
Alle duduk tegak ia menunduk kan kepala nya meremas jari nya menunggu Alex bersuara
"Kau lihat di depan mu" ujar Alex
Alle mendongak menatap ke depan nya di sana ternyata sudah ada beberapa barang yang Alle tidak tau apa maksud nya
Di atas meja ada tiga Paper bag, warna biru, merah dan kuning ada juga dua buah map berjejer
"Paper bag biru barang-barang nona yang beharga"
"Paper bag merah semua surat-surat yang nona butuhkan seperti visa, paspor, ijazah dan lain sebagainya"
"Paper bag kuning berisi beberapa makanan yang nona butuhkan saat tiba di tujuan"
Asisten Ben menjelaskan, lalu asisten Ben membuka sebuah map sisi kiri menyodorkan pada Alle
"Nona silahkan tanda tangan di sini, ini adalah surat perceraian Antara nona dan tuan Alex" ujar asisten Ben
Deg
Alle menegang pernikahan yang ia harap satu kali seumur hidup kini hanya tinggal angan-angan
(Bahkan kita baru saja ucap janji suci) batin Alle menatap map di depan nya
"Bolehkah aku meminta permintaan?" ujar Alle
Asisten Ben menatap Alex
"Katakan" ucap Alex
"Bisakah kita tunggu hingga kita tiba di tempat tujuan baru kita tanda tangan ini" ucap Alle hati-hati
Alex mengerutkan keningnya apa lagi dia batin nya
"Aku ingin pernikahan ini bertahan lebih lama, walau hanya satu hari saja" ujar Alle menunduk kan kepala ia terlalu takut menatap Alex
"Bagaimana tuan?" tanya asisten Ben
Alex diam ia menatap Alle dengan tajam lalu berkata
"Turuti saja" ujar Alex ia tahu jika ini pernikahan pertama perempuan di depan nya maka dari itu wanita di depan nya ingin mengulur waktu
Ya Walau bagaimana pun setiap orang ingin memiliki pernikahan yang langgeng tak terkecuali wanita di depan nya, oleh sebab itu alle mempertahankan pernikahan ini walau hanya satu hari
"Baiklah" ucap asisten Ben menyimpan kembali map itu
"Terimakasih" ucap Alle ia tak menyangka jika Alex akan menyetujui permintaan nya
"Nona, silahkan tanda tangan" ucap asisten Ben menyodorkan kontrak lain nya
"Apa ini?" tanya Alle mengerutkan keningnya
__ADS_1
"Ini adalah perjanjian anda dengan tuan Alex, kalian sudah melakukan isi perjanjian ini maka waktu nya anda menerima kompensasi dari tuan Alex" ucap asisten Ben
"Maka dari itu nona tanda tangan ini untuk mengakhiri perjanjian ini" ucap asisten Ben
Huft
Alle menghela nafas ia menatap map di depan nya, seperti menjual pernikahan saja pikir alle
Dengan berat hati alle menandatangani kontrak itu
"Ini kartu untuk nona, di dalam nya sudah ada uang sesuai nominal kesepakatan kalian" ujar asisten ben memberikan sebuah kartu
"Pin nya ada di belakang kartu nona" ucap asisten Ben ketika Alle menerima kartu itu
"Terimakasih" ucap Alle mengangguk pasrah
"Setelah pesawat kita sampai di tempat tujuan maka kalain sudah tidak memiliki hubungan apa pun, dan kalian berdua siap untuk menyimpan rapat-rapat perjanjian ini" ucap asisten Ben
Alex tak menjawab ia lalu berdiri meninggalkan mereka
"Bolehkah aku bertanya" ucap Alle menatap asisten Ben setelah melihat Alex pergi dari sana
"Silahkan nona" ucap asisten Ben
"Kita akan kemana?" tanya Alle
"Ke Amerika nona, anda bisa tinggal di sana atau anda bisa pindah ke negara lain, yang penting anda tidak kembali ke negara asal tanpa persetujuan kami" ucap asisten Ben
"Anda bersiap menerima konsekuensi nona" ujar asisten Ben
"Baiklah" ucap Alle Mengangguk paham
"Kalau tidak ada lagi saya permisi nona" ucap asisten Ben
"Ya" ucap Alle menunduk kan kepala
"Oh iya nona, karena perjalanan yang jauh anda bisa istirahat di dalam sini, jika anda lapar anda bisa minta pada pramugari" ucap asisten Ben di depan pintu
Alle hanya mengangguk saja
"Dan satu lagi Di dalam Paper bag merah ada sebuah kunci apartemen, itu milik nona, nona bisa tinggal di sana kapan alamatnya juga sudah ada di dalam sana, saya permisi" ucap asisten Ben keluar dari sana
Alle terdiam ia menatap Paper bag itu satu persatu lalu matanya terkunci di tangan nya yang memegang kartu yang berisikan uang kesepakatan
Ia meletakkan nya lalu kedua tangan nya menangkup wajahnya kedua tangannya bertumpu di atas paha nya
Tak lama bahu nya bergetar, ya Alle menangis meratapi nasibnya, sungguh bukan ini yang ia inginkan tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur alle tak bisa kembali ke belakang yang ia lakukan saat ini haru terus maju melangkah ke depan
Alle semakin terisak hingga akhirnya ia tertidur karena lelah menangis
Di keluarga Yohanes
__ADS_1
"Hhaha kita kaya, lihat betapa besar nya rumah ini tak seperti rumah kita yang lama" teriak ayah Yohanes
"Ternyata benar tuan Alex memenuhi perkataan nya" ucap ibu Yohanes kagum menatap sekeliling
Begitu pun Cherly ia juga menatap kagum apa yang ia lihat sampai ia tidak berkata-kata
Hari ini mereka baru saja menempati rumah baru yang di berikan oleh Alex
"Bu aku mau lihat kamar nya dulu" ucap Cherly naik ke atas
"Ya hati-hati" Teriak Yohanes
"Pah lihat, hiasan nya bagus bagus" ucap ibu Yohanes menunjuk sebuah hiasan meja
"Kalau di jual pasti laku banyak" ucap ayah Yohanes tersenyum lebar
"Ish kamu selalu aja begitu mau menjual barang barang" gerutu ibu Yohanes
"Sudah sudah kita lihat kamar kita yuk" ajak ayah Yohanes
"Ayo pasti kamar nya luas" ujar ibu Yohanes mengangguk
Lalu mereka naik menuju kamar nya
Di sisi lain di rumah paman Gilbert
"Papa kok baru pulang?" tanya Monica istri paman Gilbert
"Iya papa ada urusan tadi" ucap paman Gilbert
"Ohh" Monica mengangguk
"Papa ke ruang kerja dulu" ucap Paman Gilbert naik ke atas
Sampai di ruang kerja nya paman Gilbert langsung merogoh kantong nya mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang
"Hallo tuan" ucap orang sana
"Bagaimana"?" tanya paman Gilbert sambil memandang ke luar jendela
"Mereka benar-benar pergi tuan" ucap orang sana
"Kemana mereka akan pergi?" tanya paman Gilbert
"Ke Canada tuan" ujar nya
"Hem lanjutkan tugas mu" ucap paman Gilbert menutup telfonnya ia menatap ke arah depan sambil memikirkan sesuatu
Tanpa ia sadari informasi yang ia dapatkan ternyata salah besar, karena Alex sudah menyuruh orang untuk mengelabuhi orang suruhan paman Gilbert
Sehingga paman Gilbert mendapatkan informasi yang salah, yang seharusnya Alex terbang ke Amerika sekarang malah ke Canada
__ADS_1
Tak lama kemudian paman Gilbert keluar dari ruang kerja nya ia akan memikirkan bagaimana cara nya untuk menyingkirkan Alex