Strongest Lady

Strongest Lady
Ch. 71-Memanasnya Konflik Dua Aliran


__ADS_3

“Selamat datang di istana, Nyonya Mao,” sambut Weiruo.


Mao Qingyin mengangguk pelan, membalas sambutan Weiruo padanya.


“Terima kasih atas sambutannya, Tuan Putri. Sudah lama tidak bertemu, anda terlihat semakin dewasa,” puji wanita tersebut.


Weiruo tersenyum kecil sebelum mengucapkan terima kasih. Karena tidak ingin berlama-lama Weiruo langsung saja mengantar Mao Qingyin untuk menemui sang ayah.


Mao Qingyin, ketua Sekte Lembah Bunga, sekte yang memiliki hubungan erat dengan kekaisaran. Setiap tahunnya Mao Qingyin akan datang ke istana ketika ulang tahun kaisar untuk memberikan hadiah persahabatan di antara keduanya.


Weiruo sudah bertemu dengan Mao Qingyin pada Festival Perburuan hampir dua tahun yang lalu, tapi Weiruo tidak mengetahui terlalu banyak karena terburu-buru untuk pergi.


Hari ini Mao Qingyin datang ke istana setelah bertukar surat dengan kaisar, Weiruo diperintahkan oleh ayahnya untuk menyambut Mao Qingyin karena ada sedikit urusan mendadak.


“Urusan Ayah saya mungkin sedikit lebih lama, saya akan mengantar anda menuju ruang tamu,” ucap Weiruo setelah melihat rapat yang masih berlangsung dengan serius.


Mao Qingyin hanya mengiyakan dan mengikuti ke mana Weiruo pergi.


Weiruo menemani Mao Qingyin menikmati teh yang disajikan, rasanya tidak sopan jika meninggalkan Mao Qingyin sendirian begitu saja.


Suasana sedikit canggung di antara keduanya, Weiruo bingung harus membahas apa bersama wanita di hadapannya sekarang.


“Nyonya Mao, sepertinya kondisi anda sedang tidak baik,” celetuk Weiruo.


Weiruo menyadari jika wajah Mao Qingyin sedikit pucat sehingga berucap demikian. Dari kabar yang beredar akhir-akhir, kondisi Sekte Lembah Bunga sedang tidak baik, mungkin ada hubungannya dengan hal itu.


“Tuan Putri, anda pasti sudah mendengar kabar yang beredar. Sekteku benar-benar kacau setelah kehilangan sebagian tetua yang menjadi fondasi berdirinya sekte, ditambah pergerakan sekte aliran hitam yang semakin luas membuatku sangat kesulitan,” jelas Mao Qingyin.


weiruo mengangguk pelan, akhir-akhir memang sering terjadi pertarungan antara para pendekar di luar sana yang menyebabkan begitu banyak kekacauan. Pertarungan-pertarungan itu juga memberikan dampak yang cukup buruk terlebih untuk warga biasa yang bukan seorang pendekar.


“Saya hanya bisa melakukan yang terbaik, jika tidak bisa bertahan....” Mao Qingyin menggigit bibir bawahnya.


“Nyonya Mao, jika anda merasa kesulitan dengan semuanya ... tidak masalah untuk meminta bantuan,” ucap Weiruo.


Mao Qingyin tersenyum tipis, kemudian menggeleng pelan.

__ADS_1


“Tuan Putri, ada beberapa situasi yang melarang ikut campurnya sebuah negara dalam urusan para Pendekar, saat ini adalah contohnya. Kami harus menghadapi semuanya sebaik mungkin.”


Mao Qingyin menyadari kebaikan Weiruo, tapi wanita tersebut tahu kapan harus meminta bantuan, untuk sekarang bantuan seperti itu mungkin akan memperburuk keadaan yang sudah ada.


Weiruo memalingkan pandangannya, sepertinya kondisi di luar jauh lebih buruk dari perkiraannya.


Setelah terbunuhnya salah seorang tetua dari Sekte Laut Darah, sekte terkuat aliran hitam, konflik di antara sekte tersebut dengan Sekte Pedang Langit langsung saja memanas, yang sebelumnya sudah terjadi perselisihan kecil di antara keduanya.


Kedua sekte tersebut terus memperkuat diri mereka setiap hari dengan cara memperluas wilayah kekuasaan mereka. Sekte Laut Darah tentu menggunakan cara yang kejam dengan melakukan penyerangan di beberapa wilayah dan merekrut penduduk dari tempat yang mereka serang.


Untuk saat ini Kekaisaran Xifeng masih dalam kondisi yang tenang karena lokasinya yang jauh dari wilayah konflik. Namun, Weiruo tidak bisa bersikap tenang karena bahaya dapat datang kapan saja.


Jika hanya mengandalkan diri sendiri mustahil untuk Weiruo melindungi apa yang seharusnya dilindungi olehnya. Mungkin sudah saatnya Weiruo memperkuat sekte kecil yang akan segera dibangun olehnya.


***


“Selamat pagi, Panglima Gong,” sapa Weiruo.


Panglima Gong langsung menyambut kedatangan Weiruo, tidak lupa menanyakan tujuan Weiruo jauh-jauh datang ke tempat pelatihan prajurit istana.


Mereka adalah prajurit yang dilatih secara langsung oleh Panglima Gong, merupakan prajurit pilihan yang memiliki kemampuan terbaik dari prajurit yang lain.


“Saya mengerti, Tuan Putri. Karena itu saya sedang menyusun ulang jadwal latihan untuk prajurit pilihan ini.” Panglima Gong membawa Weiruo ke tempat teduh yang nyaman untuk keduanya berbincang.


Para prajurit tersebut akhirnya berhenti berlari, mereka langsung merebahkan tubuh mereka di bawah pohon rindang sembari mengatur napas mereka yang tidak karuan.


“KENAPA KALIAN BEGITU TIDAK SOPAN! BERI SALAM KEPADA PUTRI MAHKOTA!” teriak Panglima Gong kesal.


Para prajurit tersebut hampir saja melompat saking terkejutnya mendengar teriakan Panglima Gong. Mereka benar-benar tidak menyadari kehadiran Weiruo saking fokusnya berlatih.


“Memberi salam kepada Putri Mahkota!” ucap mereka serempak.


“Panglima Gong, jangan membuat mereka terkejut seperti itu,” celetuk Weiruo sembari tertawa kecil.


Panglima Gong tertawa kecil, pria tersebut kemudian meminta para prajurit di bawah kepemimpinannya untuk segera berbaris.

__ADS_1


Weiruo merasa mereka tidak perlu sampai berbaris seperti itu, tapi di saat bersamaan juga memaklumi ketegasan Panglima Gong.


“Kalian pastinya sudah tahu tentang konflik dunia Pendekar akhir-akhir ini, konflik terus meluas setiap harinya dan terjadi begitu banyak pertempuran di mana-mana. Kalian sebagai prajurit terpilih kekaisaran ... aku ingin kalian menyiapkan kemampuan terbaik kalian untuk melindungi negeri kalian! Apa kalian mengerti?”


“Mengerti!” jawab mereka bersamaan.


“Aku tidak ingin prajurit istanaku kalah dalam pertempuran! Mulai hari ini kalian akan berlatih di bawah pengawasanku!” Weiruo tersenyum miring.


Para prajurit termasuk Panglima Gong tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka, terlebih Panglima Gong.


“T-Tuan Putri ... saya tahu anda cukup ahli dalam bela diri, tapi mengawasi para prajurit bukanlah tugas anda, mohon anda memikirkan itu kembali,” pinta Panglima Gong yang hampir bersujud di hadapan Weiruo.


“Aku melakukan ini atas keinginanku sendiri, Tuan Panglima. Aku hanya akan mengawasi, jadi anda tidak usah khawatir.”


“B-benarkah? Tapi anda harus meminta izin kepada Yang Mulia Kaisar terlebih dahulu.”


“Tentu.”


Weiruo mengeluarkan sepuluh botol pil berisi Pil Energi buatannya. Weiruo sudah menghitung prajurit yang ada di lapangan sekarang, totalnya genap 100 orang prajurit dan mereka semua sudah menjadi seorang pendekar walaupun masih di tingkat yang rendah.


“Ini...?”


“Aku ingin kalian menjadi prajurit yang kuat. Mulai sekarang tidak usah khawatir tentang pasokan pil untuk latihan prajurit, apapun yang kalian butuhkan laporkan saja kepadaku.”


“Tapi, Nona, pil untuk latihan seperti ini sudah disediakan oleh istana,” ucap Panglima Gong.


“Aku memiliki yang lebih baik, dengan jumlah yang jauh lebih banyak.”


Panglima Gong membuka satu botol yang diberikan oleh Weiruo dan memeriksa isinya. Keterkejutan terlihat jelas di wajah Panglima Gong begitu melihat kualitas pil di diberikan oleh Weiruo.


Kualitas sempurna! Terlebih dengan jumlah yang begitu banyak. Padahal dari pihak istana saja hanya menyediakan pil tingkat menengah, tidak disangka Weiruo memiliki pil kualitas sempurna sebanyak itu.


“Kalian harus berlatih dengan giat, jangan sia-siakan apa yang kuberikan!”


“BAIK!”

__ADS_1



__ADS_2