Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 57


__ADS_3

Alle keluar restoran dengan wajah muram sungguh ia tak bisa berpikir jernih sekarang ia lantas kembali ke kosan nya


Beberapa menit kemudian ia sampai di kosan nya ia berganti baju yang lebih santai memakai hot pants dan kaos oversize


Ia duduk di balkon kamar nya, kosan Alle sendiri dua lantai, tak luas tapi tinggi, di atas cuma ada sigle bed, lemari berukuran sedang, sedangkan di lantai bawah ada kamar mandi dan ruang tamu yang ukurannya tak begitu besar


Ia menatap langit yang begitu cerah, matanya menerawang jauh di belahan langit


"Apa yang harus aku lakukan" ujar Alle


Jujur saja ia merasa khawatir dengan keadaan Alex saat ini apalagi mendengar kabar jika perusahaan Alex berada di ambang kehancuran


Ia tak percaya jika perusahaan Alex akan hancur padahal dulu hingga sekarang perusahaan Alex sangat di segani oleh orang-orang tapi sekarang


Percaya tak percaya tapi kehidupan itu terus berputar seperti roda kadang kita di atas kadang kita di bawah


Karena ia sungguh sangat sangat khawatir ia meraih ponselnya membuka nomer Alex


Ia mengamati nya sejenak, mau menghubungi nya tapi ia ragu. jujur saja ia juga rindu dengan Alex yang awalnya ia akan menghilangkan perasaan nya pada Alex karena satu bulan tidak bertemu atau memberi nya kabar


Tapi rasa itu kembali muncul ketika mendengar kabar buruk dari Alex itu pun dari orang lain bukan dari Alex sendiri


Akhirnya ia pun menekan nomer Alex, ia punya nomer Alex karena dulu ia Alex pernah menghubungi nya ia harap nomer itu masih aktif


"Hallo" ucap sebrang sana


"Ha hallo" ucap Alle menjadi gugup ketika mendengar suara Alex


"Apa kau merindukan ku?" ujar Alex di sertai kekehan di akhir kata


"Siapa yang merindukan mu" seru alle


"Benarkah, lalu ada kau menghubungi ku?" ucap Alex tersenyum tipis


"Apa kau baik-baik saja?" ucap Alle dengan lembut


"Apa kau sedang menghawatirkan diri ku?" goda Alex


"Tidak, aku hanya bertanya saja" bohong nya


(Bisa-bisa nya ia menggoda orang lain padahal ia sedang tidak baik-baik saja) batin Alle memasang wajah kesal


"Benarkah?, tapi kenapa pipi mu merah?" ucap Alex secara asal


"Mana ada" ucap Alle melihat wajah ke arah jendela kamar nya


"Haha, kau baik-baik saja bukan?" ucap Alex tertawa

__ADS_1


"Em, ya" ucap Alle mengangguk padahal Alex tak bisa melihat nya


Setelah itu hening tak ada yang berbicara mereka melihat ponsel masing-masing memastikan telfon nya masih terhubung karena tak ada suara sama sekali


"Ekhem" dehem Alex


"Apa kau masih di situ?" ucap Alex


"Iya ada apa?" ucap Alle


"Em, aku tutup dulu telfon nya, aku ada rapat habis ini" ujar Alex


"Em baiklah" ucap Alle


"Jaga kesehatan jangan memikirkan apapun oke" ucap Alex seakan tahu kondisi hati Alle saat ini


"Iya, kamu juga jaga kesehatan, aku tunggu kamu kembali" ucap Alle pelan di akhir kalimat


Alex tersenyum lebar mendengar suara Alle Walau suara Alle sangat pelan


"Ya sudah kalau begitu" ucap Alex menutup telpon nya


Alle menghela nafas panjang menatap ponsel nya mata nya tak sengaja melihat jam di layar nya


Ia bertambah menghela nafas berat


"Hah, pasti itu hanya alasan mematikan telepon nya pasti ia sibuk lembur, apalagi perusahaan nya sedang goyah" ujar Alle menatap langit


"Hah, aku tak tau apa aku bisa kembali ke sana atau tidak, sedangkan perusahaan ku kacau seperti ini" gumam Alex


ia menggenggam erat ponsel nya


"Tapi aku tidak putus semangat aku harus berjuang demi kamu" ucap Alex bertekad


Ia meletakkan ponsel nya lalu kembali mengerjakan sesuatu padahal ini sudah sangat larut malam dan sebentar lagi mau menjelang pagi


Keesokan pagi hari nya Alex terbangun dari tidur nya ia merasa kan pegal di punggung nya karena ia tak tidur di atas kasur melainkan di meja kerja nya bahkan kertas masih berserakan di atas meja


"Uhh" lenguh nya merenggang kan otot-otot nya yang terasa pegal akibat tidur membungkuk


Selesai itu ia berjalan ke kamar mandi di ruang privat nya karena ia masih di kantor saat ini


Tak lama ia pun keluar ia melihat meja kerja nya sudah tertata rapi ia pun melihat ke arah sofa ternyata sudah ada asisten Ben duduk tegak sambil mengetik kan sesuatu di laptop nya


"Kau baru tiba?" tanya Alex menghampiri asisten Ben


"Iya tuan" ucap asisten Ben mengangguk

__ADS_1


"Makan lah tuan" ucap asisten Ben menyodorkan sebuah paper bag berisi makanan


"Kau sendiri?" tanya Alex menatap asisten Ben


"Sudah tuan, anda makan lah, jaga kesehatan anda" ucap Asisten Ben


Alex hanya mengangguk ia mengambil paper bag itu mengeluarkan isi nya lalu memakannya


Hingga pada suapan terakhir ia memasukkan nya ke dalam mulut nya tapi itu tak lama


"Ya Tuhan" teriak asisten Ben sambil berdiri tiba-tiba menatap laptop nya dengan mulut menganga lebar


Uhuk uhuk uhuk


Alex tersedak di buat nya karena terkejut hingga makanan di mulut nya keluar semua berbarengan dengan batuk itu


"Apa kau berniat membunuh ku" pekik Alex Setelah meminum air putih


"Maaf tuan, saya tidak sengaja" ucap asisten Ben merasa bersalah ketika melihat wajah Alex yang merah


"Tidak ada lain kali" ketus Alex


"Baik tuan" ucap asisten Ben mengangguk


"Apa yang membuat mu begitu terkejut?" tanya Alex


Asisten Ben tak menjawab ia membalikkan laptop nya kearah Alex, Alex melihat dan membaca nya


"Terimakasih Tuhan" sorak Alex dengan wajah begitu gembira ia menatap asisten Ben


"Ini bukan mimpi kan?" tanya nya


"Tidak tuan, ini nyata. akhirnya kita bisa keluar dari masalah ini" ucap asisten Ben tersenyum sambil menggeleng kepala nya


"Tapi tunggu kenapa perusahaan sebesar itu mau memberi modal kita?" ujar Alex mengerutkan kening nya


"Saya juga tidak tau tuan tapi bukan kah ini berita bagus tuan?" ucap asisten Ben


"Benar, tapi kita harus waspada selidiki perusahaan itu, aku tidak mau kejebak untuk kedua kali nya" ucap Alex menatap tajam asisten Ben


"Baik tuan" ucap asisten Ben menunduk kan kepala nya


Setelah itu ruangan kembali hening mereka larut dengan perasaan masing-masing


(Perusahaan paling berpengaruh se-Asia mau bekerja sama dengan perusahaan ku, itu sungguh mustahil) batin Alex


Bagaimana tidak perusahaan yang begitu besar mau bekerja sama dengan perusahaan Alex yang tak ada apa-apa nya

__ADS_1


Itu mustahil bagi orang lain, tapi itu juga bisa jadi mengingat Alex membaca sendiri email masuk di laptop Asisten Ben tadi


Yang isi nya mengajukan kerjasama yang bagaimana perusahaan itu akan menjadi investor di perusahaan Alex dan bisa membuat perusahaan Alex kembali berdiri jika kerjasama itu berhasil


__ADS_2