Strongest Lady

Strongest Lady
Ch. 63-Sekte Gunung Peri


__ADS_3

Da Feng menarik keluar pedangnya dan mengalirkan tenaga dalam ke pedang tersebut.


“Menunduklah kalian!” teriak Da Feng sebelum mengayunkan pedangnya dan melepaskan energi yang begitu besar ke arah kawanan serigala tersebut.


Kedua gadis tersebut langsung menuruti perintah Da Feng dan langsung merunduk. Serangan Da Feng melewati atas kepala mereka dengan cepat sebelum mengenai kawanan serigala di belakang mereka.


Tiga ekor serigala langsung tewas begitu serangan Da Feng mengenai tubuh mereka. Namun, hal itu tidak membuat kawanan serigala tersebut ketakutan, mereka masih berusaha maju menyerang kedua gadis tersebut.


Da Feng turun dari kudanya dan maju menyerang, dalam waktu singkat belasan serigala tumbang, darah membasahi tanah di sekitar pemuda tersebut.


Melihat separuh dari mereka mati, nyali kawanan serigala tersebut menurun dan mereka mundur dengan teratur menjauhi mereka.


“Da Feng memang hebat, tidak sia-sia aku memberimu berbagai macam pil!” puji Weiruo.


“Ah! Cukup! Hentikan!” Da Feng menutup kedua telinganya rapat-rapat.


Bukan tanpa alasan, selama dua minggu ini Weiruo kembali ke sifat aslinya dan banyak memuji Da Feng, bahkan pada hal-hal kecil sekalipun. Aneh rasanya melihat perubahan sifat yang begitu drastis itu.


Pemuda tersebut merasa jika Weiruo kembali pada dirinya yang dulu karena ucapannya dua minggu yang lalu.


Weiruo tersenyum kecil melihat ekspresi jengkel dari Da Feng. Gadis tersebut merasakan ada sebuah beban yang terangkat begitu ia bersikap layaknya dirinya yang dulu.


Mengesampingkan kejengkelan Da Feng, Weiruo menghampiri kedua gadis yang masih diam terpaku melihat Da Feng dengan belasan jasad serigala di sekellilingnya.


“Apa kalian baik-baik saja?” tanya Weiruo.


Kedua gadis tersebut segera sadar dari lamunan mereka begitu Weiruo bertnaya demikian.


“K-kami baik-baik saja. Terima kasih sudah menyelematkan kami.”


Gadis tersebut mengenalkan dirinya sebagai Lan Meili, sedangkan yang bersamanya adalah Lan Limei, saudari kembarnya.


“Bagaimana bisa kalian dikejar oleh kawanan Serigala Petir ini? Kalian bisa mati jika tidak bertemu kami.”


“Kami secara tidak sengaja melewati wilayah mereka ketika ingin kembali ke sekte kami. Gerakan mereka terlalu cepat, kami kesulitan untuk melawan balik mereka semua,” jelas Lan Meili.

__ADS_1


Lan Meili kemudian menjelaskan tentang Sekte Gunung Peri, sekte tempatnya berasal. Letak sekte tersebut tidak jauh dari lokasi mereka saat ini.


“Tempat ini sepertinya terlalu berbahaya untuk kalian, kami akan mengantar kallian kembali ke sekte.”


Lan Meili langsung menolak karena takut merepotkan Weiruo, lagipula pertolongan sebelumnya gadis tersebut tidak yakin bisa membalasnya pada Weiruo.


Suara lolongan serigala kembali terdengar di tengah keheningan. Mendengar Lan Meili langsung merasa ngeri, begitu juga dengan saudari kembarnya.


Berbeda dengan Lan Meili, Lan Limei terbilang penakut, gadis tersebut bersembunyi di balik jubah saudari kembarnya setelah mendengar suara lolongan serigala.


“Kondisi kalian cukup buruk, biarkan kami mengantar kalian.”


Lan Meili akhirnya setuju, tidak ada salahnya menerima bantuan dari orang lain. Lan Meili berjanji untuk membalas kebaikan Weiruo suatu hari nanti.


***


Seorang penjaga gerbang menahan Weiruo serta yang lain ketika hendak melewati gerbang.


Segera Lan Meili menunjukkan identitasnya sebagai murid Sekte Gunung Peri, setelah kedua penjaga tersebut memeriksa identitas Lan Meili serta Lan Limei, mereka segera mengizinkan keempatnya masuk ke dalam sekte.


Da Feng melihat ke sekitar sepanjang jalan, menyadari jika tidak ada laki-laki selain dirinya di sini.


Da Feng mengangguk paham dan melanjutkan langkahnya. Mereka berempat segera tiba di kediman Lan Meili.


Lan Meili termasuk murid unggulan di sekte tersebut, sehingga ia bisa sedikit bebas membawa orang lain ke dalam sekte.


Lan Meili mengajak Weiruo menemui gurunya, gadis tersebut bersikeras mengajak Weiruo ke tempatnya untuk memberi Weiruo sebuah senjata spiritual sebagai ucapan terima kasih. Namun, sebelum itu Lan Meili harus memberi salam kepada gurunya.


Setelah mendengar cerita dari muridnya, guru dari Lan Meili dan Lan Limei langsung mengucapkan terima kasih, bahkan berniat memberi senjata spiritual tingkat langit untuknya.


Weiruo dengan cepat menolak, lagipula yang ia lakukan hanyalah hal kecil.


Guru Lan Meili merasa tidak puas hanya dengan mengucapkan terima kasih pada Weiruo.


Wanita tersebut mengeluarkan sebuah token dan memberikannya pada Weiruo. Token tersebut merupakan tanpa pengenal untuk melihat Kompetisi Peri yang akan diadakan beberapa hari dari sekarang.

__ADS_1


Kompetisi Peri adalah pertandingan yang diadakan oleh Sekte Gunung Peri tiap enam bulan sekali. Acara itu diadakan untuk melihat seberapa jauh perkembangan tiap murid, tentu hanya anggota Sekte Gunung Peri saja yang dapat mengikuti pertandingan tersebut.


Token yang diberikan oleh guru Lan Meili merupakan token untuk tamu undangan dan dapat digunakan untuk tiga orang. Token tersebut juga hanya bisa digunakan satu kali karena akan diserahkan kepada penjaga ketika masuk ke dalam sekte.


Weiruo mengucapkan terima kasih dan menyimpannya. Lan Meili mengantar Weiruo keluar setelah memberinya sebuah pil paling berharga yang ia miliki.


Lan Meili sadar jika Weiruo bukanlah pendekar biasa, ia tidak berharap pil yang diberikannya cukup untuk membalas kebaikan Weiruo.


Sebelum Weiruo pergi, Lan Meili serta Lan Limei sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada Weiruo.


“Apa kau akan ikut dalam Kompetisi Peri?” tanya Weiruo sebelum pergi.


“Iya, saya akan mengikuti pertandingan itu.”


Weiruo mengangguk paham, ia segera memacu kudanya pergi meniggalkan Sekte Gunung Pergi bersama Da Feng.


Terdapat sebuah desa kecil tidak jauh dari sekte kecil tersebut, Weiruo mengajak Da Feng untuk beristirahat di sana.


Da Feng tidak banyak bicara dan menurut ketika Weiruo mengajaknya mencari penginapan, ia sudah menduga jika Weiruo akan datang ke Kompetisi Peri, pemuda tersebut tahu jika rasa penasaran Weiruo terbilang cukup tinggi.


Keduanya memesan kamar dan beristirahat setelah semalaman tidak tidur. Berbeda dengan Weiruo yang langsung mengistirahatkan diri, Da Feng memilih untuk berlatih tenaga dalam di kamarnya.


Tiga hari berlalu dengan cepat dan hari Kompetisi Peri tiba, selain Weiruo dan Da Feng, ada cukup banyak tamu yang diundang oleh ketua sekte, sebagian dari mereka adalah pedagang dilihat dari cara berpakaiannya.


Weiruo duduk di kursi yang telah disiapkan, bersama dengan jejeran tamu undangan yang lain.


Weiruo melihat sekitar, gadis tersebut melihat ada kursi lain di samping kursi milik ketua sekte.


Tidak lama seorang wanita tua muncul dan duduk di kursi ketua sekte, lalu di sampingnya duduk seorang wanita yang terlihat sedikit lebih muda dari ketua sekte.


“Sekte Pedang Langit? Sepertinya Sekte Gunung Peri ini di bawah naungan mereka,” gumam Da Feng.


Weiruo sedikit menaikkan alisnya, Sekte Pedang Langit adalah satu dari tiga sekte terkuat di Benua Tiankong, tidak menyangka mereka menaungi sekte kecil seperti Sekte Gunung Peri yang belum lama berdiri.


Sebelum pertandingan dimulai, ketua sekte lebih dulu menyampaikan salamnya dan mengucapkan terima kasih untuk tiap tamu yang datang, barulah setelah itu acara dimulai.

__ADS_1


Pada awal pertandingan dimulai dengan pertandingan antar murid tingkat tiga, pertarungan antar murid tingkat tiga bisa dibilang tidak terlalu menarik karena tak ubahnya pertarungan antara manusia biasa.


Namun, Weiruo tetap menikmati acara dan memperhatikan tiap peserta yang bertanding.


__ADS_2