Strongest Lady

Strongest Lady
Ch. 69-Ulang Tahun Ayah


__ADS_3

“Nona, sebentar lagi ulang tahun Yang Mulia Kaisar akan tiba, apa anda sudah memutuskan akan memberi hadiah apa?”


Weiruo menoleh pada Yinyi, ia baru sadar jika sebentar lagi adaah hari ulang tahun ayahnya dan belum memikirkan akan memberi hadiah apa. Tahun lalu Weiruo hanya memberi ayahnya sebuah pena kualitas tinggi, tahun ini Weiruo belum terpikirkan hadiah apa yang akan diberikan.


“Hmm ... aku pergi dulu. Aku akan kembali besok,” Weiruo berpamitan dan pergi begitu saja tanpa peduli jika Yinyi berusaha mencegahnya.


Weiruo pergi ke Hutan Kabut, ketika melangkah masuk ingatan lama tentang Festival Perburuan mengingatkan gadis tersebut pada Xiao Lang, entah ke mana perginya pemuda tersebut.


Hutan begitu sunyi, terlebih karena masih pagi dan hutan yang jarang dikunjungi. Kabut tipis masih memenuhi hutan, tapi Weiruo tidak kesulitan dan terus melangkah masuk semakin dalam.


Di tengah keheningan, secara tiba-tiba suara pekikan panjang menggema di udara. Dari kejauhan burung-burung beterbangan menghindari sesuatu yang ada di sekitarnya.


Weiruo tanpa pikir panjang berlari ke asal suara, begitu tiba terlihat sesosok bayangan hitam berdiri di atas jasad rubah raksasa dengan bulu putih keemasan. Genangan darah membasahi tanah, juga bulu-bulu di sekitar leher rubah yang telah tersayat dengan begitu lebar.


“Kau ... Xiao Lang? Apa yang kau lakukan di tempat ini?”


Sosok tersebut melesat pergi begitu Weiruo memanggilnya, membuat Weiruo begitu penasaran sehingga langsung berlari mengejarkan.


Aksi kejar-kejaran terjadi, sosok tersebut bergerak begitu cepat melewati pepohonan, Weiruo pun demikian, ia bergerak cepat agar tidak kehilangan jejak dari sosok di depannya sekarang.


Aura membunuh secara tiba-tiba menghampiri Weiruo, gadis tersebut langsung meghentikan langkahnya dan bersiaga. Namun, sedetik kemudian hawa mencekam yang Weiruo rasakan hilang begitu saja.


Umpatan hampir Weiruo lontarkan begitu menyadari sosok yang dikenalnya menghilang. Walaupun wajahnya tidak terlihat jelas, tapi Weiruo yakin jika sosok tersebut adalah Xiao Lang.


Apa yang dilakukan Xiao Lang di Hutan Kabut? Pertanyaan itu berputar di kepala Weiruo.


Sekalipun Weiruo mencari hampir ke seluruh hutan dengan aura miliknya, tapi tidak ada sedikitpun tanda-tanda keberadaan orang lain selain dirinya.


Akhirnya Weiruo menyerah, tujuannya datang ke Hutan Kabut hanyalah mencari hewan berbulu. Beruntungnya Weiruo sosok bayangan tadi meninggalkan rubah raksasa hasil buruannya begitu saja.


“Ini akan cocok,” gumam Weiruo dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.

__ADS_1


***


Setelah persiapan yang begitu panjang, akhirnya hari yang dinantipun tiba, hari ulang tahun kaisar.


Ornamen-ornamen mewah menghiasi aula utama istana, ratusan tamu hadir dengan pakaian yang begitu mewah dan mencolok.


Weiruo memandangi sang ayah yang duduk di kursi kaisar, di sampingnya Xuan Riuyi juga duduk dengan tenang menyambut tiap tamu yang memberikan ucapan selamat pada suaminya.


Selain Weiruo, anak-anak kaisar yang lain juga datang. Xuan Xiuyuan serta Xuan Xiumei berbincang dengan anak-anak bangsawan yang lain. Xuan Fanrong, anak dari selir kedua, tidak perpenampilan terlalu mencolok dan berdiri di sudut ruangan menyembunyikan dirinya.


Weiruo tidak terlalu mengenal anak-anak selir selain mereka bertiga karena selama ini dirinya hampir tidak pernah bertemu dengan mereka kecuali pada acara penting yang dihadiri oleh selir dan anak-anaknya.


Acara terus berlanjut, lalu tiba saatnya para tamu menunjukkan hadiah yang mereka berikan pada kaisar.


Satu per satu tamu menunjukkan hadiah-hadiah mereka yang begitu mewah. Mulai dari pakaian, senjata, hingga tanaman spiritual, berbagai macam hadiah menumpuk menjadi satu, jika dijual mungkin akan menghasilkan jutaan koin emas dan itupun belum setengah dari jumlah tamu yang datang.


Tiba giliran anak-anak kaisar. Xuan Xiuyuan segera naik dan mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil.


Xuan Xiumei juga tidak mau kalah, gadis tersebut mengaluarkan kotak kayu yang ukurannya lebih kecil dari milik saudara kembarnya.


“Ayah, saya mempersembahkan cincin ini kepada anda.”


Xuan Xiumei menjelaskan jika cincin tersebut terbuat dari giok langka dan memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan.


“Putriku sangat pengertian, aku berterimakasih atas hadiah ini.”


Xuan Xiumei menerima elusan pada pucuk kepalanya, sebuah senyum terukir di wajah cantiknya.


Gadis tersebut kemudian berbalik, pandangannya jatuh pada Weiruo yang sibuk menikmati hidangan yang tersaji di mejanya.


“Saya sangat penasaran hadiah apa yang disiapkan oleh Kakak Perempuan, bolehkan adik ini melihat hadiah yang Kakak siapkan?” tanya Xuan Xiumei.

__ADS_1


Weiruo mengalihkan perhatiannya pada Xuan xiumei sebelum menghembuskan napas kasar. Weiruo tahu tujuan Xuan Xiumei, apa lagi selain mengejek hadiah yang telah disiapkan.


Tahun lalu hadiah yang diberikan Weiruo tidak sebanding dengan apa yang mereka berikan sehingga keduanya mendapat kesempatan untuk mencibirnya.


Weiruo sendiri tidak berniat bersaing, tidak peduli dengan harga hadiahnya, bagi Weiruo niatnya memberi hadiah adalah yang paling utama.


“Sebenarnya hadiah yang kusiapkan tidaklah sebagus milikmu, Adikku.” Weiruo bangkit dari tempatnya dan menghampiri Xuan Xiumei.


Weiruo mengeluarkan sebuah kotak kayu panjang, ketika dibuka terlihat sebuah busur yang dirancang sedemikian rupa sehingga terlihat begitu indah.


“Ayah, bukankah Ayah pernah mengatakan jika Ayah sangat ingin memanah hewan buruan seperti dulu? Saya menyiapkan hadiah ini khusus untuk itu!” Weiruo menyerahkan kotak kayu tersebut pada ayahnya.


Xuan Guoxin tidak bisa menutupi kekagumannya melihat busur kokoh yang kini berada di genggamannya. Memang benar ia begitu ingin berburu seperti masa mudanya dulu, semangatnya membara begitu menerima busur tersebut dari Weiruo.


“Ah, satu lagi!”


Weiruo mengeluarkan kotak kayu lain berisi dua buah jubah bulu yang sudah ia siapkan selama seminggu lamanya.


Xuan Guoxin mengangkat salah satu jubah dan mencobanya, begitu dipakai jubah tersebut langsung mengantarkan rasa hangat, dinginnya malam seolah tidak berarti baginya sekarang.


“Saya beruntung mendapatkan Rubah Emas dan sedikit Mutiara Kerang Emas, jadi saya menjadikannya bahan untuk membuat jubah bulu itu. Lalu, saya membuat sepasang untuk Ayah dan Ibu.”


Xuan Guoxin tertawa kecil, kemudian mengambil jubah lain yang berukuran lebih kecil dan menyerahkannya pada Xuan Riuyi yang duduk di sampingnya.


Xuan Riuyi tersenyum tipis, merasa begitu senang dengan apa yang Weiruo lakukan, baru kali ini ia mendapat barang serasi dengan suaminya itu.


Sementara kebahagiaan menyelimuti Xuan Guoxin, tamu undangan malah saling berbisik mendengar bahan yang digunakan oleh Weiruo untuk membuat jubah tersebut.


Mutiara Kerang Emas, mutiara langka yang memiliki begitu banyak manfaat. Mutiara tersebut dihasilkan oleh Kerang Emas yang sulit ditemukan, belum lagi membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan satu mutiara.


Jika dilihat dengan teliti Weiruo menggunakan lebih dari selusin mutiara untuk kedua jubah tersebut.

__ADS_1


Weiruo tentu mendengar pembicaraan itu dengan jelas, gadis tersebut melirik Xuan Xiumei dengan sudut bibir yang sedikit terangkat.


__ADS_2