Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 78


__ADS_3

"Kau mengusir kita" teriak nya tak terima


"Kami ini orang tua kamu, apa ini kelakuan kamu selama berada di negara asing" ucap tuan Yohanes menatap tajam Alle


"Beri kami uang atau kehidupan kamu tidak akan tenang" ucap nyonya Yohannes karena ia sudah tidak tahan lagi ia sudah di ambang kesabaran


Tuan Yohannes hanya menatap nya saja


"Sudah ku duga, dimana orang tua yang berperilaku seperti ini, datang tidak menanyakan kabar Anak nya malah datang meminta uang apa kalian orang tua yang baik?" ucap Alle terkekeh geli merasa lucu melihat tingkah orang tua angkat nya yang tidak masuk akal


" Kenapa juga tanya kabar bukankah kamu sudah bertemu dengan kedua orang kandung mu bukan kah itu kabar baik yang jelas orang sudah tahu kenapa di tanyakan segala" ucap nyonya Yohannes


"Kamu sebagai anak harus tau keadaan orang tua kamu, kamu tidak tahu kami sekarang ini hidup dengan sengsara bukan seperti kamu" ucap tuan Yohanes


"Kalian hidup sengsara itu karena kalian sendiri, lihat anak kandung kamu aja tidak memperdulikan kamu" ucap dira


"Diam kamu, kamu itu orang luar tidak berhak ikut campur" bentak nyonya Yohannes


"Seharusnya kalian yang diam, kalian itu orang luar" ucap Alle


"Kau bilang kami orang luar, begini kah cara mu balas Budi?" ucap tuan Yohanes tak terima


"Dasar anak tidak tahu di untung" teriak nyonya Yohannes


"Ada apa ini kak kenapa teriak-teriak" ujar Ara terbangun dari tidur nya karena suara teriakan


"Kenapa orang ini masih di sini?" tanya Ara melihat tuan dan nyonya Yohannes


"Apa yang mereka mau, bukankah mereka orang gila" ucap Ara dengan polosnya mengingat perkataan Dira yang mengatakan jika mereka berdua orang gila


"Apa kamu bilang" teriak nyonya Yohanes tak terima ia lantas menghampiri Ara dan menjambak rambut nya


"Aduh sakit kak" teriak Ara meminta pertolongan sang Kaka


Plak


Brug


"Jangan pernah menyentuh adikku dengan tangan kotor mu itu" dingin Alle menepis tangan nyonya Yohannes lalu mendorong nya hingga jatuh ke atas lantai


"Kurang ajar kamu" teriak tuan Yohanes hendak menampar Alle tapi tangan nya sudah di pelintir lebih dahulu ke belakang


"Aduh lepas" teriak nya bertambah emosi


"Jangan sakiti nona saya" dingin orang itu yang merupakan bawahan Alle yang tadi nya ia akan mencegah nyonya Yohannes menjambak rambut Ara tapi kecepatan nyonya Yohannes lebih cepat karena jarak nya yang dekat dengan Ara


Dan sekarang ia berhasil mencegah tuan Yohanes menampar Sang nona pertama karena jarak nya sudah dekat

__ADS_1


"Berani-beraninya kamu bawahan kurang ajar sama kita" teriak tuan Yohannes


"Lepas tangan suami aku" teriak nyonya Yohanes memukul tangan bawahan Alle tapi pria itu tak bergeming malah semakin mengeratkan kuncian nya


"Ahhhk" teriak tuan Yohannes kesakitan


"Lepas dia" ucap Alle akhir nya berbicara


Sang bawahan melepaskan dengan enggan ia masih menatap sepasang suami istri itu dengan tajam


"Sekarang kalian pergi sebelum bawahan saya menyeret kalian keluar" ucap Alle menunjuk pintu keluar


"CK"


"Ingat untuk memberikan kami uang kalau tidak saya jamin hidup kamu tidak tenang" ancam nyonya Yohannes menunjuk wajah alle


"Aku tidak peduli" ujar Alle "


"Lihat saja nanti" ucap nyonya Yohannes keluar rumah sambil di ikuti sang suami yang masih merasa kan sakit di tangan nya


"Sial tenaga nya kuat sekali tangan ku serasa di patah kan" ujar tuan Yohannes


"Itu kamu saja yang tidak pecus menangani satu pria saja" omel nyonya Yohannes


"Diam kamu, itu semua gara-gara kamu kalau saja kamu tidak langsung berbicara pasti kita sudah mendapatkan uang nya" ucap tuan Yohanes tak terima di Salah kan


Mereka lalu beradu mulut saling menyalah kan merasa diri nya paling benar masing-masing


Sedangkan di dalam rumah Alle kembali duduk di atas sofa dengan ara di samping nya sedangkan Dira mengambil kotak P3K


"Apa masih sakit" ucap Alle sangat khawatir


"Sakit sakit sedikit" ucap Ara mengelus kepala nya


"Di mana coba Kaka lihat, apa perlu kita kerumah sakit periksa kepala mu kakak khawatir jika ada luka dalam" ucap Alle dengan cemas ia meneliti kepala Ara yang menunduk


Melihat ada luka atau tidak, meneliti nya dengan teliti


"Aduh kak sakit pelan-pelan" ucap Ara meringis pelan tapi senyum di wajah nya terbit dengan lebar ia sangat bahagia melihat Kaka nya yang khawatir seperti ini


"Maaf maaf Kaka tidak sengaja seperti nya terluka" ucap Alle meniup kepala Ara agar mengurangi rasa sakit nya


"Nih obat nya" ujar Dira datang membawa kotak p3k


"Lama amat" ucap Alle


"Minum dulu haus" ucap dira menyengir

__ADS_1


"CK kalau kamu lama nanti kepala Ara sakit nya bertambah parah bagaimana" ujar nya tanpa Melihat Dira


"Iya iya Bu paham" ucap dira


"Tahan ya Kaka akan kasih obat merah" ucap Alle dengan lembut


Ara hanya mengangguk saja lalu merebahkan diri nya paha Alle sebagai bantalan nya


"Sssttt" Ringis Ara ketika Alle mengoleskan obat merah


"Sakit ya" ucap Alle , dan Ara hanya mengangguk saja


"Kaka tiupin biar tidak sakit" ucap Alle meniup luka Ara yang hanya luka kecil saja


Dira menggeleng melihat kekhawatiran Alle jelas ia terlihat di mata Alle


Beberapa menit kemudian terasa hening hanya terdengar deru nafas beraturan milik Ara


"Seperti nya dia tidur" ucap dira melihat Ara


"Iya biar kan saja mungkin ia lelah" ucap Alle mengangguk setuju


"Ohh" Dira mengangguk lalu bangkit berdiri masuk ke dalam kamar Ara dan Alle dan keluar membawa dua selimut


"Terima kasih" ujar Alle tersenyum melihat Dira menyelimuti tubuh Ara


"Tak perlu berterima kasih" ucap dira juga menyelimuti kaki Alle


"Aku tidur di dalam tidak apa-apa kan?" ucap dira


"Tidak apa-apa " ucap Alle menggeleng kepala nya


"Baiklah apa kau butuh sesuatu sebelum aku masuk ke dalam" ucap dira


"Em, tolong dekat kan tas ku dan ambilkan aku minum" ucap Alle tersenyum


"Baik tuan putri, ucap dira terkekeh ia mengambil tas Alle yang cukup jauh dari jangkauan nya lalu ia kebelakang mengambil minuman untuk Alle


"Terima kasih" ucap Alle tulus


"Ya sama-sama nona jangan lupa gaji saya naikkan ya" canda Dira


"Pasti bi, naik tiga kali lipat ya" ucap Alle tersenyum lebar


"Siap nona, kalau begitu saya permisi dulu" ucap dira


"Hahah" mereka terkekeh kecil takut membangun kan Ara

__ADS_1


Dira melangkah ke kamar nya lalu masuk ke dalam untuk tidur, sedangkan Alle menatap jam dinding ternyata sudah pagi ia hanya menghela nafas


Ia menatap Ara mengelus rambut nya dan tanpa sadar ia juga ikut tertidur dengan posisi duduk dan kepala Ara ada di atas pangkuan nya


__ADS_2