Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 47


__ADS_3

"Di mana keberadaan Alle Sekarang?" ucap Alex menghampiri asisten Ben di ruangan nya


Tanpa basa-basi ia langsung menanyakan langsung maksud nya to The poin sekali


"Apa anda sudah memutuskan nya tuan?" ucap asisten Ben menghentikan aktivitas nya ia menatap tuan nya dalam-dalam


Ia tak bermaksud kurang ajar mengatakan hal itu, tapi ia ingin tuan nya konsisten dalam menjalin hubungan asmara


Ia tak ingin seperti diri nya yang pernah di hianati oleh perempuan menguras habis uang nya sebelum ia bekerja dengan Alex


"Cepat katakan Ben Din mana dia" bentak Alex karena sudah di rundung emosi


"Jawab saja tuan, maka akan saya beritahu" ucap asisten Ben


Alex mengepal kuat kedua tangannya, karena Ben tak kunjung memberi tahu Alle di mana


Ia mencoba meredam amarah nya, sejujurnya ia ingin sekali menonjok muka Ben tapi itu akan sia-sia


"Saya akan memilih alle, apa kau puas" jawab Alex dengan mantap ia sudah memikirkan baik-baik hal ini hati kecil nya memilih Alle wanita lembut


"Baiklah semoga anda benar-benar menjaga nona Alle dengan baik tuan, jangan Dua kan dia" ucap Ben tersenyum puas dengan pilihan Alex


"Cepat katakan dimana dia sekarang, atau aku pecat kamu Sekarang juga" ucap Alex menekan semua perkataan nya


"Nona sekarang ada di negara asalnya tuan" ucap asisten Ben


Alex mendengar itu langsung berbalik menyusul Alle tanpa membuang waktu


"Tuan tunggu" ucap asisten Ben menghentikan langkah Alex di depan pintu


Alex berhenti dan menoleh


"Semoga bisa membantu anda tuan" ucap asisten Ben memberikan sebuah tiket pesawat


Alex memandangi nya lalu mengambilnya


"Saya akan menjaga di sini" ucap asisten Ben mengangguk paham, Alex pun pergi meninggalkan asisten Ben


"Jika bukan karena bawahan ku yang bodoh aku bisa menemukan nya, tanpa meminta pada mu" gumam Alex pelan tapi Asisten Ben masih bisa mendengar nya


Ia tersenyum tipis ketika mendengar gumam nya Alex karena semua informasi tentang Alle ia tutup sehingga bawahan Alex tidak akan menemukan nya


Biar tuan nya kelimpungan mencari keberadaan Alle dan memilih pasangan yang benar-benar tulus dengan


Ia juga terkekeh ketika mengingat sesuatu yang mungkin Alex lupakan


Alex langsung berangkat ke bandara ia tak membawa apa-apa selain tiket dompet dan ponsel baru yang ia beli tadi siang

__ADS_1


Sampai di sana ia duduk di bangku penumpang ia duduk dengan tak sabar


Menunggu dengan perasaan cemas, khawatir, rindu, marah, tak sabar, dan juga bodoh, ya bodoh karena kebodohan nya itu membuat ia lupa jika ia memiliki pesawat pribadi yang ia beli beberapa bulan lalu


Itu juga membuat asisten Ben terkekeh jika mengingat nya


Karena Alex tak perlu susah-susah menunggu pesawat take off memang jika perasaan campur aduk bisa membuat kita jadi bodoh sama halnya dengan cinta


Di tempat lain Alle sedang asyik menikmati makanan di sebuah restoran tempat Dira bekerja ia menatap wajah dengan senyum manis nya


"Saya tau saya manis nona, tapi kasihan makanan anda, anda cuekin" canda Dira menunjuk makanan di depan Alle


Saat ini jam istirahat jadi Dira bisa menemani Alle makan siang


"Hahaha, tapi saya lebih tertarik dengan anda nona" timpal Alle memasang wajah genit


"Maaf nona, tapi saya normal masih suka dengan Lawan jenis" ucap dira bergidik ngeri


"Tinggal kan Dia, aku akan menerima kamu ada apa nya" kekeh Alle


Dira tergelak


"Kebalik Maemunah seharusnya apa adanya bukan ada apanya" protes Dira


"Hahaha, kan beda dari yang lain" ucap Alle tertawa


Sekarang ganti alle yang tergelak


"Apa itu setarah?" Alle mengerutkan keningnya


"Terserah" ucap Dira tersenyum lebar


"Kok setarah" ucap Alle


"Kan beda dari yang lain" ucap dira mengerling kan Mata nya sebelah lalu berdiri


"Jangan lupa bill nya ya nona" ucap dira menunjuk kasir sambil tersenyum lebar


"Baiklah sayang ku, nanti aku jemput setelah pulang kerja oke" ucap alle tersenyum genit


"Saya tunggu" ucap dira melanjutkan pekerjaannya karena sudah habis jam istirahat nya


Mereka berdua tertawa bersama, mungkin orang lain menganggap mereka tidak normal tapi mereka melakukan itu hanya sebagai candaan saja tidak ada yang serius


Mereka masih normah seperti layaknya manusia biasa


Seperti janji Alle sore hari ia datang ke cafe tempat Dira bekerja ia menunggu di depan cafe duduk di bawah pohon sambil melihat ponsel yang ia genggam

__ADS_1


"Hay Al duluan ya" ucap pelayan cafe ketika melihat Alle


Mereka sudah cukup kenal dengan Alle karena sering berkunjung di cafe itu beberapa hari ini


"Oke" ucap Alle tersenyum lebar


Ia menoleh melihat ke dalam Cafe sudah rapi bersih dan tertata apik tapi pintu utama masih terbuka lebar


Tak lama orang yang di tunggu pun muncul mmdi balik pintu dapur, lalu berlari kecil menuju pintu utama menghampiri Alle setelah mengunci pintu nya


"Sudah lama nunggu ya" ujar Dira


"Enggak baru kok" ucap Alle menggeleng


"Oh" Dira mengangguk lalu mereka berjalan menuju rumah Dira, karena Alle masih tinggal di sana. Alle juga membantu Dira dengan cara membelikan stok sayuran selama satu bulan


Terkesan hal sepele tapi lebih baik seperti itu dari pada Alle tak membantu apa-apa membuat ia segan karena tinggal di rumah sahabat nya, toh Dira jika di kasih uang tidak mau menerima nya


Esok berganti hari, pagi-pagi Alle sudah berkutat dengan peralatan masak ia memasak sedikit untuk sarapan


Selesai membuat sarapan ia membersihkan diri, tak lupa ia juga membangun kan Dira tukang molor


Selesai membersihkan diri lalu mereka duduk di meja makan dan sarapan dengan tenang


"Apa pekerjaan mu sudah membuahkan hasil?" tanya dira menyendok kan nasi ke mulut nya


"Belum, tapi nanti ada wawancara di salah satu perusahaan tak jauh dari sini" ucap Alle yang memang beberapa hari ini sudah melamar pekerjaan di beberapa perusahaan


"Semoga kau di terima" doa Dira


"Semoga" ucap Alle mengangguk


Selesai sarapan mereka berangkat sendiri sendiri karena arah mereka berlawanan arah


Tak berapa lama Alle sampai di gedung yang menjulang tinggi ia masuk dengan gugup, gugup karena harus bersaing dengan pelamar lain


Walau mereka sudah di tahap wawancara, ia masuk ke dalam bertanya ke resepsionis kemudian ia berjalan sesuai instruksi sang resepsionis


Sampai di sana ternyata sudah ada beberapa orang yang menunggu wawancara


Ia pun duduk di bangku kosong, tak berapa lama datang lagi seorang pelamar duduk di bangku kosong


Alle pun menunggu hingga akhirnya namanya di panggil juga ia masuk ke dalam


Tak berapa lama ia keluar setelah menjawab pertanyaan dengan tegas, wawancara itu membuat nya ingin ke toilet


Ia memutuskan turun ke bawah menayakan toilet di resepsionis, tapi

__ADS_1


"Hallo kakak ipar sudah lama tidak berjumpa" ucap seseorang di belakang nya alle ketika ia akan berbicara dengan resepsionis


__ADS_2