
Istana begitu luas, bahkan untuk kamar tamu yang tiap bangunannya sudah dilengkapi dengan taman yang memiliki kolam kecil.
“P-permisi, Nona.”
Weiruo menghentikan langkah kakinya ketika mendengarseseorang memanggil, gadis tersebut berbalik dan menemukan Zhang Qinzie berjalan ke arahnya.
“Tuan Putri Zhang Qinzie, senang bertemu denganmu.”
Zhang Qinzie berhenti beberapa langkah di depan Weiruo, tatapannya meneliti gadis tersebut sejenak sebelum memberi salam.
“Apa ada yang salah, Nona?” tanya Weiruo melihat bagaimana cara Zhang Qinzie melihatnya.
“Tidak ... hanya saja kau terlihat seperti seseorang yang kukenal Nona Weiruo.”
Weiruo hanya tersenyum dan mengatakan jika ini adalah kali pertama mereka bertemu. Zhang Qinzia juga tertawa kecil karena salah melihat orang lain pada diri Weiruo.
Zhang Qinzie pergi ke luar kamarnya juga untuk mencari udara segar, gadis tersebut bosan terus berada di dalam kamarnya.
Keduanya menghabiskan waktu di taman dan mengobrol tentang hal-hal kecil, Weiruo baru mengetahui jika Zhang Qinzie begitu ceria.
Tanpa mereka sadari sore telah tiba, Da Feng tiba-tiba menghampiri mereka karena sudah seharian mencari Weiruo.
“Ada pasar malam, ayo ke sana,” ajak Da Feng begitu menemukan Weiruo.
“Apa kau jauh-jauh mencariku ke kediaman Tuan Putri Zhang Qinzie hanya untuk itu?”
“Ya, lebih menyenangkan jika pergi bersama. Lalu Nona ini?” Da Feng mengalihkan pandangannya ke Zhang Qinzie.
“Dia Putri Zhang Qinzie, bersikap sopan padanya.”
“Ah ... maafkan ketidak sopanan saya.”
“Tidak usah khawatir. Lalu, bolehkah aku ikut pergi ke pasar malam? Aku tidak pernah pergi ke tempat seperti itu.”
Weiruo mengizinkan, tapi meminta agar Zhang Qinzie pergi menemui kakaknya dan meminta izin terlebih dahulu. Gadis tersebut segera pergi menemui sang kakak dan kembali tidak lama setelahnya.
“Apa Kakakmu tidak memerintahkan pengawal untuk menjagamu?”
“Aku ingin pergi dengan nyaman tanpa pengawal, jadi aku mengatakan jika sudah ada beberapa orang pengawal darimu.”
“Baiklah.”
__ADS_1
Karena tidak ada pengawal, Weiruo memberi Zhang Qinzie sebuah topeng kayu. Ketiganya memakai topeng setelah keuar dari istana.
Pasar malam diadakan di jalanan pusat kota yang terletak tidak jauh dari istana, ada begitu banyak pedagang menjajakan barang dagangan mereka, selain penjual juga ada beberapa orang yang menampilkan aksi serta tarian untuk menghibur orang yang datang.
Zhang Qinzie terlihat begitu antusias karena baru pertama kalinya Zhang Qinzie pergi ke luar dan melihat pasar malam.
Da Feng berjalan di belakang mereka berdua dan melihat sekitar untuk mencari barang apa yang harus ia beli.
“Nona Ruo hiasan rambut ini apakah cocok untukku?” tanya Zhang Qinzie seraya menunjukkan tusuk rambut yang dijual oleh penjual aksesoris.
“Tentu, yang ini juga bagus.” Weiruo mengambil tusuk rambut lain dan menunjukkannya pada Zhang Qinzie.
Sementara Zhang Qinzie sibuk dengan tusuk rambut mana yang harus dipilih, Weiruo juga mengambil beberapa untuk dibawa pulang dan dihadiahkan pada orang-orang rumah nanti.
Setelah puas memborong begitu banyak aksesoris, Zhang Qinzie mengajak Weiruo untuk melihat penjual yang lain, gadis tersebut terlihat seperti anak-anak yang baru melihat dunia luar.
“Ngomong-ngomong gelang yang kau pakai sangat cantik,” celetuk Zhang Qinzie.
“Gelang ini, ya. Ini adalah pemberian dari seseorang.”
Weiruo mengelus gelang di yang ada di tangan kanannya, entah kenapa ia teringat sosok Xiao Lang. Sudah begitu lama tidak bertemu, Weiruo penasaran kondisi Xiao Lang di luar sana.
Brugh
“Apa kau buta?” teriak Da Feng.
Namun, sosok yang menabrak Weiruo sudah hilang begitu saja di antara kerumunan.
“Tidak apa. Lagipula ini tempat ramai, hal seperti itu kadang bisa saja terjadi,” ucap Weiruo berusaha menenangkan Da Feng.
Weiruo melihat kerumunan, sejenak Weiruo dapat merasakan perasaan familier ketika sosok misterius tadi menabraknya.
***
Hari pertemuan tiba, keempat kaisar dari tiap negaranya bertemu di dalam satu ruangan yang sama.
Karena hanya kaisar dan orang tertentu yang dapat masuk, Weiruo dan Zhang Qinzie menghabiskan waktu mereka di ruangan yang khusus disiapkan untuk pendamping para kaisar yang hadir.
Selain mereka berdua ada anak serta istri kaisar yang juga menghabiskan waktu mereka di ruangan tersebut.
“Pembicaraan para wanita itu membosankan,” keluh Da Feng.
__ADS_1
Weiruo hanya tertawa kecil karena mengerti perasaan pemuda tersebut, sebenarnya Weiruo juga merasa bosa, tapi gadis tersebut juga penasaran siapa saja yang datang di acara penting seperti sekarang.
“SERANGAN! MANUSIA GUNUNG DATANG MENYERANG!!”
Semua segera menoleh ke asal suara, seketika mereka merasa takut mendengar keributan di luar.
“Ada yang datang!”
Pintu didobrak, sekelompok orang dengan tubuh besar masuk dan menyerang orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut.
Weiruo mengeluarkan pedangnya dan menahan serangan salah seorang pria yang datang, begitu juga dengan Da Feng yang langsung melempar pisau beracun pada beberapa orang pria yang hendak menyerang salah seorang permaisuri.
“Jangan ragu untuk membunuh mereka!” perintah Weiruo setelah menyadari jika orang-orang yang datang memiliki niat membunuh.
Pertarungan sengit terjadi, sekalipun Weiruo dan da Feng kalah jumlah, keduanya mampu mengimbangi kekuatan dari para penyerang tersebut.
“Mereka manusia gunung, seingatku memang ada klan besar di dekat Kekaisaran Huangjin ini,” ucap Da Feng setelah menumbangkan satu manusia gunung yang tersisa.
“Mereka sepertinya melakukan serangan besar-besaran, ikut aku. Lalu kalian ... cari prajurit istana untuk perlindungan!” perintah Weiruo sebelum berlari keluar dan bertarung dengan manusia gunung yang lain untuk membuka jalan.
Zhang Qinzie terdiam sejenak, dirinya benar-benar tidak salah melihat, sosok Weiruo benar-benar mirip dengan penyelamatnya satu tahun yang lalu.
“Jangan melamun!” Weiruo menarik Zhang Qinzie dan mendorong gadis tersebut ke arah wanita lain yang hendak mencari bantuan.
Weiruo dan Da Feng pergi ke aula pertemuan, mereka tidak ragu menebas siapapun yang menghalangi jalan mereka.
Setibanya di sana Weiruo langsung menghampiri ayahnya, untung saja prajurit di istana tersebut cukup kuat untuk menahan serangan yang datang.
“Ruo’er, apa kau terluka?” tanya Xuan Guoxin pnaik setelah melihat begitu banyak noda darah di pakaian Weiruo.
“Aku baik-baik—“
“Ruo’er, awas!”
Seorang manusia gunung mengayunkan kapak besar di tangannya ke arah Weiruo. Gadis tersebut tidak bereaksi, membuat sebuah senyum jahat muncul pada manusia gunug tersebut.
Namun, Da Feng tiba-tiba saja muncul dan menahan serangan itu, sedetik kemudian menebas dada manusia gunung tersebut dengan pedangnya.
“Sepertinya tebasanmu kurang dalam, Nak!” ejek manusia gunung tersebut melihat luka dari tebasan Da Feng tidak terlalu dalam.
“Ya, semoga tubuhmu tahan dengan rasa sakit.” Da Feng tersenyum mengejek.
__ADS_1
Manusia gunung tersebut awalnya bingung. Namun, beberapa saaat kemudian berteriak keras ketika rasa sakit yang luar biasa mulai menyebar dari luka yang diberikan Da Feng.
Da Feng melompat dan mengumpulkan energi ke dalam pedangnya, dalam satu tebasan kepala manusia gunung tersebut jatuh menggelinding di atas lantai.