Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 19


__ADS_3

Allé terus bekerja dengan di selimuti rasa gelisah ia terus memikirkan hal kedepannya


"Aduh kok jadi gak fokus gini ya aku" gumam nya mengetuk pelan jidat nya


"Gimana dong ini" gumam Alle menelususpkan kepala nya di atas meja


"Alle" panggil teman kerja alle dan itu membuat Alle terkejut


"Omg" kejut Alle memegang dada nya


"Aku bukan hantu Alle kenapa kamu kaget gitu" gerutu teman nya karena ia memanggil Alle seperti biasanya bukan menakuti Alle


"Maaf, aku hanya kaget saja" ucap Alle tak enak hati


"Ya, mikirin apa sih" tanya nya


"Enggak mikir apa-apa kok" ucap alle berbohong


Padahal pikiran nya sekarang ada Alex sekarang


"Beneran?" ucap teman Alle


"Iya beneran kok, oh ya kenapa kamu udah rapi aja" tanya Alle melihat teman nya yang sudah rapi dan membahu tas nya di pundak


"Lah, kamu gak pulang apa?" tanya teman nya heran


"Pulang?" gumam Alle ia lalu melihat jam di meja kerjanya matanya membulat sempurna


(Gara-gara ketemu dia sih, jadi kepikiran terus kan sampai gak tau Waktu) gerutu Alle dalam hati


"Udah tau Bu ini jam berapa sekarang?" sindir teman Alle


"Hehehe" cengir Alle menampilkan deretan gigi putih nya


"Ya udah aku pulang dulu my boyfriend udah jemput dadah" pamit teman Alle melambaikan tangan nya


"Ya hati-hati" ujar Alle


"Aduh Alle Alle gara-gara mikiran dia kamu jadi gak fokus kerja" gumam Alle sambil mengemasi barang-barang nya


"Lihat hanya ada kau sendiri di sini" ujar Alle melihat sekeliling nya kosong melompong hanya ada diri nya


"Hi ngeri juga kalau lembur di sini" ucap Alle bergidik ngeri


Ia mengambil tas nya lalu pergi dari sana

__ADS_1


Sampai di depan kantor alle langsung berjalan ke arah halte bus ia akan menunggu bus lewat


Alle memang pulang dan pergi naik angkutan umum karena jarak apartemen nya dan tempat ia bekerja cukup jauh maka dari itu Alle memutuskan naik angkutan umum


Tapi jika ia terpaksa naik taksi ia akan naik taksi, jujur lebih nyaman ia naik taksi daripada naik angkutan umum


Tapi mau bagaimana lagi biaya naik taksi mahal sekali bisa buat ia makan dua kali, lebih baik ia naik angkutan umum berdesakan lebih hemat uang nya


Alle terus berjalan ke halte lalu duduk di kursi tunggu ia memainkan ponselnya sambil menunggu bus datang tanpa mengetahui jika ia terus di perhatikan sedari ia keluar dari perusahaan


Sepasang mata itu terus memperhatikan Alle hingga Alle menghilang bersama bus yang pergi


"Kita pulang sekarang" ucap nya Pada sang supir


"Baik" ucap supir nya lalu menjalankan mobil nya menuju rumah kediaman majikan nya tersebut


Bus yang di tumpangi Alle berhenti di tempat tujuan Alle pun lalu turun ia kemudian berjalan ke arah apartemen nya


Sampai di apartemen nya ia langsung membersihkan apartemen nya, memasak, makan dan setelah itu ia mandi


Soal kejadian tadi siang sejenak ia bisa melupakan nya hingga akhirnya Alle tertidur di atas kasur nya setelah selesai berganti baju


Pagi hari nya Alle terbangun ia bersiap diri keluar dari kamar menyiapkan makanan untuk ia santap pagi ini


Selesai makan Alle membersihkan diri memakai pakaian kerja nya lalu ia turun ke bawah menunggu bus dengan yang masih pagi


Namun kenyamanan itu terhenti kala ia mendengar suara dering ponsel nya


Dengan mata tertutup Alex meraba-raba ponsel ia mencari di mana ponsel nya berada


"CK" decak Alex karena ia tak menemukan ponsel nya dengan terpaksa ia membuka matanya lalu mengangkat panggilan itu yang nada dering nya mengganggu kenyamanan nya


"Hem" Dehem Alex sambil menyenderkan punggungnya di sandaran ranjang


"Sayang" suara lemah dari sebrang sana


"Kau rupa nya ada apa?" ucap Alex dengan suara serak nya


"Ish kau itu, memang tidak apa boleh aku menelepon mu?" kesal wanita itu


"Tentu saja boleh Clarissa sayang" ucap Alex lembut


"Tapi kenapa nada mu begitu" protes Clarissa


"Maaf sayang aku lagi bangun tidur kau tau sendiri aku biasa nya tidur jam 3 ini baru jam 6 sayang, aku masih ngantuk" ucap Alex melirik jam dinding

__ADS_1


"Iya iya, apa kamu gak bisa ngurangi jam kerja kamu, emang kamu gak sayang sama tubuh kamu, setiap hari kamu bekerja tanpa mengenal lelah" omel Clarissa


"Kau tau sendiri aku tak bisa meninggalkan pekerjaan ku" ucap Alex


"Ya terserah kau saja sudah capek aku menasehati mu" ujar Clarissa


"Ada apa kau menelfon ku, seharusnya kau tidur sekarang" ujar Alex


Memang sedang menjalani hubungan jarak jauh beda negara begitu pula beda waktu


"Ya aku menelepon mu hanya ingin mendengar kan ucapan selamat malam dari mu, tapi yang ku dapat malah yang lain" sedih Clarissa


"Maaf" sesal Alex


"Ya, sudah aku mau tidur selamat malam" ucap Clarissa


"Ya selamat malam sayang, mimpi indah" ucap Alex


Kemudian panggilan itu terputus, Alex meletakkan sembarang ponsel nya ia memijat pangkal hidung


Lalu ia menatap ke arah jendela terlintas kejadian kemarin siang muncul di benak nya


"Kenapa dia ada di sini, bukanya seharusnya dia ada di negara Amerika?" gumam Alex


"CK, kenapa aku jadi mikirin dia, sudahlah" ujar Alex lalu ia berjalan ke arah kamar mandi


Selesai mandi ia berjalan ke ruang ganti baju dengan menggunakan piyama mandi nya


Ia memilih setelan baju kerja yang menurut nya ia cocok gunakan hari ini, setelah memilih nya ia lalu memakai nya tak lupa ia memakai dasi selaras dengan jas dan celana nya


Jam tangan rolex bertengger di pergelangan tangan nya, sepasang sepatu pantofel berbahan kulit melengkapi penampilan nya


Ia lalu melangkah keluar kamar ia menuruni tangga ia menatap sekeliling "Sepi" itulah keadaan sekitar


Karena memang Alex tinggal sendiri di apartemen, soal bersih-bersih akan ada orang yang datang saat ia pergi dan pulang saat Alex kembali


Soal makanan Alex akan memasak sendiri jika ada waktu lenggang biasanya orang paling sibuk adalah diri nya


Ia lalu keluar apartemen nya dan turun ke bawah menghampiri supir nya yang sudah siap menunggu kedatangan Alex


"Selamat pagi tuan" sapa supir nya membukakan pintu mobil


"Hem" Dehem Alex masuk ke dalam mobil nya


Hal biasa di dengar oleh supir nya bahwa Alex menjawab sapaan nya dengan deheman saja

__ADS_1


Sang supir hanya diam menutup pintu mobil lalu menjalankan mobil menuju perusahaan tuannya


__ADS_2