
Tiga bulan kemudian
"Alle nanti kamu berikan ini ke sekertaris CEO ya" ucap seorang wanita cantik bertubuh tinggi
"Ya nanti aku berikan pada nya" ucap Alle mengangguk
"Terimakasih ya" ucap nya lalu pergi kembali melanjutkan pekerjaannya
Alle mengambil dokumen itu lalu membawa nya ke lift naik ke atas ke ruangan sekertaris CEO
Ting
Pintu lift terbuka ia lalu keluar dari lift alle melihat sekeliling nya kosong tak ada orang di sekitar sana
"Kemana orang orang sepi banget" gumam nya alle terus melangkah hingga akhirnya ia sampai di depan sebuah pintu bertuliskan CEO
"Kemana sih orang orang ini" ucap Alle menggerutu
"CK, kalau aku letakkan saja dokumen ini takut nanti hilang aku pula yang di salahin" gerutu Alle
Ia berjalan ke arah meja sekertaris CEO ia berdiri sedekap dada di depan meja
Beberapa saat kemudian Alle bosan menunggu sekertaris CEO yang tak muncul-muncul
Ia berbalik sambil menggerutu dan
"Ya Tuhan" kejut Alle ia memegang dadanya ia hampir terjatuh kaget, karena melihat seorang wanita cantik berdiri di belakang nya dengan senyum manis nya tanpa mengatakan sepatah kata pun
"Hehehe, baru aja aku mau bersuara kamu udah balik badan duluan, maaf ya" ujar nya merasa bersalah melihat wajah Alle yang shock
"Sejak kapan kamu berdiri di sini" tanya Alle
"Baru saja, oh iya kamu kesini mau ngapain" tanya nya
Mereka berbicara seperti biasa tak ada formal karena wanita itu yang menginginkan nya agar mereka lebih akrab
"Ah ya ini, dokumen katanya untuk CEO" ucap Alle menyerahkan dokumen di pegang nya
"Oh, terimakasih ya, maaf sekali lagi" ucap sekertaris CEO
"Ya gak papa, lain kali kalau mau ke toilet beri tulisan biar yang nunggu kamu tau" saran Alle menatap wanita di depan nya
"Hehe" cengir wanita itu menampilkan gigi putih nya
"Aku pergi dulu" ucap Alle tersenyum
"Ya, terimakasih dan maaf" ucap wanita itu menatap Alle yang berjalan ke arah lift
Alle tak menjawab ia hanya diam saja sambil menekan tombol lift
Ting
Pintu lift terbuka alle lalu keluar dari lift, entah kenapa ia kebelet ingin ke toilet sebelum kembali ke meja nya
"Kok aku kebelet ya" ucap Alle memegang perutnya
"Ke toilet dulu lah" ucap Alle ia berjalan ke arah toilet
Tak lama Alle selesai dengan keperluan nya di dalam toilet ia keluar sambil menunduk merapikan pakaian, tanpa melihat di depan nya
__ADS_1
Bruukk
"Aduh" ringis Alle memegangi kepala nya yang terhantam benda kerah di depan nya
"Siapa sih yang narok tembok di sini" gerutu nya sambil mengusap kepala nya tanpa melihat di depan nya
"Sakit banget" ucap alle
"Ekhem" deheman seseorang mengehentikan aktivitas Alle yang mengelus kepala nya
Mata yang tadi terpejam kini terbuka lebar menatap orang yang bersuara tadi
Tapi mata itu semakin membulat sempurna kala melihat orang yang berdiri di depan nya
Sontak Alle menurun kan tangan nya lalu menundukkan kepalanya, ia lalu berjalan meninggalkan orang itu sambil menunduk
"Bodoh,bodoh, bodoh" umpat nya sambil memukul-mukul pelan kepala nya
"Kenapa kau ceroboh sekali Alle" gumam Alle ia terus berjalan ke arah meja nya
Hingga sampai tujuan Alle langsung duduk di kursinya
"Bisa bisanya kamu nabrak orang"
"Makanya jangan teledor jadi orang alle" ucap nya terus merutuki kebodohan nya
Alle menatap layar monitor yang menyala di depan nya lalu ia teringat sesuatu
"Tunggu dulu kenapa dia ada di sini?" gumam Alle bertanya tanya
"Bukan kah seharusnya dia tidak ada di sini" ucap nya kembali
"Gak mungkin dia lagi rapat dengan CEO di sini" ucap Alle berfikir positif
"Tapi apa kau tau pemilik perusahaan ini" tanya Alle pada diri sendiri
Puk
"Aku kan belum tau pemilik perusahaan ini" ucap Alle menepuk jidatnya
Sudah bekerja berbulan bulan masih belum tau perusahaan ini milik siapa, sungguh bodoh kau Alle batin nya
"Hey" panggil seseorang dari belakang Alle sambil menepuk pundak alle
"Maaf tuan" respon Alle berdiri menunduk kan kepala membelakangi orang itu
Alle fikir orang itu adalah orang yang ia tabrak tadi
"Alle kau kenapa?" tanya orang itu mengerutkan keningnya melihat respon Alle
"Tunggu kenapa suaranya berbeda ya" gumam Alle
"Suara ku memang begini Alle" ucap orang itu semakin bingung
Dengan perlahan Alle membalikkan badannya lalu kepala nya mengangkat perlahan melihat orang di depannya
"Ardan ku kira" lega Alle yang ternyata adalah tempat kerja nya
"Kau kira siapa" tanya Ardan mengangkat sebelah alisnya
__ADS_1
"Gak, gak siapa siapa, kamu ada apa manggil aku?" tanya Alle mengalihkan perhatian
"Oh enggak tadi aku lihat kamu ngomong sendiri, aku khawatir kamu kenapa kenapa makanya aku manggil kamu" jujur Ardan karena sedari tadi ia melihat Alle yang berbicara sendiri
"Hehe, kamu lihat nya" ucap Alle tersenyum malu ia menggaruk kepalanya yang tak gatal
Ardan mengangguk
"Aku gak Kenapa kenapa kok, cuma lagi mikir mau makan apa nanti" ujar Alle tersenyum lebar
"Oh kirain" ucap Ardan mengangguk
Ia lalu berbalik hendak meninggalkan Alle tapi Alle memegang tangan nya
"Ardan tunggu" cegah Alle memegang tangan Ardan
Ardan tidak bersuara ia hanya menatap tangan nya yang di pegang Alle
"Ah, maaf" sungkan Alle melepaskan tangan Ardan
"Kau mau tanya sesuatu?" tanya Ardan
"Ah iya, kamu tau gak CEO di sini siapa?" tanya Alle memelankan kata nya
"CEO?, jangan bilang kamu belum tau CEO di sini?" tebak Ardan
"Hehe" cengir Alle menggaruk kepalanya
"Udah bekerja di sini beberapa belum tau pemilik perusahaan ini alle, Alle" ucap Ardan menggeleng tak percaya
"Ya aku kan gak kepo seperti orang-orang" ucap Alle
"Udah beri tahu siapa pemilik perusahaan ini" tanya Alle penasaran
"Ingat baik-baik, nama nya Alex Kimbana Pereira" ucap Ardan menekan kan nama CEO tersebut
"What" pekik Alle matanya melotot sempurna
Ia sangat terkejut mendengar ucapan Ardan apa ia tak salah mendengar bukan
"Coba kau ulangi lagi" ucap Alle
"Namanya Alex Kimbana Pereira" ucap Ardan menatap Alle bingung
"Mati aku" ucap Alle shock ia mendudukkan dirinya
"Kau kenapa Alle, apa kau mengenal nya?" tanya Ardan
Sontak Alle langsung menggelang cepat
"Tidak, tidak aku tidak mengenal nya, aku lanjutkan pekerjaan ku dulu" ucap Alle menbuaka sembarang dokumen di depan nya
Tapi pikiran nya kini fokus pada kejadian tadi di depan toilet
(Bisa bisanya aku ketemu dia, nabrak pula tu) batin Alle
Ya orang yang Alle tabrak tadi adalah Alex, pria yang mengajaknya menikah dalam waktu singkat itu
Sudah lama mereka tak bertemu, tapi kini mereka bertemu kembali setelah beberapa tahun tak bertemu
__ADS_1