Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 84


__ADS_3

"Bangun bangun" ucap Alle masuk ke kamar Ara melihat mereka yang masih terlelap di bawah selimut Alle menggeleng kepala nya


Biasa nya Ara yang paling cepat bangun di Antara mereka tapi kini malah patungan bangun siang


"Dua putri tidur ini sudah siang" ucap Alle membuka gorden sehingga cahaya matahari masuk menyilaukan pandangan mereka


"Engghh"


"Silau kakak" ucap Ara membalikkan badan nya sehingga bukan wajah depan nya yang kena cahaya matahari tapi rambut nya


Sedang kan Dira masih anteng tak terganggu sama sekali


"Bangun, ayo kita sarapan bareng" ajak alle menepuk lengan mereka berdua


"Aku masih ngantuk ka" ucap Ara


"Kakak sarapan aja oppa ku masih menunggu" ucap Ara tanpa membuka mata nya


"Heh" Alle menghela nafas panjang


(Pasti mereka begadang nonton Drakor) batin Alle menggeleng kepala nya


Ia lantas keluar membiarkan mereka tidur, ia berjalan ke meja makan pagi ini ia sarapan sendirian


Selesai makan Alle mencari bibi karena sedari tadi tidak ada nongol, hingga akhirnya Alle menemukan bibi sedang menggosok pakaian di belakang


"Eh bi ternyata di sini" ucap Alle


"Eh non, ada apa non, non butuh sesuatu?" tanya bibi menatap Alle dan memberhentikan sejenak kegiatan nya


"Enggak bi cuma mau bilang Alle mau berangkat itu makanan nya simpen aja, kalau mereka berdua mau makan bibi angetin aja" ujar Alle


"Mereka belum bangun non?" ucap bibi


"Belum bi kayak nya mereka begadang nonton Drakor" ucap Alle terkekeh kecil


"Yah nama nya anak muda non" ucap bibi Ida tersenyum


"Iya bi, Alle pamit kerja dulu ya, titip rumah" ucap Alle tersenyum lebar


"Iya non hati-hati " ucap bibi di angguki Alle


Alle keluar bibi melanjutkan gosok baju, hingga Alle sampai di depan pagar bertemu pak to


"Pagi non" ucap pak to


"Pagi pak, udah sarapan?" ucap Alle tersenyum


"Sebentar lagi non" ucap pak to mengangguk


"Makan lah pak jangan tunda-tunda nanti sakit" ucap Alle


"Iya non sebentar lagi" ucap pak to


"Ya udah Alle pergi dulu pak, jangan lupa sarapan " ucap Alle melihat jam tangan nya


"Ya non hati-hati " ucap pak to


Alle keluar rumah di bukakan pintu pagar oleh pak to ia ke kantor naik taksi atau ojek online

__ADS_1


Sore hari Alle sudah sampai di depan rumah pak to yang melihat kedatangan Alle dengan sigap membuka pintu pagar


"Sore non" sapa pak to


"Sore pak, terimakasih" ucap Alle masuk ke dalam


"Iya non sama-sama" ucap pak to


"Alle masuk ke dalam dulu ya pak" pamit Alle


"Iya non mangga" ucap pak to mengangguk


Lantas Alle masuk ke dalam sampai di dalam Alle mengerutkan kening nya ketika melihat rumah yang kosong melompong biasa nya ada Ara yang duduk di sofa ruang tamu tapi ini tidak ada orang


"Kemana kok sepi banget" ujar nya ia meletakkan tas nya di atas sofa lalu ia berjalan ke belakang barang kali Ara ada di sana


"Kagak ada, bibi Ida juga gak ada kemana semua orang" ucap nya bingung hingga suara tawa dari arah belakang terdengar ke telinga Alle


"Siapa itu" gumam nya


Karena penasaran Alle pun mendekati nya dan membuka lebar pintu yang tidak tertutup rapat


Ia melihat beberapa orang yang berkumpul duduk bercanda tawa di atas gazebo belakang


Seorang sepasang suami-istri paruh baya dan dua wanita dewasa, Alle yang melihat nya terasa hangat menjalar ke hati nya


Tanpa sadar ia tersenyum lebar melihat nya apalagi melihat sosok Dira yang seperti nya sangat menyukai kedua krang tua nya


Apalagi perhatian kedua orang tua Alle yang di berikan pada Dira tak membedakan nya dengan Anak kandung


Maka nya Dira nyaman dengan perhatian semua itu


Alle yang asyik menatap mereka tersadar ia menatap bibi yang ternyata duduk di dekat pintu


"Bibi kenapa duduk di sana, kenapa gak gabung dengan mereka" ujar Alle


"Enggak non, bibi gak enak kalian majikan bibi, dan bibi adalah pembantu gak pantes duduk dengan kalian" ujar bibi menggeleng kepala nya


"Aduh bi, gak pantas apa orang kita sama-sama makan nasi juga" ucap Alle terkekeh


"Enggak non, bibi di sini aja mau chattan sama cucu bibi" ucap bibi Ida yang gaul


"Ya udah bi kalau gak mau, salam buat cucu nya" ucap Alle tersenyum lebar


"Iya non, non mau di buatin minum" tawar bibi


"Em boleh bi, jus mangga aja" ucap Alle mengangguk


"Oke deh non, non ke sana saja nanti bibi anter" ucap bibi Ida


"Iya bi terimakasih ya" ucap Alle


Bibi hanya mengangkat jempol nya lalu masuk ke dalam


Alle menghampiri keluarga itu yang belum mengetahui kedatangan nya


"Seru amat" ucap Alle tersenyum menatap mereka bergantian


"Ahhh kakak datang" ucap Ara merentangkan kedua tangannya lalu memeluk Alle

__ADS_1


"Kapan kau pulang nak?" tanya sang Mommy menatap lembut Alle


"Dari tadi mom" ujar Alle tersenyum melepaskan pelukan nya


"Kok kita gak dengar ya" ucap dira


"Orang kalian asyik sendiri" ucap Alle


"Kamu udah makan?* tanya mommy


"Belum mom, nanti sekalian makan malam" ujar Alle mendudukkan dirinya di samping Ara


"Bagaimana pekerjaan mu sayang apa lancar" ucap Daddy yang sedari diam menatap mereka dengan bahagia


"Iya dad" ucap Alle mengangguk


"Kakak bau sana jangan dekat-dekat Ara " ucap Ara menutup hidung nya mengusir Alle


"Bau mana ada, kakak wangi kok" ucap Alle mengerutkan keningnya mencium kedua ketiak nya


"Gak mau kakak bau, sana ih* ucap Ara terus menutup hidung nya mendorong pelan Alle


"Mana ada bau coba dir cium ketek aku bau gak" ucap Alle menatap Dira


"Ehm, bau" ucap dira mengibas kan hidung nya


"Tuh kan kakak Dira aja bilang bau" ucap Ara


"Enggak bau ya" ucap Alle tak terima


"pokoknya kakak bau" ucap Ara


"Sudah sudah sini Alle duduk dekat mommy saja" ucap Mommy memanggil Alle agar mendekat


"Sana ah" ucap Ara


Mau tak mau Alle berpindah tempat duduk di samping mommy dan Daddy nya


"Nah gini kan gak bau" ujar Ara


"Betul" ucap dira mengangguk setuju


"Dasar kalian, orang aku gak bau iya kan mommy" ucap Alle


"Iya gak bau tapi asem" ucap mommy terkekeh


"Ih mommy" ucap Alle merajuk menekuk wajah nya membuat mereka terkekeh melihat nya


"Mommy sayang kalian semua" ucap sang mommy memeluk Mereka


"Daddy juga sayang kalian" ucap Daddy juga ikut memeluk mereka


"Kita juga sayang kalian" ucap tiga wanita dewasa itu hingga tercipta lah momen meluk memeluk di atas gazebo berbentuk lingkaran


Hingga beberapa saat sebuah suara memecah keheningan


"Ehm" dehem seseorang


Lantas mereka yang terbawa suasana langsung menoleh ke sumber suara

__ADS_1


__ADS_2