
"Ehem" dehem seseorang membuat mereka menoleh ke sumber suara
"Seperti nya sudah tidak memerlukan jus nya" ucap seseorang membawa sebuah nampan berisi jus mangga
"Alex kapan kau datang" ucap Daddy Hutapea
"Baru saja pa" ucap Alex tersenyum meletakkan jus nya di hadapan Alle
"Silahkan di minum tuan putri" ucap Alex tersenyum lebar menatap Alle
Alle bersemu merah di perlakukan seperti itu di hadapan keluarga nya
"Hahaha, makan kepiting rebus enak ni kak" ucap Ara melirik Alle
Alle melempar kulit buah ke Ara ia menatap kesal sang adik yang menggoda nya
"Enggak Papa, namanya juga anak muda" ucap mommy mengelus tangan Ara
Daddy dan Alex hanya terkekeh saja melihat nya
"Duduk lah Alex pasti kau lelah dari perjalanan jauh" ucap Daddy menggeser posisi nya
"Tidak lelah Daddy kalau Alex sudah melihat senyum di anak Daddy yang cantik ini" ujar Alex yang menggombal tak tau tempat membuat Alle merasa kan malu luar
biasa
"Dunia milik berdua boss, yang lain numpang" ujar Dira dengan suara cempreng nya membuat orang semakin tertawa kecuali Alle yang semakin menunduk malu
"Sudah-sudah kasihan Alle sudah seperti kepiting rebus merah semua muka nya" ucap mommy menengahi
"Lebih baik kita masuk ke dalam sudah mulai petang tidak baik di luar malam-malam begini" imbuh nya menatap langit
Yang memang benar langit sudah mulai petang
"Oke" ucap Ara yang lain mengangguk setuju
Lalu mereka masuk ke dalam para lelaki yang masuk lebih dulu masuk ke dalam sedang kan sang tiga wanita dewasa membawa sisa gelas dan makanan dan tugas mommy hanya diam menemani mereka
Mereka masuk ke dalam lalu duduk di ruang keluarga menunggu masakan bibi jadi
Sedang kan Alle ia pergi ke kamar nya membersihkan diri, mereka duduk dengaan posisi para wanita duduk bersama Daddy duduk di single bed dan Alex duduk di sofa yang muat dua orang
"Apa ini kok banyak sekali barang nya" ucap Ara ketika melihat banyak barang di ruang keluarga
"Oh itu ranjang dan kasur juga pembatas" ucap Alex dengan entengnya
"Ranjang?" buat apa?" tanya Dira mengerutkan kening nya
__ADS_1
"Buat tidur lah" ucap Alex tersenyum
"Iya tau emang ranjang ini mau di taruh di mana Alex?, di sini sudah tidak ada kamr lagi" gemas Dira menatap Alex jengah
"Di sini" ucap Alex menatap Alle
"Jangan bilang kakak ipar mau tidur di sini dengan ranjang itu" tebak Ara
"100 buat kamu" ucap Alex mengangguk menunjuk Ara
"Kamu beneran mau tidur di sini?" tanya Dira menatap Alex tak percaya
"Ya mau bagaimana lagi mau pesan hotel tapi hotel nya sudah penuh mau beli rumah kelar nya baru besok pagi" dalih Alex
Daddy dan mommy melihat wajah Alex hanya bisa menahan tawa nya ia paham betul apa yang di pikiran Alex
"Kan bisa pesan hotel lain" ucap Ara
"Gak nyaman jika bukan hotel itu" ucap Alex melihat kamar Alle yang masih tertutup
"Cih" decih Dira tak percaya ucapan Alex
LAlex mengendik kan bahu nya acuh , lalu menatap sang mertua
"Daddy tidur di sini kan?" ucap Alex
"Tidur di kamar Alle lah" ucap Alex penuh tujuan
"Oh benar mommy tidur dengan kakak betul bukan Daddy dengan kakak ipar tidur di sini" ucap Ara tersenyum lebar
Alex menghela nafas panjang, Daddy dan mommy semakin terkekeh di buat nya sedangkan Dira sudah tau akan tujuan Alex
"Kok Daddy sama mommy ketawa aku salah ya" ujar nya menatap kedua irang tua nya dengan bingung
"Tidak sayang nanti juga kau akan tau" ucap sang mommy menatap lalu melirik suami nya
"Maaf nyonya makanan nya sudah siap" ucap bibi Ida ketika Ara hendak kembali berbicara
"Oh iya bi, terimakasih ya" ucap nyonya Hutapea tersenyum mengangguk
"Kalau begitu saya permisi nyonya tuan" pamit bibi Ida lalu pergi meninggalkan keluarga itu
"Ayok kita makan" ajak sang mommy berdiri menatap mereka semua
"Aku panggil kakak dulu" ucap Ara langsung berlari memanggil Alle yang masih di dalam kamar
"Sudah, sabar aja" ucap Daddy terkekeh melihat mulut Alex yang menganga lebar menatap kepergian Ara dengan wajah cengo nya
__ADS_1
"Anak Daddy yang satu ini luar biasa" ucap Alex menggeleng kepala nya
Niat hati ingin memanggil alle dan berbicara melepas rindu sebentar malah adik nya merusak niat hati nya Yaang sudah tersusun rapi
"Hahah, Anak Daddy tentu saja tidak ada dua nya" ucap Daddy merangkul bahu Alex lalu menyusul para wanita yang sudah duluan ke sana
Sampai di sana mereka duduk Daddy sebagai kepala keluarga duduk sendiri
Mommy di samping kanan dan Dira di samping kanan sang Mommy, Alex di samping kiri Daddy
Tak lama dua wanita datang menyusul mereka
"Kakak duduk di sini saja" ucap Ara langsung mendudukkan Ara di samping Dira, dan ia duduk di samping nya
Alex yang melihat nya hanya menghela nafas berat, pandangan Alex tak luput dari penglihatan Daddy
"Sabar ya Alex, anak Daddy yang satu ini memang tidak Pekka" ucap Daddy menepuk pundak Alex
"Iya dad" ucap Alex hanya mengangguk pasrah melihat Ara antusias mengambil kan nasi di piring Alle
Sedangkan Alle hanya menggaruk kepala nya yang tiba-tiba gatal ia melirik Alex yang menatap nya dengan tatapan pasrah
Karena diri nya di kuasai oleh sang adik dan tak bisa melepas kan diri, sedang kan sang adik juga tidak peka sama sekali
Mereka mulai makan dengan hikmat menikmati makanan dengan tenang hanya ada suara sendok dan garpu yang menghiasi suasana di meja makan tersebut
Hingga makanan mereka mulai habis satu persatu
"Alle kebelakang dulu ya" ucap Alle
"Mau ngapain sayang?* tanya sang Mommy
"Pasti ada perlu dengan bi Ida" ucap dira
"Heheh" Alle hanya menyengir saja
"Ya udah sana kita tunggu di ruang tamu ya" ucap sang Mommy
"Iyaa mom" ucap Alle mengangguk lalu ke belakang mencari bi Ida
"Memang Alle ada perlu apa dengan Bi Ida?" tanya Mommy pada Dira
"Biasa lah Mom, Alle nanyain udah makan belum bi Ida, sama satpam di depan, biasa nya Alle nyuruh bi Ida menyisihkan makanan yang apapun itu entah makan malam, makan siang, sarapan cemilan" ucap dira
"Sebelum di sajikan di meja makan, karena Alle tak pernah membedakan makanan dengan bibi, apa pun yang di makan Alle pasti bibi Ida atau satpam pasti kebagian" imbuh nya
Mommy mengangguk paham ia sangat bangga melihat hati anak nya yang tak pernah memandang rendah orang lain
__ADS_1
Bahkan mementingkan orang lain lebih dulu sebelum diri nya