
Pagi hari alle menggeliat di atas ranjang wajah nya terasa silau ketika sinar matahari mengenai wajah nya
"Jam berapa sekarang" ucap nya serak khas orang bangun tidur
"Dimana ponsel ku" ucap Alle meraba-raba nangkas di samping ranjang mata nya masih terpejam
Karena tak menemukan apa yang ia cari terpaksa Alle membuka matanya, ia melihat ke atas nangkas tapi tidak ada ponsel nya
Ia pun menatap sekeliling nya, karena nyawa belum terkumpul seratus persen Alle belum menyadari jika ia tidak berada di apartemen nya hingga
Tok tok tok
"Alle" panggil seseorang dari arah pintu
"Apa kau sudah bangun?" ucap nya lagi
Tok tok tok
"Kenapa ada suara Alex di sini" kekeh Alle menggeleng kepala nya
"Alle, apa kau sudah bangun kalau sudah bangun kita sarapan bersama" ucap Alex kembali menyadarkan Alle yang masih bergelut di atas ranjang
Satu detik dua detik dan
"Aaaaa" teriak Alle ia langsung bangun menduduk kan diri nya di atas ranjang
Alex yang mendengar jeritan Alle segera masuk ke dalam yang pintu nya tidak di kunci
"Ada apa?" tanya Alex khawatir namun kekhawatiran itu hilang ketika melihat wajah absurd Alle
Duduk di atas ranjang, kedua tangan nya di atas selimut yang menyelimuti setengah tubuh nya, wajah orang terkejut, mulut menganga lebar mata nya membulat sempurna, dan di tambah lagi rambut yang acak acakan seperti seekor singa
"Pufftt hahaha" tawa pecah Alex tak kuasa menahan tawa nya melihat Alle
"Kau menculik ku" teriak Alle menyilang kan kedua tangan di dada lalu menunjuk Alex sambil mundur ke belakang
"Hahaha, apa kau terbentur sesuatu?" tanya Alex menggeleng kepala nya
"Apa maksudmu" ucap Alle masih bingung dengan keadaan sekitar yang ia rasakan sekarang hanya lah ia sedang berada di tempat asing
"Tak apa, Cepat lah mandi jangan lupa basuh air liur mu" ucap Alex terkekeh lalu keluar dari kamar Alle
"Mana tidak ada" gumam Alle mengusap pipi nya yang tidak apa-apa nya
Seperkian detik kemudian ia paham jika ia di bohongi oleh Alex
"Alex awas kau" teriak Alle dengan kesal, dengan wajah kesal Alle menuju kamar mandi membersihkan diri
Di lain sisi Alex terkekeh di depan pintu kamar Alle ketika mendengar teriak kan Alle
"Seru juga mengerjai nya" gumam Alex menggeleng kepala nya
__ADS_1
Ia berjalan ke bawah sambil bersenandung kecil raut bahagia tercetak jelas di wajah nya
Namun kebahagiaan itu berubah ketika ia mendapat sebuah panggilan
Kring kring
Alex melihat siapa yang menghubungi nya
"CK" decak Alex ia menggenggam erat ponsel nya lalu berjalan ke arah halaman belakang mau ke ruang makan ia urungkan sebentar untuk menerima panggilan itu
"Hallo" ucap Alex sedikit tak bersemangat
Ia duduk di gazeba halaman belakang sambil melihat kolam renang di depan nya
"Sayang, kau lagi ngapain?" ucap sebrang sana dengan nada manja
"Berangkat kerja" ucap Alex berbohong tidak mungkin kan ia mengatakan sejujur nya
"Oh benarkah?" ucap yang tak lain kekasih Alex
"Aku merindukan mu" imbuh nya
Alex diam saja entah kenapa ia sulit sekali mengatakan hal itu sekarang
"Alex apa kau juga merindukan ku?" tanya kekasih Alex yang sedari tadi tak mendengar jawaban Alex
Alex diam saja mata nya melihat ke arah dapur yang ternyata Alle sudah selesai mandi nya ia bisa melihat Alle karena halaman belakang terhubung dengan dapur
"Ahh, ya" ucap Alex
"Kau belum menjawab pertanyaan ku, kau juga merindukan ku bukan?" tanya kekasih Alex manja
"Ya" singkat Alex
"Huh, rasa nya Aku ingin sekali segera bertemu dengan mu tapi kontrak ku di sini masih belum selesai" ucap nya dengan raut muka sedih
"Selesai pekerjaan mu di sana jika sudah kembali lah ke sini" ucap Alex
"Ya, baiklah aku akan bersabar tinggal beberapa bulan lagi bukan" ucap kekasih Alex tersenyum lebar
"Hem" Dehem Alex
"Al-" ucap kekasih Alex
"Sudah dulu aku mau berangkat dulu, aku tak mau terjebak macet" ucap Alex memotong perkataan kekasih nya ia langsung menutup panggil lan itu karena ia melihat alle berjalan mendekati nya
"Kata nya mau makan?" tanya Alle menghampiri Alex
"Ya aku angkat telepon sebentar" ucap Alex mengangkat ponsel nya
"Ohh" Alle mengangguk paham
__ADS_1
"Kita masuk ke dalam" ajak Alex
Alle mengangguk saja ia lalu berjalan mendahului Alex, sedang Alex masih berdiam diri menatap punggung Alle dengan wajah yang sulit diartikan
"Alex, ayo" teriak Alle karena jarak mereka cukup jauh
"Ya, aku datang" ucap Alex berlari kecil menyusul Alle
Mereka masuk ke dalam dan mulai menikmati makanan yang terhidang di atas meja
Selesai makan mereka memutuskan kembali ke kota beruntung hari ini weekend jadi mereka tak memikirkan untuk masuk bekerja
"Terimakasih" ucap Alle memecah keheningan di tengah jalan
"Terimakasih untuk apa?" tanya Alex mengerutkan kening nya
"Terimakasih sudah membeli kan ku baju baru" ucap Alle tersenyum tulus karena memang sekarang ia sudah berganti baju baru bukan baju nya
Ketika Alle keluar dari kamar mandi ia melihat sebuah paper bag di atas ranjang dan sebuah note kecil untuk Alle agar menggunakan pakaian itu
"Tak usah berterima kasih" ucap Alex tersenyum tipis
Karena memang ia yang membeli kan pakaian untuk Alle ia menyuruh bibi penjaga villa untuk meletakkan nya di kamar Alle
"Meskipun kau larang aku tetap berterima kasih, karena baju ini di beli pakai uang bukan daun" ucap Alle
"Ya, terserah kau saja" ucap Alex mengangguk
Mobil mereka terus berjalan hingga beberapa puluh menit akhir nya mereka sampai di bawah apartemen Alle
"Terimakasih" ucap Alle berterima kasih lagi
"CK, suka sekali mengatakan terimakasih tak bisa kah kau mengungkapkan dengan cara lain?" ucap Alex berengut
"Cara lain?" Alle mengerutkan kening nya
"Ya misal traktir makan atau apa gitu?" ucap Alex
"Oh, baiklah Weekend aku traktir kau makan" ucap Alle mengangguk
"Oke, aku tunggu" ucap Alex mengangguk
"Kalau begitu aku naik dulu" ucap Alex menunjuk ke atas
Alex mengangguk saja, Alle berjalan meninggalkan Alex, hal itu pun tak luput dari pantauan Alex hingga Alle hilang di balik tembok batu Alex mengalihkan pandangan nya
"Seharusnya aku yang berterima kasih, sudah mau menemani ku di saat aku merindukan keluarga ku, dan bisa membuat ku tertawa lebar seperti pagi tadi" ucap Alex menyunggingkan senyum nya
Ia lalu menjalankan mobil nya ke apartemen nya, memang setelah meninggal nya keluarga nya Alex jarang sekali tersenyum hanya dengan sahabat nya ia akan tertawa
Tertawa pun tak lepas seperti tadi pagi melihat wajah konyol Alle bangun tidur seperti singa betina batin nya
__ADS_1