
"Tolong"
"Tolong"
Suara wanita yang kian melemah di balik pintu belakang Alle dengan berpegang teflon dengan kuat ia menghampiri pintu belakang
Srett
"Tidak ada orang" ucap Alle melihat di luar pintu tidak ada orang hanya gelap gulita
Lantas ia berbalik kembali masuk ke dalam
"Hihihi" Alle mengusap lengan nya lalu menutup pintu di luar pun semakin petang
"Setelah memastikan pintu tertutup dengan benar Alle membalik kan diri ia akan melanjutkan langkahnya ke depan
Satu
Dua
Tiga langkah dan
"Dor"
"Aaaaa" teriak Alle ketakutan memukul telfon nya sembarang arah tangan nya yang satu menutup wajah nya sehingga ponsel yang ia pegang jatuh ke atas lantai
"Hahahha " tawa menggelegar membuat Alle menghentikan tangan nya
Ia lalu membuka mata nya
"Kau" teriak Alle kesal bukan main ia menatap tajam Dira dan Ara yang berdiri di depan nya
Dengan Ara yang menggerai rambut nya menggunakan dress warna merah wajah yang di beri masker putik dan di beri sentuhan terakhir di ujung bibir seperti darah
"Hahaha, kakak lucu" ucap Ara memegang perut nya ia tertawa puas melihat kakak nya yang ketakutan
Sedangkan Dira mengusap ujung mata nya yang keluar cairan bening akibat terlalu banyak tertawa
"Ih gak lucu" kesal Alle memukul Ara dan Dira bergantian
"Maaf kakak ini semua ide Kaka Dira" ucap Ara tertawa kecil melihat Dira
"Hahaha habis nya kamu sore-sore buka nya masuk rumah malah cengar cengir gak jelas" ujar Dira
"Heuh" dengus Alle ia mengambil ponselnya yang terjatuh
"Pecah nih gara-gara kalian" ujar Alle melihat layar ponsel nya yang retak
"Ya maaf" ujar mereka berdua" ucap mereka bersama
"Pokok nya belikan yang baru dan semua data yang ada di sini harus balik semua" ucap Alle memberikan ponsel retak nya ke Ara lalu meninggalkan mereka di dapur
Dug
"Aduh" teriak Alle karena ia kesal sampai lupa lampu belum ia hidup kan alhasil ia nabrak sebuah sofa
"Pfftt hahaha" tawa Ara dan Dira kembali terdengar Alle yang mendengar nya semakin kesal saja
__ADS_1
Bulan yang begitu indah kini telah berganti dengan sinar yang begitu tak kalah terang
Burung-burung berkicau menyambut pagi yang cerah semua ornag sudah beraktivitas lebih pagi
Begitu juga Alle ia sudah bangun pagi tadi ia sekarang sedang membuat kopi untuk satpam di depan karena para art yang di kirim Daddy belum juga datang
Mungkin juga sebentar lagi pikir nya, ia juga sudah membersihkan rumah nya pagi tadi
Ting
"Selesai" ucap Alle mengetuk Pelan gelas kopi hingga berbunyi
Ia lalu membawa nya ke depan memberikan nya pada satpam, tapi ketika sampai di depan ia mengerutkan keningnya melihat orang yang berbeda bukan pak totok
Dan kemudian ia berpikir mungkin bergantian menjaga rumah nya karena tidak mungkin 24 pak Totok yang menjaga rumah nya
"Pagi pak" ujar Alle meletakkan kopi di atas meja
"Eh pagi non, kenapa non repot-repot segala saya bisa bikin sendiri" ucap satpam tak enak hati
"Gak papa pak sekalian saya mau ke depan mau joging juga beli sarapan" ucap Alle tersenyum lebar
"Aduh non saya jadi enak" ucap nya terkekeh bercanda
"Hahaha bapak bisa aja" ucap Alle ikut tertawa
"Oh iya pak, bapak sama pak totok ganti sif nya jam berapa?* tanya Alle karena orang di depan nya bukan pak totok
Satpam beda lagi, badan nya sekarang lebih berisi dan tampang nya sedikit garang, tapi yang utama dia adalah orang yang humoris suka bercanda tapi juga bisa serius saat pada waktu nya
"Saya dan pak totok gantian jam 5 pagi non" ujar nya
"Bapak sudah kenal saya kan" ucap Alle menatap satpam di depan nya
"Sudah non, sudah di jelas kan oleh tuan Deon" ucap nya mengangguk
"Baiklah pak?" ucap Alle melirik nama tag satpam itu
"Pak To aja, panggil pak to aja non" ucap nya tersenyum lebar
"Oh pak to, kalau begitu saya keluar dulu ya, kalau orang rumah nanya in bilang aja lagi ke depan joging" ucap Alle tersenyum
"Iya non hati-hati" ucap nya mengangguk sambil membuka pagar untuk Alle
"Terimakasih " ucap Alle lalu keluar rumah
(Hahah, emang sekarang jaman sudah modern nama juga harus modern) batin Alle mengingat nama satpam nya tadi yang bernama Hartono tapi mau nya di panggil pak to
Sampai di depan komplek alle melihat lalu berjalan kedepan Lagi mencari sarapan untuk orang rumah
"Mau beli apa ya" ucap Alle melihat kedai yang menjual beberapa makanan
"Beli nasi uduk aja deh sama gorengan" ucap Ara lalu ia bergegas menghampiri penjual nasi uduk setelah mendapat apa yang ia ingin kan ia lantas kembali kerumah nya
Sedangkan di rumah Alle
"Hoam" Ara terbangun dari tidurnya ia mengucek mata nya
__ADS_1
"Sudah pagi ya" ujar nya menatap jendela kamar yang muncul sinar matahari dari sela-sela korden
Ia bersandar di ranjang nya melihat ponsel nya di atas nangkas membuka nya
"Aaaa benarkah?" ujar nya antusias ketika membaca sebuah pesan ia lalu mengirim balasan pada orang itu lalu turun dari ranjang membuka korden dan masuk ke kamar mandi
Di kamar dira ternyata ia sudah bangun dari tadi ia sekarang tengah Merias wajah nya dengan make up
"Selesai" ucap dira tersenyum puas menatap diri nya di pantulan cermin
Ia bergegas merapikan meja rias nya lalu keluar kamar
"Sepi amat" ucap nya melihat sekeliling tidak ada tanda-tanda kehidupan
Ia lalu duduk di sofa ruang keluarga menghidupkan tv menonton serial kartun kesukaan nya
Beberapa menit kemudian Alle datang dengan kantong plastik di tangan nya
Ia melihat Dira yang duduk diam fokus menatap layar tv menayangkan serial kartun kesukaan nya
"Kayak anak kecil nonton kartun" ujar nya menghampiri Dira dan duduk di samping nya
"Bodo amat" ucap dira tak mengalihkan perhatian nya
"Fokus amat buk, gak mau sarapan kamu" ucap Alle terkekeh
"Kau beli apa" ucap dira langsung mengalihkan matanya ke plastik depan nya
"Hem harum nya" ujar nya ketika membuka kantong plastik itu dan tercium semerbak gorengan di Indra penciuman nya
"Enak nih" imbuh nya mencomot gorengan itu dan melahap nya
"CK,CK seenggaknya cuci tangan dulu kek" ucap Alle menggeleng kepala nya Melihat tingkah Dira
"Gak papa, vitamin" ucap dira
"Vitamin apa emang nya?" tanya Alle
"Vitamin tangan" ucap nya terkekeh
"Terus kalau kena kaki berarti vitamin kaki ya" ucap Alle menggeleng kepala nya
"Itu tau" ucap dira
"Dasar jorok" ucap Alle berdiri dari duduk nya
"Biarin" ucap dira
Alle hanya tersenyum lalu masuk ke dalam kamar membersihkan diri tak berselang lama Ara juga keluar kamar ia menghampiri Dira yang duduk di ruang keluarga namun sebelum itu ia mengambil minum
"Apa itu kak?" tanya Ara mendudukkan dirinya
"Gorengan mau?, ambil sendiri" ucap dira menunjuk plastik kresek
Ara membuka nya
"Enggak ah mau makan nasi aja kelihatan nya enak" ucap Ara ketika melihat nasi uduk yang menggiur kan selera makan nya
__ADS_1
"Terserah" ucap dira
Kemudian mereka fokus makan dan menonton film