
"What?" pekik seseorang dari hadapan Alle ia terkejut sekali apa yang baru saja Alle ceritakan
"Sstt, pelan pelan" ucap Alle ia melirik sekitar karena banyak pasang mata yang memperhatikan mereka ketika orang di depan alle terkejut dengan suara agak keras
"Terus-terus gimana kamu gak papa kan" ucap orang di depan alle
"Ya aku gak papa" ucap Alle menyesap minuman nya
"Emang bener bener ya keluarga kamu, entah terbuat dari apa itu hati mereka" ucap Adira sarengga sahabat Alle
Sahabat Alle satu-satunya ia sekarang berada di sebuah cafe tempat Dira Bekerja
Dan mereka sekarang sedang duduk berhadapan Dira mendengar kan cerita alle beberapa hari yang lalu, tapi alle tak menceritakan tentang perjanjian nya dengan Alex
"Sudahlah itu sudah biasa" ucap Alle
"Ya udah iya, kalau mereka macam-macam dengan mu bilang sama aku ya kita kabur dari mereka" ucap dira
"Lah kenapa kabur" tanya alle mengerutkan keningnya
"Ale-ale emang kamu pikir aku gak takut sama orang tua kamu, ya takut lah" ucap dira pelan di akhir kalimat
"haha, aku kira kamu berani" ujar Alle terkekeh kecil
"Mukanya serem banget mana berani aku" ucap dira meneguk minuman Allle
Karena di atas meja itu hanya ada minuman alle, sedangkan Dira ia tak pesan minuman karena ia mengantar minuman untuk alle langsung duduk nongki
Untung ia sudah selesai bekerja waktu nya pulang kalau tidak bisa habis dia sama manager nya
"Kirain" ucap Alle tersenyum lebar
"Nanti malam temenin aku ya" ajak Dira
"Kenapa minta temenin biasa nya juga bisa sendirian" ucap alle
"Aku bosen gak ada temen ngoceh yuk lah temenin aku nginap di rumah aku beberapa hari aja" ucap dira memohon
Ia sengaja mengajak Alle tidur di rumah nya karena ia tahu saat ini alle tidak punya uang walau Alle tak mengatakan itu pada Dira
Jika Alle tidur di rumah nya ia bisa mengajak alle untuk pergi makan mengenyangkan perut mereka
Dira tahu juga jika alle sering tak makan karena tak punya uang, Dira juga sering menawarkan pinjaman uang pada alle tapi alle menolak karena alle tak mau merepotkan orang lain katanya
Dan hanya dengan mengajak Alle menginap di rumah nya ia bisa membantu Alle Walau tak banyak
"Em boleh lah tapi nanti aku pulang dulu ambil baju ganti ya" ucap Alle mengangguk
__ADS_1
"Oke deh terimakasih banyak" ucap dira tersenyum puas
Akhirnya mereka sepakat untuk menginap di rumah Dira
Dira sendiri tidur di rumah nya sendirian karena Dira sudah di tinggal oleh kedua orang tua nya ke alam lain
Dira tinggal di sebuah rumah yang cukup sederhana tak besar tak kecil tapi nyaman untuk nya tinggal, rumah itu adalah rumah peninggalan orang tua Dira
Dira dan alle sudah bersahabat sejak alle mulai masuk sekolah dasar, mereka selalu bersama sama, kemana mana bersama
Dimana ada Dira di situ ada alle, dan begitu sebaliknya dimana ada Alle di situ ada Dira
Beberapa hari kemudian
"Nona" sapa asisten Ben yang ternyata menunggu alle di depan perusahaan Andara group
"Ya Tuhan" kaget alle memegang dada nya karena ia keluar asyik sendiri membaca chat dari Dira dan tak memperhatikan sekitar
"Kau mengagetkan saja asisten Ben" ujar Alle menatap asisten Ben
"Maaf nona, tapi nona harus ikut saya sekarang" ucap asisten Ben
"Kemana" ucap Alle mengerutkan keningnya
"Nanti nona tahu, mari nona" ucap asisten Ben menggiring Alle ke dalam mobil Alex
Mobil itu lalu melaju memecahkan jalanan kota, hingga akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang begitu megah mewah dan luas
Alle terkagum-kagum ia melihat sekeliling nya rumah yang begitu luas ada sebuah air mancur di depan rumah itu
"Ini sih gak rumah lagi tapi kerajaan" gumam Alle menggeleng kepala nya
"Tapi ini rumah siapa?" ucap Alle penasaran tapi rasa penasaran itu tiba-tiba hilang saat melihat seseorang berdiri di depan pintu memasang wajah datar menatap lurus ke depan
"Ternyata" ujar Alle
Mobil pun berhenti di depan Alex asisten Ben Langsung turun membuka pintu untuk alle
"Silahkan nona" ucap asisten Ben membuka pintu
"Terimakasih" ucap Alle tersenyum
"Sayang akhirnya kau datang aku sudah lama menunggu mu" ucap Alex tiba-tiba memeluk Alle
Alle yang terkejut ingin melepaskan pelukan Alex lebih dulu berkata
"Jangan menolak ikut saja, jika kamu menolak perjanjian ini batal" bisik Alex
__ADS_1
"Tapi" ucap Alle ragu
"Balas pelukan ku" bisik Alex dengan nada dingin
Dengan ragu Alle membalas pelukan Alex, jujur ia tak nyaman saat ini ingin sekali ia mendorong Alex tapi ia juga tidak sanggup harus membayar ganti rugi itu
Plok plok
Suara tepuk tangan dari samping kiri Alle mereka yang berpelukan pun menoleh ke arah suara itu
Alex melepaskan pelukannya membuat Alle bernafas lega tapi tidak lama kemudian alle kembali menegang pasalnya kini Alex memeluk pinggang nya dan merapatkan tubuh mereka saling berdekatan tanpa jarak
"Sejak kapan paman ada di sini" ucap Alex berpura-pura, karena ia tau jika paman nya itu baru saja tiba dan Alex sengaja memeluk alle ketika matanya melihat mobil paman nya memasuki gerbang
Sedangkan Alle ia tau alasan Alex memeluk dirinya, karena paman nya datang menghampiri mereka
"Baru saja, ini siapa?* tanya paman Alex yang bernama Gilbert Kimbana
"Oh ini perkenalkan pacar Alex, Alle Kalila, sayang kenalkan ini paman aku paman Gilbert" ucap alex menatap Alle kemudian menatap paman nya
"Alle om" ucap Alle tersenyum kaku
"Paman nya Alex" ucap paman Gilbert ikut tersenyum menelisik Alle dari atas sampai bawah
"Lebih baik kita masuk tidak baik berbicara di luar" ujar Alex ketika paman nya hendak berbicara
"Ah ya baiklah" ucap paman Gilbert
Alex dan Alle masuk terlebih dulu mereka berjalan berdampingan saling memeluk satu sama lain
Sedangkan sang paman berjalan di belakang mereka memperhatikan tingkah mereka satu sama lain
(Cepat sekali Alex mendapatkan perempuan baru, pasti itu perempuan bayaran aku yakin sekali) batin paman Alex
"Cari identitas wanita itu" bisik paman Gilbert pada asisten nya yang berjalan di samping nya
"Baik tuan" ujar nya mengangguk
Alex dan Alle terus berjalan sesekali mereka memamerkan kemesraan mereka atau ketawa ketiwi di depan orang
"Teruslah berpura-pura seperti ini nanti aku kasih kamu kompensasi lebih" bisik Alex di telinga Alle
Alle mengangguk paham
Mereka akhir nya sampai di ruang keluarga, kini mereka duduk daling berhadapan Alex dan Alle duduk bersama yang dimana tangan Alex tak lepas dari pinggang Alle
Paman Gilbert duduk di hadapan Alex dan Alle dan asisten nya berdiri di samping nya
__ADS_1
Begitu juga dengan asisten Ben ia juga berdiri di belakang Alex dan Alle, suasana kini terasa sangat kaku, canggung dan penuh intimidasi