Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 64


__ADS_3

Mereka masuk ke dalam Alle menatap nya dengan takjub ruangan yang di dekor dengan nuansa romantis, lilin-lilin yang menerangi ruangan kelopak mawar bertebaran di sekitar meja makan


Dan juga view pemandangan dari samping meja makan bisa melihat ke luar dari jendela kaca yang besar cahaya bulan pun bisa masuk ke dalam melewati jendela kaca


"Cantik sekali" ucap Alle tersenyum lebar


"Kau suka?" tanya Alex menatap wajah bahagia Alle


"Sangat, sangat suka" ucap Alle mengangguk antusias


"Syukurlah"


"Mari nona" imbuh Alex mengulurkan tangan nya


Alle menerima nya dengan senang hati mereka lalu berjalan menghampiri meja makan


Alex menggeret kursi untuk Alle, setelah Alle duduk ia pun duduk di depan Alle


Mereka lalu menikmati makan malam setelah pelayan menghidangkan makanan pembuka, utama, dan juga makanan pencuci mulut


Selesai makan mereka menikmati suasana romantis dengan berdansa di iringi alat musik biola yang berjudul my love- Westlife


"Aku tidak bisa berdansa" ucap Alle menggeleng melihat uluran tangan Alex mengajak nya berdansa


"Ayolah, aku juga tidak berdansa" ucap Alex tersenyum


Alle menatap Alex lalu menerima uluran tangan Alex


Mereka berjalan menjauhi meja makan lalu mulai berdansa ala kadar nya


Dengan kedua tangan Alex memeluk pinggang Alle, kedua tangan Alle di kalung kan di leher Alex dahi mereka saling menempel hingga beberapa waktu mereka menikmati alunan musik


Saling melepas rindu, melepas kangen, tak ada yang mengusik suasana romantis mereka


Selesai berdansa mereka mengobrol ringan melepas kerinduan yang terpendam


"Kenapa kita ke sini?" tanya Alle


Yang saat ini mereka sudah berada di basement apartemen Alex


"Kau tinggal di sini saja, tidak kembali ke hotel" ucap Alex


"Tapi barang-barang ku" ucap Alle keluar dari mobil yang sudah di bukakan pintu mobil oleh Alex


"Sudah di kamar ku semua nya" ucap Alex menutup mobil nya


"Benarkah?" ucap Alle menatap Alex

__ADS_1


"Tentu saja" ucap Alex mengangguk


Mereka berdua lalu naik ke atas ke apartemen Alex masuk ke dalam membersihkan diri setelah itu mereka berkumpul di balkon apartemen Alex menikmati suasana kota Belanda


Mereka saling diam, saling memeluk hingga terdengar suara nafas Alle yang teratur


Alex tersenyum melihat nya ia pun menggendong Alle ala bridal style ke dalam kamar nya menyelimuti nya tak lupa ia masuk ke dalam selimut


Mengecup kening nya lalu ikut tidur memeluk Alle dengan erat seolah Alle akan hilang dari pandangan nya


Beberapa waktu kemudian Alex dan Alle melewati hubungan jarak jauh Alex berada di Belanda sedang kan Alle berada di Indonesia


Mereka lalui hari-hari berat dengan bertukar pesan terkadang juga dengan video call


Alex masih memperkuat perusahaan nya, sedangkan Alle ia juga bekerja di salah satu perusahaan cukup terkenal


Ia di pecat dari perusahaan yang sebelum nya. karena, perusahaan itu menjalin hubungan baik dengan paman Gilbert sehingga ia memecat Alle agar tidak berurusan dengan Alex keponakan paman Gilbert


Mereka melalui hari dengan baik hingga melupakan satu masalah yang belum selesai


Ya, Nathalia Alex belum juga memutuskan hubungan dengan Nathalia tapi Alex sudah memutuskan kontak dengan Nathalia sejak ia mengejar Alle


Dan itu terjadi saat ini, pukul dini hari waktu Belanda sebuah media di gempar kan adanya berita


'Seorang Model papan atas Nathalia meglav di selingkuhi oleh sang kekasih'


'Hubungan Asmara Alex dan Nathalia retak karena ada orang ketiga'


Dan Masih banyak yang lain, berita itu gempar dalam sekejap, tidak ada yang menyadari hanya orang dunia Maya yang mengetahui nya


Sedangkan Alex maupun Asisten Ben sedang tidur pulas di ranjang empuk nya


Keesokan hari lobby apartemen Alex sudah di penuhi oleh awak media, mereka menunggu sang tokoh utama


Mereka hanya duduk diam tanpa bisa masuk ke dalam karena pengamanan di sana sangat ketat sekali sehingga tidak ada yang bisa menerobos


"Mana ni tidak keluar keluar"


"Apa benar ini tempat tinggal nya"


Mereka mulai bertanya-tanya keberadaan Alex padahal mereka baru saja tiba di lokasi Alex tapi sudah mengeluh karena Alex tak kunjung keluar


Sedang kan di dalam gedung sana Alex tidak tau apa-apa ia bangun beraktivitas seperti biasa nya


Ia juga tak mengecek ponselnya ia mandi memguat sarapan hingga ia akan berangkat ke kantor ia baru menyadari nya jika ponsel nya kehabisan baterai


"CK, kenapa lupa ngecas handphone" gerutu nya menatap ponsel di tangan nya

__ADS_1


Asyik mendumel ia di kejutkan dengan suara bell yang tak kunjung berhenti


"Siapa orang itu pagi-pagi bikin emosi aja " ujar Alex


"Kalau aku ketemu orang nya akan ku patah kan leher nya" ucap nya menghampiri pintu utama


Ia mengintip di lubang pintu, terlihat seseorang yang di yakini laki-laki memakai masker, topi, kacamata hitam membawa koper tak lupa gerak nya yang mencurigakan


Menoleh kekanan ke kiri kebelakang, apalagi badan nya yang terlihat gusar


"Siapa itu" gumam Alex mengerutkan kening nya


Ting tong ting tong


Bell di pencet lagi dengan tak sabar


Karena kesal sekaligus penasaran Alex membuka pintu ia langsung menatap tajam orang di depan nya


Ia hendak memprotes tapi keburu orang itu mendorong Alex masuk ke dalam lalu menutup pintu secepat kilat


"Ap- asisten Ben?" kejut Alex ia menatap orang itu yang melepaskan masker dan kacamata nya


"Maaf tuan- " ucap asisten Ben


"Kau?, kenapa kau berpakaian seperti ini?" ucap Alex memotong perkataan asisten Ben


"Tuan tidak tau berita?" ucap asisten ben menatap atasan nya


"Berita apa?" tanya Alex mengerut kan kening nya ia semakin bingung


Asisten Ben diam ia berjalan ke arah ruang tamu, lalu menekan remot tv kemudian muncul lah berita yang sedang trending saat ini


"Apa apaan ini" teriak Alex tak terima


"Kenapa kau tak bilang pada ku" sarkas Alex menatap tajam asisten Ben


"Maaf tuan tapi saya sudah menghubungi tuan tapi ponsel tuan tidak dapat di hubungi" jawab asisten Ben


Alex lalu mengingat ponsel nya yang sedang mati tadi ia pun mengacak rambut nya yang sudah tertata apik


"Bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya Alex


"Para awak media sudah menunggu anda di bawah tuan, tentang perusahaan saham kita menurun tuan dan nona Nathalia menghubungi saya sejak pagi tadi, dan" ucap asisten Ben enggan melanjutkan perkataan nya


"Dan apa?" ucap Alex menatap tajam asisten Ben


"Dan juga saya khawatir jika media ini sampai ke Indonesia, itu akan berakibat pada nona Alle tuan" cicit nya pelan

__ADS_1


Alex terdiam, memikirkan kata asisten Ben Ben benar juga jika media ini sampai di Indonesia pasti akan berimbas pada kehidupan alle


__ADS_2