Strongest Lady

Strongest Lady
Ch. 85-Peperangan II


__ADS_3

Weiruo menghindari sebuah tebasan yang mengarah pada lehernya. Gadis tersebut melangkah mundur sebelum membalas serangan sosok wanita di hadapanya itu.


Keduanya bertukar serangan dengan sengit, pergerakan yang sulit ditebak dan begitu gesit, tak satupun orang di sekitar mereka yang mau masuk ikut campur dalam pertarungan mereka.


Sembilan Pedang Dewi, teknik yang Weiruo latih selama berbulan-bulan lamanya bahkan tidak mampu memecah pertahanan wanita tersebut.


‘Aneh,’ batin Weiruo di tengah pertarungannya.


Wanita tersebut tidak seperti pendekar lain, rasanya sedikit berbeda daripada berhadapan dengan pendekar sekte Laut Darah yang lain.


Tidak ada teknik khusus yang digunakan, hanya sekedar mengayunkan pedang penuh tenaga.


Rasanya seperti diremehkan ketika lawannya bahkan tidak kesulitan menghadapinya, terlebih wanita tersebut bahkan tidak menggunakan satupun teknik bela diri untuk melawannya.


‘Padahal aku sudah menggunakan lebih dari tiga teknik bela diri, kenapa dia tidak menggunakan teknik berpedang juga?’


Weiruo berpikir begitu keras, lawan di hadapannya begitu aneh, mustahil jika ia tidak menunjukkan respon ketika dirinya terluka.


Pedang keduanya bertemu, menimbulkan percikan api kecil di saat itu juga.


Weiruo melihat lebih teliti tubuh wanita tersebut. seperti manusia pada umumnya, tapi jauh lebih pucat. Matanya menatap kosong ke arah Weiruo seperti orang tanpa jiwa.


Namun, ketika Weiruo melihat dengan lebih jelas, mata wanita tersebut seperti tidak asing baginya.


Tapi siapa? Weiruo terus berpikir di tengah pertarungan itu.


Weiruo mengangkat pedangnya, mengalirkan energi dalam jumlah besar dan menciptakan sembilan pedang yang terbang di sekitarnya.


Kesembilan pedang tersebut melesat ke depan sebelum berpisah ke berbagai arah. Semua pedang tersebut bergerak cepat ke arah wanita tersebut dalam gerakan yang berurutan.


Berbeda dengan sebelumnya, serangan kali ini berhasil memojokkan wanita tersebut. Ketika terlihat sebuah kesempatan, Weiruo langsung meraih topeng yang menutupi wajah wanita tersebut.


Weiruo membeku seketika, tangannya lemas begitu melihat sosok di balik topeng tersebut.


Xing Jinzi! Tidak salah lagi, Weiruo mengenalinya. Namun, wanita tersebut tidak terlihat terkejut sama sekali, bahkan melanjutkan gerakan serangannya pada Weiruo.


“Kau Pendekar Sekte Laut Darah?!” tanya Weiruo penuh amarah yang memuncak.

__ADS_1


Xing Jinzi tidak peduli pada pertanyaan Weiruo dan terus menyerang. Semua ucapan Weiruo tak ubahnya angin lalu bagi Xing Jinzi. Dia benar-benar mengabaikan siapa Weiruo dan terus menyerang tanpa henti.


Da Feng menerjang ke arah Xing Jinzi, memaksa wanita tersebut mundur karena serangannya.


“Da Feng!”


“Dia bukan temanmu!” bentak pemuda tersebut.


“Dia sudah mati! Yang ada di hadapanmu hanyalah tubuh tanpa jiwa! Dia sudah dikendalikan dengan teknik Boneka Hantu!” lanjutnya sebelum melempar beberapa jarum pada Xing Jinzi.


“Siapa? Siapa yang melakukannya?” tanya Weiruo.


“Kong Woonji. Hanya dia yang memiliki teknik itu.”


Weiruo memandangi Xing Jinzi kebingungan, yang sebelumnya adalah teman dekat kini menjadi musuh yang harus ia habisi.


Jika ingin memutus teknik Boneka Hantu, Weiruo mau tidak mau harus membunuh Xing Jinzi, atau ada pilihan lain yaitu membunuh pengendalinya. Namun, keberadaan Kong Woonji yang tidak jelas akan mempersulit Weiruo, jika ia meninggalkan Xing Jinzi bukan tidak mungkin ia menghabisi pendekar Sekte Cakar Naga.


“Biarkan aku yang menghadapinya!”


Weiruo menarik mundur Da Feng dan memerintahkannya untuk menghadapi yang lain.


Xing Jinzi menebas secara vertikal tepat di atas kepala Weiruo, serangannya begitu cepat dan mematikan.


Namun, Weiruo berhasil menahannya, membelokkan serangan tersebut ke arah kanannya. Tangannya bergerak cepat dengan penuh tenaga menebas ke arah sebaliknya.


Xing Jinzi yang kehilangan kekuatan pada genggamannya serta kecepatan tebasan Weiruo yang tidak bisa ia ikuti membuatnya gagal menghindari serangan gadis tersebut.


Pedang Weiruo berhasil menebas leher Xing Jinxi tanpa sedikitpun hambatan.


Kepala wanita tersebut jatuh ke tanah, darah tak ubahnya air mancur yang mencipratkan darah ke berbagai arah.


Tangan Weiruo menopang tubuh Xing Jinzi yang hampir jatuh, tangannya sedikit bergetar menahan rasa sakit di hatinya.


Gadis tersebut membaringkan tubuh Xing Jinzi sebelum mengambil kepalanya. Weiruo meletakkan kepala Xing Jinzi di atas tubuhnya, menutup mata Xing Jinzi dan menggunakan sebuah kain untuk menutupi jasadnya.


“Aku masih menganggapmu sebagai temanku ... sampai akhir. Beristirahatlah dengan tenang.”

__ADS_1


Lagi, Weiruo lagi-lagi kehilangan orang yang berharga baginya. Hati kecilnya benar-benar tersiksa. Tak pernah ia bayangkan bahwa Xing Jinzi akan berakhir begitu tragis seperti sekarang.


Lalu dia, Weiruo, ia sendiri yang telah memenggal kepala Xing Jinzi.


“Serang dia!”


Sekelompok pemuda berlari ke arah Weiruo dari kejauhan, mereka mengangkat pedang mereka begitu tinggi dengan penuh keyakinan akan kekuatan mereka.


“Jangan halangi jalanku!”


Satu tebasan penuh energi, mereka semua tak menyadari betapa cepatnya energi itu. begitu terlambat bagi mereka menyadarinya, kepala mereka sudah lebih dahulu jatuh menggelinding di tanah yang basah oleh darah mereka.


Mata Weiruo melihat sekitar, mencari keberadaan Gun Donghai dan Kong Woonji.


Walaupun masih belum tahu pasti bagaimana penampilan Kong Woonji, tapi ia sedikit tahu berkat penjelasan Da Feng sebelumnya.


Ia mendongak memandang langit yang sebelumnya biru, kini telah berganti dengan awan merah gelap dengan petir yang terus menyambar.


Bentrokan antara dua energi di atas langit membuat petir terus menyambar dengan buas. Langit biru yang kini memerah tentu akan membuat manusia biasa berpikir dua kali sebelum mendekat ke sana.


Seekor harimau menerjang Weiruo, ia tidak menyadarinya, sebuah luka langsung menghiasi tangan gadis tersebut dan darah langsung menetes begitu deras ke atas tanah.


“Habisi dia!” teriak seorang pemuda dari kejauhan.


Seekor harimau lain berlari ke arahnya, Weiruo tidak terlihat begitu panik dan masih berusaha melepas diri dari terkaman harimau yang tengah menindih tubuhnya.


Xiayu, roh ikan kecil tersebut muncul dan melesat ke arah harimau yang berlari arah Weiruo.


Harimau tersebut mengurangi kecepatan larinya sebelum akhirnya berhenti. Ia mulai berlaku aneh dan melupakan tugasnya untuk menyerang Weiruo.


Di saat bersamaan Weiruo berhasil menghabisi harimau yang menyerangnya, gadis tersebut tanpa berpikir dua kali langsung memenggal kepala harimau yang masih sibuk dengan dirinya sendiri.


“M-mustahil! Harimauku!” pemuda tersebut mengumpat, tak berpikir jika kedua harimau kesayangannya akan mati dalam waktu yang begitu singkat dan dalam cara yang tak terduga.


Weiruo mengelurkan sebuah jarum dan melemparnya, jarum mengenai kepala pemuda tersebut. Sedetik kemudian tubuhnya kejang tak terkendali sebelum jatuh ke tanah tak bernyawa.


“Xiayu, aku tak pernah tahu kau memiliki kemampuan itu,” puji Weiruo.

__ADS_1


Xiayu hanya berputar di udara dengan girang, ia kemudian berenang memasuki tubuh Weiruo, keluar jika gadis tersebut mengizinkan atau dalam keadaan terdesak.


__ADS_2