Strongest Lady

Strongest Lady
Ch. 62-Kabur Dari Song Qian


__ADS_3

Selama beberapa hari Weiruo mengurung diri, dirinya sudah terlalu malas melihat Song Qian yang terus mengikutinya dan berusaha mendekatinya.


Da Feng selalu melaporkan keberadaan Song Qian yang bersembunyi tidak jauh dari kediaman Weiruo dan menunggunya keluar selama beberapa hari terakhir.


Weiruo seolah tidak mau tahu karena sudah terlalu malas dengan Song Qian.


Malam ini seperti biasa Da Feng menikmati arak bersama Weiruo, pemuda tersebut meminum banyak arak setelah mengetahui jika arak yang ia beli kemarin memiliki rasa yang terbilang cocok di lidahnya.


“Jangan sampai mabuk,” ucap Weiruo sembari membalik halaman buku resep pil miliknya.


“Arak setingkat ini tidak akan memabukkanku walaupun aku minum sepuluh botol sekalipun.” Da Feng tersenyum lebar sebelum menenggak habis arak yang tersisa.


Bau arak memenuhi ruangan Weiruo, gadis tersebut buru-buru menyeret Da Feng ke kamarnya dan melarang pemuda tersebut kembali sampai bau arak di tubuhnya menghilang.


***


“DA FENG!!”


Brak brak brak


“APA?”


Da Feng membuka pintu kamarnya penuh emosi. Matanya masih begitu mengantuk tapi Yinyi sudah menggedor pintu kamarnya.


“N-Nona menghilang hiks ... bagaimana ini?” Yinyi menitikkan air mata dan mulai menangis di hadapan Da Feng.


Di belakang Yinyi terlihat Song Qian yang juga begitu khawatir, pemuda tersebut terlihat panik dan meminta Da Feng membantu mencari Weiruo.


“Menghilang? Jangan bercanda!”


Da Feng berjalan melewati mereka berdua dan pergi ke kamar Weiruo. Namun, begitu tiba yang ia dapati hanya kamar kosong tanpa adanya keberadaan Weiruo yang biasanya duduk di samping jendela tiap pagi.


“A-apa yang terjadi? Di mana dia?”


Buru-buru Da Feng mengecek seluruh ruangan, berlanjut ke seluruh Paviliun Teratai Hitam. Sayangnya sekalipun Da Feng mencari ke sudut terpencil sekalipun tidak terlihat keberadaan Weiruo.


“Aku akan menemui Kaisar!”


Song Qian segera pergi menemui Xuan Guoxin bersama Da Feng.


Kebetulan Xuan Guoxin berada di ruang kerjanya sehingga Song Qian langsung melaporkan hilangnya keberadaan Weiruo.


Xuan Guoxin tentu sama paniknya dengan Song Qian begitu mendengar penjelasan Song Qian serta Da Feng.

__ADS_1


Segera Xuan Guoxin mengirim seseorang untuk memanggil Panglima Gong yang berada di tempat pelatihan prajurit untuk segera menghadapnya.


“Padahal aku ingin mengucapkan salam perpisahan sebelum kembali ke kekaisaran,” ucap Song Qian pelan.


Kemarin malam Song Mingzi mengajak putranya tersebut untuk segera kembali karena sudah cukup lama tinggal di Kekeisaran Xifeng.


Karena tidak ingin mengganggu tidur Weiruo, Song Qian akhirnya memutuskan untuk menemui Weiruo pada esok harinya. Setelah memohon pada Yinyi akhirnya Song Qian diizinkan untuk masuk. Namun, tidak disangka Weiruo malah menghilang.


“Nak Qian, kembalilah ke rumahmu. Masalah ini akan kuselesaikan secepatnya,” ucap Xuan Guoxin agar Song Qian mau kembali bersama ayahnya.


“T-tapi bagaimana jika Tuan Putri terluka? Pasti ada penculik dengan tingkat bela diri tinggi yang masuk semalam dan menculik Tuan Putri!”


“Aku memiliki pasukan khusus, jadi tidak usah khawatir.”


Song Qian nampak ragu, terlebih ia tidak tahu pasti di mana dan bagaimana keadaan Weiruo sekarang.


Namun, setelah sedikit bujukan akhirnya Song Qian mau kembali ke negaranya bersama Song Mingzi.


Xuan Guoxin mengantar kepergian Song Mingzi, berkali-kali pria tersebut meyakinkan bahwa dirinya akan mencari keberadan Weiruo secepat mungkin.


“Haah ... ke mana putriku pergi?” tanya Xuan Guoxin pada Da Feng setelah rombongan Song Mingzi pergi, ia merasakan ada yang aneh dari gerak-gerik Da Feng sedari tadi.


“Nona pergi ke kediaman salah seorang kenalannya, jadi tidak perlu khawatir,” jawab Da Feng setengah berbisik pada Xuan Guoxin.


“Aktingmu bagus juga,” puji Da Feng pada Yinyi yang sibuk membereskan kamar Weiruo yang sedikit berantakan.


“Apapun untuk Nona saya.”


Keduanya tertawa kecil sebelum kembali pada kesibukan mereka masing-masing.


***


Weiruo menikmati teh yang disajikan oleh Qi Jia, rasanya manisnya tidak terlalu kuat, cocok dengan lidah Weiruo sehingga gadis tersbeut sering meminta Qi Jia membuatkan teh untuknya.


Sudah hampir dua minggu, rasanya begitu tenang setelah lepas dari Song Qian.


Sebelumnya Weiruo sudah meminta Da Feng dan Yinyi untuk berpura-pura dirinya diculik dan menghilang, dengan begitu ia bisa mendapat waktu untuk menghindari Song Qian dan pergi ke Kota Gohu dengan tenang.


“N-Nona, Tuan Da Feng datang!”


Qi Jia berlari ke arah Weiruo dan mengatakan kedatangan Da Feng. Sosok Da Feng muncul tidak lama setelah Qi Jia berkata demikian.


“Bagaimana?” tanya Weiruo.

__ADS_1


“Kau begitu merepotkan ... Song Qian sudah tidak mencarimu sejak kembali, sepertinya Kaisar Song membatasi Pangeran obsesif itu,” gerutu Da Feng sebelum duduk di samping Weiruo dan menuang teh ke salah satu cangkir kosong.


“Syukurlah.”


Da Feng memperhatikan Weiruo sejenak, sudah cukup lama ia bersama gadis tersebut, rasanya seperti baru kemarin saja.


“Kau banyak berubah,” celetuknya tiba-tiba.


“Hmm?”


“Kalau dipikir-pikir ... kau dulunya cukup ceria dan banyak tersenyum.” Da Feng berusaha mengingat sifat Weiruo yang dulu ia ingat.


“Benarkah? Seperti ini?” Weiruo menunjukkan senyum pada Da Feng.


“Bukan! Senyummu yang dulu itu benar-benar berbeda dengan yang sekarang ... kau jauh lebih tenang.” Da Feng menggaruk pipinya. “Ya ... manusia bisa berubah kapan saja,” lanjutnya sebelum memejamkan mata dan menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya.


“Banyak hal yang terjadi ... aku hanya tidak berpikir untuk mempertahankan sifatku itu.”


“Ya, aku mengerti. Tapi aku pikir tidak masalah jika bersikap seperti dulu.”


Weiruo tersenyum tipis, tidak melanjutkan percakapan singkat itu lebih lanjut.


***


Sudah hampir sebulan berlalu sejak Weiruo datang ke Kota Gohu untuk menghindari Song Qian.


Setelah memastikan Song Qian tidak menanyakan kabarnya, Weiruo mengajak Da Feng kembali ke istana. Lagipula Yinyi memberi kabar jika Ying ingin bertemu dengannya untuk menunjukkan perkembangan latihan di dalam surat yang dikirim olehnya.


Da Feng membawa dua ekor kuda yang diminta oleh Weiruo, setelah berpamitan pada Qi Jia serta Shema, keduanya segera memacu kuda.


Perjalanan mereka terbilang cepat karena sudah memahami rute dengan baik setelah berkali-kali pergi ke Kota Gohu.


Ketika malam tiba, udara menjadi begitu dingin. Namun, malam ini keduanya memutuskan untuk tidak beristirahat dan memilih untuk terus memacu kuda mereka.


Suara lolongan serigala tiba-tiba saja terdengar di tengah heningnya malam, segera saja keduanya menjadi waspada dengan sekitar mereka.


“Sepertinya dekat,” ucap Da Feng.


Da Feng mengeluarkan pedangnya untuk berjaga-jaga, bisa aja ada hewan buas atau binatang spiritual yang muncul dan menyerang.


Benar saja dugaan Da Feng, tidak lama sekelompok serigala muncul dari balik pepohonan dan berlari ke arah mereka.


Selain itu, di depan kawanan serigala tersebut juga terlihat dua orang gadis yang berlari dengan susah parah ke arah mereka.

__ADS_1


__ADS_2