Suami, One Day

Suami, One Day
Chapter 9


__ADS_3

Pagi hari di sebuah hotel milik Alex sedang kedatangan lumayan banyak tamu, hari ini adalah hari pernikahan Alex dan Alle, lebih tepatnya pernikahan kontrak buat mereka


Hari ini yang hadir hanya beberapa kerabat Alex, terutama sang paman Gilbert dan anak nya bernama Arsenio Kimbana, orang tua Alex sendiri sudah meninggal dalam kecelakaan mobil


Alex melakukan itu karena ia tak mau dunia luar mengetahui pernikahan nya, karena membuat ia repot jika suatu saat terjadi dengan alle karena ada sangkut pautnya dengan Alex, toh mereka tak akan ada hubungannya lagi pikir nya


Prosesi upacara pernikahan sebentar lagi akan di mulai, kini Alle sedang menunggu di panggil ia berdiam diri di dalam kamar sendiri an, soal keluarganya Alex memang tak mengundang nya karena malas jika keluarga Alle menyombong kan diri, atau bisa saja jika keluarga Alle bisa jadi bom sewaktu-waktu jika menghadiri pernikahan ini


Sedangkan sahabat Alle ia tak memberi tahu tentang pernikahan ini, ia tak mau jika sahabat nya tau jika ini hanya pernikahan kontrak


Beberapa saat kemudian acara pernikahan di mulia Alle di panggil untuk di pelaminan dengan hati dag dig serr ia melangkah maju mengikuti orang yang menggandeng nya


Hingga ia sampai di tempat acara sangat sederhana tak begitu mewah tapi masih terlihat elegan


Alle terus maju hingga kini ia sudah bersama dengan Alex, rangkaian demi rangkaian acara pernikahan terselesaikan


Dan kedua pengantin sudah sah menjadi suami istri


"Selamat tuan"


"Selamat"


"Selamat menempuh hidup baru"


Mereka mengucapkan selamat pada pengantin, sang pengantin hanya mengangguk tersenyum menanggapi mereka


"Pah kok dia bisa dapat wanita secepat itu apa dia membayar seorang wanita untuk pura-pura menikah dengan nya" ucap arsen anak paman Gilbert menatap kedua pengantin


"Papah juga tidak tau, papah sempat menyelidiki informasi tentang wanita itu tapi hasil nya nihil, tak ada informasi apapun kecuali wanita itu telah yatim-piatu" ucap paman Gilbert


Tentu saja ia tak menemukan apapun karena Alex sudah menutup informasi tentang Alle karena ia tau jika sang paman akan menyelidiki tentang Alle dengan orang suruhan nya


"Aneh" ujar arsen ia menegak wine yang sedari ia pegang


"Sudahlah, walau dia sudah dapat warisan dari orang tuan nya tapi dia tak bisa mencegah takdir" ujar sang paman tersenyum misterius


"Hem" arsen hanya berdehem sambil melihat ke arah pasangan pengantin yang sedari tadi tak berhenti tersenyum


Siang hari acara pernikahan nya sudah selesai, semua orang sudah kembali kediaman nya masing-masing, hingga kini tinggal dua pengantin, asisten Ben dan paman Gilbert


"Pesawat nya sudah siap tuan" ujar asisten Ben


"Kita berangkat sekarang" ucap Alex

__ADS_1


"Kita mau kemana?" tanya Alle mengerutkan keningnya


"Kita pergi dari negara ini" jawab Alex


"Tunggu, tapi kau tidak bilang perihal ini" ucap Alle yang memang tidak tau tentang hal ini


"Kau sudah menandatangani kontrak ingat" ucap Alex menatap tajam Alle


"Tapi" ragu Alle wajahnya mendadak berubah sendu


"Ayo" ajak Alex


Hah


Mau tak mau Alle mengikuti langkah Alex ia benar-benar tak habis pikir dengan orang ini


"Kalian mau kemana buru-buru sekali" ujar paman Gilbert yang sedari tadi melihat interaksi mereka bertiga


"Ah paman kita mau pamit, karena saya sudah tidak sabar untuk bulan madu" ucap Alex merangkul pinggang Alle dan tersenyum menatap alle


"Apaan sih malu tau di dengar paman" ucap Alle pura-pura malu


"Tidak papa, paman juga pernah muda benarkan paman" ucap Alex mengelus kepala Alle menatap sang paman


"Tentu saja, Kapan kau akan kembali kesini" ucap paman Gilbert


"Jangan lama-lama perusahaan membutuhkan mu" ucap sang paman tersenyum lebar


Dalam hati ia berharap Alex lebih lama untuk berbulan madu jika seperti itu ia lebih gampang mengontrol perusahaan Alex hingga bisa berpindah tangan ke tangan nya


"Tentu saja paman, kita pergi dulu karena sudah waktunya kita berangkat" ucap Alex melihat jam tangannya


"Ah iya hati-hati di jalan" ucap sang paman mengangguk


Alex dan Alle pergi meninggalkan hotel itu mereka pergi menuju bandara Soekarno-Hatta


Kali ini Alex akan mengajak Alle ke negara Amerika, mereka berangkat dengan menggunakan pesawat pribadi milik Alex


Dalam perjalanan menuju bandara tak ada yang berkata mereka hanya terdiam dalam mobil yang berjumlah empat orang tersebut


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di depan bandara mereka langsung masuk ke dalam bandara


Alex juga masih terus merangkul pinggang Alle karena ia tau ada orang suruhan paman nya yang membututi mereka

__ADS_1


(Gila gede banget, ini pesawat pribadi?) batin Alle menatap kagum pesawat di depan nya


Mereka langsung naik ke dalam, wah keren ini pesawat, mewah dan elegan batin Alle


Tanpa di suruh pramugari mereka langsung duduk di kursi penumpang dan pesawat siap lepas landas


Di dalam pesawat Alle terus menatap ke luar jendela ia menyangka harus meninggalkan negara kelahirannya


Bahkan untuk berpamitan dengan Sahabat nya pun ia belum sempat, mau menghubungi juga tidak sempat tunggu di mana ponsel ku


Alle mulai gelisah ia lupa membawa ponsel nya, masak ia harus tinggal di negara orang tanpa alat komunikasi bahkan pakaian pun hanya satu itupun yang melekat ke tubuh nya


Ia menghela nafas panjang


Tak lama asisten Ben menghampiri Alle


"Nona" panggil asisten Ben Alle pun menoleh menatap asisten Ben


"Anda di tunggu tuan di ruang pribadi" ucap asisten Ben


"Ruang pribadi, dimana?" tanya Alle


"Mari ikut saya" ucap asisten Ben


Alle hanya pasrah mengikuti asisten Ben berjalan ke arah belakang lalu sampai di depan pintu berwarna putih asisten Ben pun membukanya


"Silahkan nona" ucap asisten Ben


Alle masuk ternyata di sana ada sebuah ranjang, sofa meja tv, sudah seperti rumah saja batin alle


Ia berjalan menghampiri Alex yang duduk di atas sofa bahkan laki-laki itu sudah berganti baju yang tadi menggunakan pakaian formal sekarang hanya menggunakan pakaian casual


"Ganti baju mu" ujar Alex menyodorkan sebuah paper bag sebelum Alle mendudukkan dirinya


Alle menerima nya


"Dimana kamar mandi nya?" tanya alle


"Di sana nona" ucap asisten Ben menunjuk pintu yang tak jauh dari ranjang


"Terimakasih" ujar Alle ia lalu menuju ke kamar mandi mengganti pakaian nya


Huh untung laki-laki itu peka membawakan baju ganti untuk nya kalau tidak entah serasa apa memakai gaun pengantin seperti itu seharian batin Alle

__ADS_1


Setelah berganti pakain Alle kembali menghampiri Alex yang kini sedang berbicara dengan asisten Ben


Mereka lalu menghentikan pembicaraan kala Alle menghampiri mereka, Alex pun menyuruh alle duduk di depan nya karena Alex ingin menyampaikan sesuatu tentang pernikahan kontrak mereka


__ADS_2