Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 79


__ADS_3

Keesokan pagi hati nya


"Engghh" lenguh Alle membuka mata nya ia mengendarkan pandangan nya ia menatap sekeliling


"Aku lupa kalau kemarin aku tidur di ruang tamu" ujar Alle mengingat kejadian semalam


"Ia menegakkan tubuh nya lalu mata nya menangkap sebuah nampan yang berisi makanan yang tersaji di atas meja


Nampan itu berisi segelas susu putih dan sepiring sandwich dan sebuah pucuk surat yang terselip di bawah gelas


'Dear Kakak tercinta terimakasih sudah sedia meminjamkan paha nya malam tadi, sebagai rasa terima kasih aku sudah membuat kan sandwich kesukaan Kaka, aku pergi dulu menemani kakak Dira bekerja see you'


Alle menggeleng kepala nya melihat surat dari Ara lalu ia membaca surat satu nya lagi karena memang surat nya ada dua lembar


'Hello besti jangan lupa minum susu hangat nya kalau gak hangat panasin lagi soal nya kamu bangun nya lama banget heheh, soal rumah tangga kamu sudah aku beresin kamu tinggal mandi terus lanjut tidur, dan juga aku culik adikmu dulu ya bye'


Alle terkekeh membaca surat dari Dira ia meletakkan surat itu ke samping nampan


Lalu tangan nya menggenggam susu yang ternyata sudah dingin


"pantas saja sudah dingin ternyata sudah siang" ujar Ara melihat jam dinding yang menunjukkan angka 11 siang


Ia lantas meminum susu putih nya dan memakan sandwich buatan mereka berdua


Selesai sarapan bukan lebih tepat nya makan siang ia mengembalikan nampan nya ke belakang lalu ia membersihkan diri nya


Di sisi lain seorang wanita dewasa cantik dan seksi duduk di sebuah cafe di tepi pantai kaca mata hitam nya bertengger di atas hidung mancung nya ia menatap ke arah laut sambil mengaduk ngaduk minuman nya sembari menunggu seseorang


Tak lama datang lah wanita lain menghampiri nya


"Maaf menunggu lama" ujar nya merapikan rambut nya yang terkena angin laut


"CK" decak nya tak suka ia menatap sinis wanita di depan nya


(Kalau bukan karena kerja sama di antara kita aku tak mau bekerja sama dengan mu) batin nya mengepalkan kedua tangan nya melihat tatapan sinis dari wanita di depan nya


"Tak usah basa-basi apa kau sudah melakukan nya sesuai rencana?" ucap nya to the point


"Kamu tenang saja, kamu tidak usah pikir kan itu karena mereka pasti melakukan yang terbaik, mereka tidak akan menyerah jika soal uang" ujar nya percaya diri


"Bagus jika mereka gagal lakukan cara selanjutnya jangan mereka hidup bahagia " ujar nya penuh dendam di kedua mata nya ia menatap lautan lepas di depan nya sesekali ia merapikan rambut nya yang berantakan karena angin laut yang kencang


"Kau tidak perlu khawatir aku juga tidak bisa membiarkan mereka hidup bahagia " ucap nya tersenyum licik

__ADS_1


Mereka lalu terdiam dengan pikiran masing-masing sambil sesekali mereka tersenyum penuh arti


Di lain tempat Ara sedang diam sambil mengerjakan tugas di laptop kesayangan nya


Walau libur panjang ia juga tugas yang panjang ia mengerjakan nya di tempat Dira bekerja


Ya cafe Dira masih bekerja di sana karena ia masih nyaman bekerja di sana padahal sang Daddy sudah menawarkan untuk membuka cafe tapi Dira menolak karena ia merasa tak enak hati


Dan sang Daddy hanya bisa menerima keputusan dira tapi tentang pendidikan Dira sang daddy tidak boleh di bantah Al hasil Dira akan meneruskan kuliah di salah satu universitas ternama di indo


Seperti sekarang ini Dira sedang bekerja di cafe dulu ia akan bekerja full hari tapi sekarang ia akan bekerja empat hari seminggu


"Ara kamu udah laper belum jangan belajar terus" ujar Dira menghampiri Ara yang masih fokus laptop nya


"Emm, iya kak sebentar lagi nanggung" ucap Ara mengangguk


"Jangan lama-lama" ucap dira perhatian ia sudah menganggap Ara sebagai adik nya sendiri karena memang dari dulu ia menginginkan seorang adik yang bisa di ajak jalan-jalan tapi harapan nya itu pupus kala orang tua nya meninggal dunia sebelum mengabulkan keinginan Dira dan keinginan kedua orang tua nya sendiri


"Iyaa kak cuma sebentar aja kok" ucap Ara


Dira hanya menghela nafas panjang lalu ia ke belakang mengambil sepiring spaghetti dan jus strawberry membaw nya keluar


"Makan dulu ara" ucap dira meletakkan makanan tersebut di depan Ara


"Makan lah" ucap dira menggeser piring itu ke hadapan Ara


"Terimakasih" ujar nya dengan senyum tulus nya


"Kakak tidak makan?" tanya Ara ketika Dira hanya membawa satu porsi makanan


"Kaka sudah makan, kamu makn aja duluan Kaka layanin pembeli dulu" ucap dira berdiri dari duduk nya


"Oke kak terimakasih" ucap Ara


Dira mengangguk sambil tersenyum lalu ia menghampiri pelanggan yang baru saja datang


"Ah beruntung nya aku punya kakak dua perhatian" ucap nya dengan bahagia mata nya berbinar menatap Dira yang melayani pelanggan


Segera ia menghabiskan makanan nya


Di rumah Alle ia selesai membersihkan diri dan sudah rapi dan wangi ia menatap diri nya di atas cermin memutar badan nya bak putri dongeng


"sudah lah ngaca terus gak ada habis nya" gumam nya

__ADS_1


Ia mengambil tas dan ponsel nya tak lupa ia mengecek ponselnya, yang ternyata ada pesan dari Alex


Ia hanya tersenyum ketika membaca nya dimana Alex tidak bisa menghubungi Alle lama-lama karena ia sibuk dengan urusan perpindahan pusat kantor


Setelah membaca pesan Alex yang penuh cinta dan kasih sayang Alle kembali membalas nya dengan hal sama


Setelah itu ia memasukkan ponsel nya ke dalam tas dan keluar kamar ia menghampiri pintu utama tak lupa ia mencabut kunci pintu setelah itu Alle keluar mengunci pintu


"Siang non" tiba-tiba seseorang satpam datang dari samping rumah membuat Alle terkejut


"Ya ampun bapak ngagetin saya" ucap Alle memegang dada nya


"Maaf nona" ujar nya merasa bersalah


"Maaf bapak siapa ya?" tanya Alle melihat satpam itu yang badan nya tidak besar juga tidak terlalu tua


"Saya satpam rumah nona alle saya di tugas kan tuan Deon untuk menjaga rumah non" ujar nya tersenyum lebar


"Siapa Deon?" tanya Alle mengerutkan kening nya


"Anu non, itu loh pengawal non yang tadi malam" ucap nya


"Ohh" Alle mengangguk lalu ia membuka pintu rumah nya tak jadi mengunci nya


"Rumah nya gak jadi saya kunci ya pak, bapak kalau mau ngopi bikin sendiri di dalam di sini tidak ada pembantu soal nya" ucap Alle


"Kunci aja non, pintu belakang tidak di kunci kok, nanti kalau mau ngopi lewat pintu belakang, kalau enggak non kunci takut nya ada yang bikin rusuh kalau saya lagi ke belakang" ucap nya


"Beneran nih?" ucap Alle memastikan


"Iya non" ucap satpam mengangguk mantap


"Ya udah kalau gitu kunci nya titip bapak aja ya, takut hilang" ucap Alle memberikan kunci nya


"Iya non,non mau pergi?" tanya nya


"Iya pak nyusul ara" ucap alle


"Hati-hati ya non kalau begitu " ucap satpam tadi


"Iya pak" Alle mengangguk lalu keluar menuju pagar, sambil keluar ia memikirkan kenapa ada satpam di rumah pasti ini ulah Daddy nya dan juga ia percaya dengan satpam itu


Kalau satpam itu penghianat maka siap-siap masuk penjara karena rumah Alle terpasang beberapa cctv

__ADS_1


Sampai di depan Alle di bukakan pintu pagar tapi sebelum Alle mengucapkan terima kasih sebuah suara menghentikan kan nya


__ADS_2