Strongest Lady

Strongest Lady
Ch. 61-Pertunangan


__ADS_3

Weiruo menatap tajam surat yang baru saja diberikan oleh ayahnya, gadis tersebut dengan teliti membaca tiap kata yang tertulis di selembar kertas tersebut.


Xuan Guoxin memijit keningnya pelan, ia juga bingung harus merespon apa setelah membaca isi surat tersebut.


Pagi tadi kasim datang dengan seorang utusan dari Kekaisaran Shengshui, awalnya Xuan Guoxin hanya mengira jika utusan tersebut datang untuk kepentingan politik. Namun, nyatanya membawa berita lain yang begitu mengejutkan.


“Aku menolak,” ucap Weiruo.


“Aku sudah menduga itu.”


Xuan Guoxin menghembuskan napas pasrah, lagipula bagaimana mungkin Weiruo langsung menerima perjodohan yang secara tiba-tiba seperti sekarang ini.


Weiruo berniat meminta sang ayah untuk mengirim surat penolakan. Namun, setelah membaca kalimat terakhir yang menyatakan jika pihak Song Mingzi sudah dalam perjalanan menuju ibukotanya, Weiruo langsung mengurungkan niat itu dan menyusun rencana untuk mengusir Song Mingzi nanti.


Setelah puas memaki Song Qian, putra Song Mingzi, Weiruo pergi meninggalkan ruang kerja Xuan Guoxin dan kembali ke kediamannya.


Melihat raut wajah Weiruo yang begitu buruk, Da Feng langsung menanyakan apa yang terjadi ketika bertemu ayahnya.


Weiruo duduk dengan tenang di gazebo dan menceritakan rencana perjodohan oleh Song Mongzi.


Da Feng tertawa lepas begitu cerita Weiruo berakhir, pemuda tersebut baru berhenti ketika Weiruo mengeluarkan aura membunuh yang begitu tipis.


“Baiklah, aku tidak akan tertawa. Lalu apa rencanamu? Yang mengajakmu bertunangan bukan sekedar anak bangsawan,” ujar Da Feng setelah menyeka air matanya yang keluar saking puasnya tertawa.


“Aku mengerti, aku akan menolak pertunangan itu ketika Kaisar Song bertemu dengan Ayah.”


Weiruo mengeluarkan sebuah buku bacaan dan mulai membaca salah satu halaman yang terakhir ia baca kemarin.


***


Sebuah rombongan kereta kuda dengan belasan pengawal memasuki ibukota Kekaisaran Xifeng.


Pada salah satu kereta kuda yang terlihat paling mewah, seorang pemuda memandang ke luar dengan begitu antusias.


“Qian’er, kuharap kau tidak berharap lebih,” ucap seorang pria yang duduk di hadapan pemuda tersebut.


“Ayah, aku tahu itu, tapi tidak ada salahnya mencoba. Aku ... jatuh cinta pada pandangan pertama.”

__ADS_1


Pemuda tersebut tersenyum tipis dan membayangan rupa gadis yang akan ditemuinya nanti, siapa lagi kalau bukan Xuan Weiruo, Song Qian benar-benar tidak sabar setelah penantian selama tiga bulan lamanya.


Setelah pertemuan pertamanya di kota kecil tiga bulan lalu, Song Qian terus membayangkan paras cantik Weiruo, apalagi setelah melihat sikap tegas yang dimiliki gadis tersebut.


Rombongan tersebut segera tiba di istana dan disambut oleh Xuan Guoxin serta Xuan Riuyi.


Xuan Guoxin mempersilahkan rombongan Song Mingzi untuk beristirahat di tempat yang telah ia siapkan, baru membicarakan tentang pertunangan pada esok hari.


Acara disiapkan dengan begitu baik, Song Mingzi menikmati pertemuan dengan Xuan Guoxin sekalipun pada hari sebelumnya pria tersebut merasa lelah setelah menempuh perjalanna panjang.


Weiruo tentu menghadiri pertemuan itu, tidak lupa dengan Da Feng yang terus menempel pada gadis tersebut, seperti sudah dilem dengan perekat yang begitu kuat.


Song Qian menahan ketidak senangannya melihat kedekatan Weiruo dengan Da Feng.


Da Feng hanya tersenyum kecil melihat ekspresi Song Qian, pemuda tersebut menuangkan teh ke cangkir Weiruo begitu menyadari cangkir Weiruo kosong.


“Tuan Putri sepertinya begitu dekat dengan Tuan Muda itu,” celetuk Song Mingzi sembari melirik putranya.


“Mereka memang seperti itu, aku sudah tidak terkejut.” Xuan Guoxin tertawa kecil mendengar ucapan Song Mingzi.


Mendengar ucapan Xuan Guoxin langsung membuat Song Qian merasakan sesak di dadany, seolah ada jarum yang menusuk ke dalam jantungnya.


Tentu saja Da Feng menyadari ketidak senangan di wajah Song Qian, pemuda tersebut semakin senang dan melanjutkan aksinya menempel pada Weiruo.


Perbincangn terus berlanjut, hingga akhirnya tiba waktunya membahas tentang pertunangan antara Weiruo dan Song Qian. Keheningan menguasai sejenak ketika Song Mingzi menyinggung hal itu.


Xuan Guoxin berusaha menolak dengan halus, lagipula Weiruo dan Song Qian tidak saling mengenal satu sama lain.


“Kaisar, saya yakin bisa mengakrabkan diri dengan Tuan Putri.”


Da Feng menaikkan sebelah alisnya, merasa jika Song Qian merasa terlalu bersikeras mengejar Weiruo.


“Pangeran, kenapa anda begitu bersikeras bertunangan dengan saya?” tanya Weiruo setelah cukup lama berdiam diri.


“Saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Apa anda ingat tentang wabah, saya—“


“Aku sudah tahu. Tapi maaf, aku tidak tertarik dengan pertunangan ini.” Weiruo menggeser cangkirnya ke hadapan Da Feng dan membiarkan pemuda tersebut mengisi cangkir miliknya dengan teh.

__ADS_1


“Ah....”


Song Qian gelagapan mendengar ucapan Weiruo. Pemuda tersebut tidak menyangka jika Weiruo menyadari identitasnya, padahal ia yakin sudah menutup identitas sebaik mungkin sebelumnya.


“Saya tekankan sekali lagi, pertunangan ini ... saya menolaknya.”


Xuan Guoxin tidak bisa berbuat apa-apa, lagipula pertunangan juga terkesan dipaksakan oleh pihak Song Qian.


Weiruo sendiri juga tidak peduli dengan respon Song Qian, bagaimanapun ia akan menolak pertunangan tersebut apapun caranya jika Song Qian masih memaksa.


***


Song Mingzi berencana akan tinggal selama beberapa hari. Song Mingzi sebenarnya memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Xuan Guoxin, sehingga keduanya menghabiskan banyak waktu bersama untuk berbincang hal kecil atau membahas kerja sama antar negara.


Song Qian tidak hentinya mendekati Weiruo ketika ada kesempatan, ketika gadis tersebut keluar dari kediamannya, Song Qian akan mengikuti dari kejauhan dan berusha menarik perhatian gadis tersebut.


Namun, usahanya tentu sia-sia karena Weiruo sepenuhnya mengabaikan keberadaan pemuda tersebut.


Hari ini Weiruo berjalan ke luar sendirian karena Da Feng masih sibuk berlatih di kamarnya.


Weiruo berjalan seperti biasa menuju perpustakaan istana, tentu saja gadis tersebut menyadari kehadiran Song Qian yang terus berjalan tidak jauh darinya, bersembunyi di balik pepohonan maupun bangunan yang dilewati olehnya.


“Berhenti mengikuti,” ucap Weiruo yang secara tiba-tiba berada di samping Song Qian setelah menghilang di satu belokan jalan.


Song Qian terjatuh ke tanah saking terkejutnya, pemuda tersebut ingin mengatakan sesuatu tapi kalimatnya tertahan melihat tatapan dingin dari Weiruo.


Song Qian segera bangkit, setelah mengumpulkan keberanian, pemuda tersebut akhirnya berani memulai percakapan dengan Weiruo.


“Aku benar-benar jatuh cinta denganmu, tidak bisakah kau memikirkan ulang keputusanmu?” Song Qian menatap Weiruo memelas berharap gadis tersebut berubah pikiran.


Namun, Weiruo masih dengan ekspresi datarnya dan meminta Song Qian untuk berhenti mengikutinya.


“Menyingkir darinya!’


Da Feng tiba-tiba saja sudah ada di samping Song Qian dan melempar pemuda tersbebut agar jauh-jauh dari hadapan Weiruo. Da Feng tentu saja merasa kesal melihat Song Qian yang terus mengganggu Weiruo.


__ADS_1


...(ilustrasi)...


__ADS_2