementara tangan kanannya masih penuh dengan darah yang baru saja dimuntahkan olehnya.
“Apa yang terjadi padamu?”
Weiruo menarik tangan kiri Da Feng, kemudian membuka lengan pakaian pemuda tersebut, menampakkan sebuah luka yang tertutup oleh perban. Dengan hati-hati Weiruo mmebuka perban, barulah sebuah luka yang cukup lebar, kulit di sekitar luka tersebut membiru, yang paling parah adalah kulit lengan Da Feng terkelupas.
“Aku tanya padamu, apa yang terjadi?” tanya Weiruo sekali lagi karena Da Feng tak kunjung menjawabnya.
“Haah ... aku bertemu ahli racun dan sempat bertarung, sepertinya dia melapisi jarum-jarumnya dengan racun tingkat tinggi.”
Da Feng mengeluarkan tiga buah jarum perak, mengatakan jika lukanya yang sekarang disebabkan oleh ketiga jarum kecil tersebut.
Weiruo merebut jarum-jarum tersebut dan menyimpannya tanpa banyak bicara.
“Aku menghambat penyebaran racun ini sementara waktu sampai aku dapat menemukan penawarnya.”
Da Feng hanya tersenyum kecil dan membiarkan Weiruo menusukkan jarum-jarum miliknya ke tangan pemuda tersebut.
***
Keesokan harinya Weiruo datang ke tempat pelatihan. Di halaman Ying terlihat sibuk berlatih dengan yang lain, gadis tersebut terlihat bersemangat mengayunkan pedangnya.
“Nona!” sambut Ying.
Ying memang memiliki status sebagai murid Weiruo, tapi ia merasa aneh jika memanggil Weiruo yang lebih muda darinya dengan sebutan ‘guru’. Dengan persetujuan Weiruo akhirnya Ying memanggil Weiruo dengan sebutan ‘Nona’ atau ‘Tuan Putri’ jika sedang berada di istana.
“Kalian berlatih dengan keras, sepertinya aku sudah bisa mengajari kalian teknik bela diri.” Weiruo tersenyum tipis melihat kerja keras mereka semua.
“Nona terlalu memuji. Umm ... apa anda tidak bersama Tuan Da Feng?” tanya Ying.
“Dia harus istirahat hari ini. Bagaimana keadaan Meigui dan Ye Nian?” Weiruo melirik ke bangunan tempat tinggal yang begitu sepi.
Ying kemudian menjelaskan jika kondisi Meigui sudah sedikit membaik dan sudah dapat diajak berkomunikasi. Namun, tidak dengan Ye Nian, bocah tersebut masih menolak menemui orang lain selain Meigui. Ying juga kerap mendengar isak tangis dari kamar Ye Nian.
Weiruo mengangguk paham. Ye Nian masih kecil, kehilangan seseorang pasti akan membuatnya begitu terpukul.
Weiruo kemudian pergi meninggalkan Ying dan menemui Meigui.
Walaupun Ying mengatakan jika kondisi Meigui membaik, tapi gadis tersebut masih terlihat kacau dengan tubuh yang sedikit lebih kurus.
__ADS_1
Weiruo menanyakan kabar gadis tersebut sebelum mengajaknya untuk berbicara.
“Meigui, aku akan memberimu sebuah informasi penting tentang penyerangan yang terjadi pada sektemu—“
“Informasi? Nona tolong katakan itu pada saya!” potong Meigui.
Weiruo mengisyaratkan Meigui untuk diam dan memintanya untuk menenangkan diri terlebih dahulu.
“Berjanjilah padaku. Setelah kau mendengar informasi ini, kau tidak akan melakukan hal gegabah karena emosi,” ucap Weiruo.
“Baik! Saya berjanji!” Meigui berucap dengan begitu yakin.
Weiruo kemudian menjelaskan informasi yang ia dapat dari Da Feng sesuai apa yang pemuda tersebut jelaskan kemarin malam.
Dapat Weiruo lihat dengan jelas ekspresi Meigui memburuk dengen begitu cepat setelah mendengar penjelasan Weiruo.
“Zei Hu ... dasar bajingan! Guruku ... teman-temanku....”
Butiran bening mengalir melewati pipi Meigui, gadis tersebut mulai terisak dan mengutuk Zei Hu, penyebab kehancuran sektenya.
“Aku pasti akan membalas dendam ini! Bahkan jika aku harus mati!”
Weiruo menghembuskan napas sejenak sebelum beranjak dari tempat duduknya. Belum sempat Weiruo melangkah, Meigui sudah lebih dulu menahannya.
“S-saya akan menjadi bawahan anda! Saya ingin kuat seperti anda, tolong buat saya kuat seperti anda,” pinta Meigui dengan air mata yang terus menetes.
Weiruo melepas genggaman tangan Meigui dan meminta gadis tersbut untuk tetap tenang.
“Aku sudah memiliki Da Feng di sisiku. Jangan lupakan Shulong, Laohua, dan Chie.”
Meigui menggigit bibir bawahnya, ia cukup cerdas untuk memahami maksud Weiruo. Jika ia ingin menjadi bawahan Weiruo, maka Meigui harus bisa membuktikan dirinya pantas berada di posisi itu.
“Sebenarnya aku ingin membangun sebuah sekte. Bagaimana jika kau bergabung? Aku memiliki ‘bagian’ khusus yang langsung bekerja di bawah perintahku.”
Tanpa banyak berpikir Meigui langsung mengiyakan, jika itu dapat membantunya membalas dendam, apapun akan Meigui lakukan.
***
Yinyi berjalan dengan baskom berisi air bersih, gadis tersebut mendatangi kamar Da Feng atas perintah Weiruo.
“Tuan Da Feng, ini saya,” ucap Yinyi.
__ADS_1
Setelah mendapat izin, Yinyi segera masuk, bau obat segera menyeruak keluar begitu Yinyi membuka pintu kamar.
“Nona akan segera pulang, anda pasti akan bak-baik saja,” ucap Yinyi sembari membasahi kain.
“Aku tidak akan mati! Aku masih bisa menahan ini dengan tenaga dalam! Aku—hmmph!”
“Jangan berteriak. Nona meminta saya menjaga anda selama Nona pergi.” Yinyi menarik tangannya yang menutup mulut Da Feng. “Lagipula saat ini anda adalah pasien!” lanjutnya.
Da Feng mengumpat dalam hatinya, jika saja bukan karena kondisinya yang tiba-tiba memburuk karena racun, mungkin ia suda melompat dan memarahi Yinyi. Sayangnya saat ini Da Feng hanya bisa terbaring lemas, makanpun juga terasa sulit.
Untung saja Weiruo menyiapkan obat khusus yang membantu Da Feng menstabilkan kondisinya. Bau obat yang memenuhi ruangan berasal dari bubuk tanaman spiritual yang Weiruo bakar.
“Da Feng, bagaimana kondisimu?” Weiruo masuk ke kamar Da Feng tanpa permisi. Karena pintu terbuka Weiruo yakin Yinyi sedang berada di dalam.
“Nona, anda kembali. Saya sudah melaksanakan apa yang Nona minta,” sambut Yinyi.
“Aku mengalami kelumpuhan sementara,” keluh Da Feng.
Weiruo duduk di tempat tidur dan meminta Yinyi untuk pergi karena ingin berbicara dengan Da Feng.
“Apa? Kau menemukan informasi tentang ini?” Da Feng menunjuk tangan kirinya yang mati rasa.
“Ya. Racun 9 Malam. Itu bisa menyebar dengan cepat ke jantung korban dan membunuhnya setelah 9 malam.”
“Sudah hampir 9 malam sejak aku terkena racun ini,” gumam Da Feng.
“Kau tidak akan mati, ada aku di sini.” Weiruo mengeluarkan sebuah botol giok kecil dari cincin ruang miliknya.
“Berapa banyak jenis pil di cincin itu?” celetuk Da Feng.
“Cincin ini berisi ribuan pil peninggalan pemilik sebelumnya, lalu aku juga punya persediaan lain di cincin ini.” Weiruo menunjuk cincin pemberian Yue Hua.
Weiruo menujukkan Pil Krisan Emas, pil tersebut dapat mengurangi kandungan Racun 9 Malam sedikit demi sedikit hingga benar-benar hilang.
“Sebulan? Baiklah.”
Da Feng menelan pil tersebut, karena tidak memiliki efek langsung Da Feng akan berada di posisinya sekarang untuk sementara waktu hingga efek racun sedikit berkurang.
Keduanya berbincang, terutama membahas rencana Weiruo ke depannya tentang rencana membangun sebuah sekte.
Rencananya Weiruo akan memisahkan orang-orang di bawahnya menjadi dua bagian, satu yang langsung bekerja di bawah perintahnya dan satu lagi adalah anggota sektenya.
__ADS_1
Akan ada banyak musuh dan pertumpahan darah di masa depan, Weiruo agak ragu membuat sektenya ikut dalam pertumpahan darah di masa depan nanti.