
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya Alle sampai di tanah kelahiran ia pun turun dari pesawat
Berjalan dengan wajah datar kacamata hitam bertengger di hidung nya ia berjalan menarik koper nya keluar dari bandara
Ia menyetop taksi yang sudah ia pesan beberapa menit lalu, ia masuk setelah koper nya dimasukkan di bagasi
Taksi itu pun melaju meninggalkan bandara Soekarno Hatta
"Kemana nona?" tanya supir taksi karena sedari tadi Alle diam saja
"Ke alamat ini pak" ucap Alle memberikan sebuah alamat
Yang pasti bukan alamat rumah nya karena ia tak punya rumah apalagi keluarga nya
Sementara waktu ia akan tidur di rumah sahabat nya Dira, ah ngomong ngomong soal dia ia jadi kangen dengan sahabat nya itu
Ia pun segera menghubungi sahabat nya
"Hallo" suara serak khas bangun tidur
"Wake up Dira sudah siang" ucap Alle terkekeh.
"Masih malam ini aku masih ngantuk" ucap dira masih enggan membuka matanya
"Dasar kebo" ucap Alle menggeleng kepala nya
"Hem" Dira hanya berdehem menyauti Alle
__ADS_1
"Ya udah tidur yang nyenyak sayang nantikan aku di mimpi mu" ucap Alle terkekeh geli mematikan sambungan telepon nya
Sedang Dira tak ambil pusing melanjutkan tidur nya, karena ia tak tau jika Alle menuju rumah nya
Beberapa menit kemudian Alle sudah sampai di depan rumah Dira tak besar tapi masih layak untuk di tempati
"Ini pak, maaf belum sempat tukar uang, tenang aja yang nya lebih dari ongkosnya" ujar Alle memberikan sebuah lembaran kertas yang bukan dari Indonesia
"Tapi non" ucap supir taksi itu ragu karena ia baru pertama kali melihat uang itu
"Terima aja pak, saya gak tipu kok kalau bapak enggan, bapak tunggu sebentar biar saya panggil kan temen saya, buat pinjam uang nya" ucap Alle tersenyum ramah
"Gak usah neng, bapak juga buru-buru ini, bapak ambil aja uang itu" ucap supir taksi karena memang ia buru-buru toh juga bapak nya tak melihat kebohongan di mata Alle
Allw pun mengangguk, supir taksi itu pun menerima nya lalu mengendarai mobil nya meninggalkan Alle
Sepeninggal nya taksi itu Alle berjalan menyeret koper nya berjalan hingga berhenti di depan pintu
Ia mengetuk pintu agar sang tuan rumah membuka kan pintu nya,
Satu dua menit alle menunggu tapi tak ada jawaban
"Orang ini tidur kayak orang mati" ucap Alle
Ia mengambil ponselnya lalu menghubungi Sahabat nya
"Hallo, tak bisakah jangan ganggu tidur orang" kesal dira karena tidurnya di ganggu
__ADS_1
Dan tanpa melihat siapa pemanggil nya Dira ngegas sampai poll
"Ck, bangun kebo" ucap Alle lalu mematikan telpon nya
Ia pun mengetuk pintu rumah Dira dengan sedikit keras
Dira yang ingin mengumpat sahabat nya pun ia urungkan ketika mendengar suara pintu di ketuk
"Siapa itu lagi berisik banget" ujar Dira bangkit dari ranjang lalu berjalan keluar sambil terus bibir nya bergerak menggerutu
"Ada apa?" ucap dira membuka pintu nya
Alle melipat tangan nya di dada, menatap Dira dari balik kacamata hitam nya
"Maaf cari siapa ya mbak?" ucap dira belum mengenali sosok di depan nya
"Mau cari adira ada gak ya mbak?" ucap Alle menahan tawanya
"Saya sendiri ada apa ya mbak, perasaan saya gak punya utang" ucap dira semakin ngelantur
"Maaf mbak saya bukan penagih hutang" ucap Alle tersenyum lebar
Dira terperangah melihat senyum itu seperti ia kenal senyum itu
"Tunggu tunggu, coba mbak bilang sesuatu" ucap dira memastikan pendengarannya
"Ada paket buat mbak Dira" ucap Alle membuka kacamata nya tersenyum lebar
__ADS_1
Dira memelototkan mata nya yang awal nya ngantuk kini terbuka lebar
"Aaaa, pujaan hati ku" teriak Dira memeluk erat Alle, tak hanya Dira Alle pun melakukan hal yang sama